Rabu, 29 Februari 2012

Jembangan, Pesona Baru dari Kebumen

Satu lagi obyek wisata di Kebumen muncul melengkapi obyek-obyek wisata yang telah ada dan telah banyak dikenal masyarakat  luas. Kebumen memang kaya lokasi wisata, dan hal ini terbukti dengan adanya pengembangan obyek wisata baru yang sangat potensial. Obyek wisata ini bernama Wisata Alam Jembangan yang berlokasi di desa Jembangan, kecamatan Poncowarno


Keterbatasan pemerintah daerah setempat dalam mengelola obyek wisata yang ada, mau tidak mau harus menggandeng pihak swasta dalam pengelolaannya. Pengembangan obyek wisata ini telah dilakukan secara profesional sehingga  peran swasta sebagai investor sangat dibutuhkan. Hasilnya telah banyak perubahan-perubahan yang ada di lokasi wisata tersebut, seperti jalan pintu masuk ke lokasi wisata yang dahulunya medannya masih kurang nyaman dilalui, saat ini kondisinya sudah beraspal mulus. 


Dukungan dari pemerintah daerah kabupaten Kebumen berupa dua pendopo telah kokoh berdiri. Beberapa fasilitas pendukung lain seperti gazebo di tepian sungai Pejengkolan ini menambah kenyamanan para pengunjung untuk menikmati indahnya lokasi wisata ini. Fasilitas-fasilitas lain berupa berbagai sarana permainan air pun telah ada, penambahan pohon peneduh dan penghijauan terus dilakukan. Singkatnya pihak pengembang terus berupaya untuk menambah berbagai macam fasilitas pendukung guna kenyamanan para pengunjung obyek wisata Jembangan ini.


Apa sih yang dapat kita nikmati di lokasi wisata ini ? Objek wisata ini kaya akan panorama yang indah, bagi pengunjung yang ingin mencoba berbagai keindahan lain di obyek wisata ini dapat menggunakan perahu yang selalu siap mengantar pengunjung. Mengarungi sungai Pejengkolan yang hijau dan kondisi air yang melimpah ini ternyata dapat mendatangkan kedamaian yang luar biasa. Kepenatan dan kejenuhan kita karena beban tugas rutin serasa hilang terlupakan sesaat. Udara segar dari alam pegunungan membuat kita dapat berlama-lama di lokasi wisata sambil menikmati berbagai jajanan yang ada disekitar lokasi wisata. 

Lokasi wisata ini saat ini masih terus dikembangkan, dan belum banyak masyarakat luar kabupaten Kebumen yang mengetahuinya. Pada hari-hari libur seperti hari Minggu, tak terbantahkan lagi sisi keramaian akan kita dapatkan di lokasi wisata Jembangan walaupun masih sebatas masyarakat Kebumen saja. Jika anda berminat mengujungi obwis ini ada dua jalur yang dapat digunakan untuk menuju ke sana. Alternatif pertama dapat dilakukan dengan mengambil jalur Kutowinangun ke arah utara, sedang alternatif kedua yaitu melalui Prembun, jalan Wadaslintang.

Semoga Wisata Alam Jembangan ini dapat menambah referensi dunia pariwisata kita. Salam ..


Selasa, 28 Februari 2012

Tradisi Sekolah Jelang UN

Hampir dua minggu terasa ada sesuatu yang hilang. Setelah disibukkan dengan kegiatan Penerapan ISO 9001 : 2008 di sekolah dan kesehatan sedikit terganggu, alhamdulillah kali ini dapat posting lagi. Tradisi Sekolah Jelang Ujian Nasional menjadi sesuatu yang pantas untuk ditulis.

Ujian Nasional 2012 sudah semakin dekat. Berdasarkan jadwal yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) kegiatan Ujian Nasional untuk SMA/MA direncanakan tanggal 16 sampai 19 April 2012. Untuk pelaksanaan Ujian Nasional SMK akan diselenggarakan mulai tanggal 16 sampai 18 April 2012. Namun pada tahap awal khusus untuk SMK sudah diawali dengan Ujian Nasional Mata Pelajaran Produktif yang direncanakan tanggal 19 Maret 2012. Sedangkan untuk pelaksanaan Ujian Nasional SMP dan yang sederajat akan diselenggarakan mulai tanggal 23 sampai 26 April 2012.


Mencermati pelaksanaan Ujian Nasional pada tahun-tahun sebelumnya, ternyata sampai saat ini Ujian Nasional juga masih menjadi sesuatu yang menakutkan bagi para peserta didik, guru mata pelajaran Ujian Nasional dan tak ketinggalan pihak sekolah pun ikut dipertaruhkan secara kualitas. Oleh karenanya untuk menghadapi Ujian Nasional berbagai persiapan berupa latihan-latihan soal atau try out telah dirancang khusus untuk mengkondisikan para peserta didik agar merasa lebih mantap dalam menghadapi ujian tersebut.

Try out jikalau boleh saya katakan sudah menjadi semacam tradisi. Hampir seluruh sekolah mempersiapkan kegiatan ini semata-mata untuk menghadapi Ujian Nasional.  Pada umumnya pelaksanaan try out dirancang setelah kegiatan pembelajaran rutin usai, penyelenggaraannya dapat di atur dengan model pendekatan menyerupai pelaksanaan Ujian Nasional. Tujuan kegiatan try out ini adalah sebagai sarana untuk melatih kesiapan mental peserta didik dan sekaligus untuk mengetahui perkembangan penguasaan materi peserta didik.

Sekalipun nilai Ujian Nasional bukan satu-satunya faktor kelulusan namun bukan rahasia lagi bahwa dengan kegiatan Ujian Nasional ini kredibelitas sekolah akan dipertaruhkan. Oleh karenanya segala usaha yang terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional betul-betul dipersiapkan secara matang. Pada tahapan selanjutnya tradisi yang selalu dijalankan dalam rangka pelaksanaan Ujian Nasional adalah adanya program pembahasan atau membedah soal-soal Ujian Nasional. Kegiatan ini lebih fokus kepada aspek teknis untuk menyelesaikan soal sehingga peserta didik lebih memahami dan mendalami berbagai jenis soal.

Tradisi terakhir menjelang pelaksanaan Ujian Nasional adalah pelaksanaan mujahadah. Entah siapa yang pertama memulai, namun mujahadah sudah menjadi tren dan cara yang baik untuk menyiapkan mental peserta didik. Terlepas dari pro dan kontra tentang pelaksanaan mujahadah menjelang Ujian Nasional kita harus mengakui bahwa peserta didik tidak hanya kita persiapkan secara akademis saja namun aspek spiritual juga tidak boleh ketinggalan. Meminjam istilah asing yaitu spiritual building harus tetap ditekankan karena pada saat pelaksanaan Ujian Nasional betul-betul dibutuhkan mental yang baik bagi peserta didik. 

Semoga bermanfaat. Salam ..

Selasa, 14 Februari 2012

Misteri Angka Sembilan di Plat Nopol Kendaraan

Sudah beberapa minggu ini saya dan teman-teman secara rutin melakukan perjalanan dari Kebumen menuju kota Yogyakarta. Kondisi cuaca yang panas dan tiba-tiba menjadi hujan, atau sebaliknya sudah bukan hal baru bagi saya dan teman-teman yang saat ini sedang memiliki semangat melakukan aktivitas baru di kota gudeg Yogyakarta. Perbincangan serius, santai dan terkadang humor yang terlalu vulgar pun sering dilontarkan beberapa teman agar terasa mengasyikan dan menghindari rasa kantuk. Namun demikian walaupun sudah berupaya untuk menghindari kantuk, jika rasa lelah dan letih datang, maka rasa kantuk pun menyerang. Terlebih lagi jika sudah mampir di rumah makan langganan. Ya sudahlah, mau apalagi.
Misteri angka sembilan ( sijidewe.wordpress.com)
Ketika sebuah bis mendahului kendaraan yang saya tumpangi bersama teman-teman, rasanya ada sesuatu hal yang menarik perhatian. Bukan karena bis tersebut merupakan bis baru, atau bis dengan model dan bodi baru. Namun saya lebih tertarik dengan nomor polisi di bis dengan inisial 'SA' tersebut. Jika saya amati ternyata bis dengan nomor polisi (maaf saya lupa, yang saya ingat jumlahnya selalu sembilan) semisal AA 1620 AL itu berjumlah sembilan. Beberapa saat kemudian, muncul bis dengan label perusahaan otobis yang sama mendahului rombongan saya. Saya perhatikan lagi nomor polisinya pun berjumlah sembilan. 

Satu minggu kemudian, dalam perjalanan yang sama. Saya dan teman-teman pun mulai dapat menyimpulkan  bahwa perusahaan otobis 'SA' yang memiliki kantor pusat di Kutoarjo, Purworejo tersebut semua armadanya selalu ada unsur angka 9 (sembilan) sebagai nilai akhir. Angka 9 (sembilan) tersebut adalah angka hasil dari penjumlahan seluruh angka yang tertera di plat nopol tersebut. Penjelasan beberapa nomor polisi yang hasil akhirnya bernilai 9 (sembilan) yaitu Nopol AA 1620 AC, jika dijumlah adalah 1 + 6 + 2 + 0 = 9, atau AA 1521 BL, jika dicermati hasilnya adalah 1 + 5 + 2 + 1 = 9. Contoh lain nomor polisi AA 1467 AL, maka jumlahnya juga 9, yang dihitung dari 1 + 4 + 6 + 7 = 18. Selanjutnya 1 + 8 = 9.

Pada perjalanan-perjalalanan berikutnya, ternyata saya selalu menjumpai nopol-nopol dengan model seperti di atas, untuk bis 'SA' tersebut. Saya hanya dapat bertanya, ada apa dengan angka sembilan ? Begitu istimewakah angka sembilan tersebut. Saya jelas tidak dapat menjawabnya sendiri. Saya hanya berpikiran, bahwa bukan suatu kebetulan nomor polisi tersebut selalu bernilai angka sembilan. Saya  meyakini bahwa pihak pengelola perusahaan otobis tersebut kemungkinan besar menganggap angka 9 sebagai angka unik atau mungkin angka peruntungannya. Boleh juga dikatakan sebagai suatu misteri, karena tak ada jawaban pasti. Bagi anda yang masih meragukan kesimpulan saya dan teman-teman, silakan diotak-atik berbagai nomor polisi bis "SA" tersebut.

Semoga catatan dari sebuah perjalanan ini dapat bermanfaat. Terima kasih dan salam.

Minggu, 12 Februari 2012

Iklan Memenuhi Memori Kita

Mempromosikan produk adalah hal yang wajib dilakukan oleh produsen untuk dapat mengenalkan produknya kepada para konsumen. Untuk mengenalkan produknya perusahaan dapat menggunakan berbagai macam media iklan seperti media cetak, elektronik, papan reklame, baliho, spanduk, brosur, leaflet dan model selebaran yang lain. Untuk memperoleh respon dari masyarakat maka pemasangan iklan pun harus dilakukan secara rutin atau lebih efektif lagi harus dilakukan secara berulang-ulang.
 
Fungsi dari promosi melalui media iklan ini adalah menginformasikan kepada khalayak tentang produk perusahaan tertentu dengan harapan minimal masyarakat lebih mengenali produk yang diiklankan. Iklan juga berfungsi membujuk agar calon konsumen tertarik dan dapat membeli produk. Iklan juga dapat mengingatkan seseorang akan suatu produk tertentu. Mempengaruhi seseorang untuk segera menindaklanjuti dari apa yang diiklankan adalah fungsi lain dari promosi dengan melalui iklan. Oleh karenanya iklan biasanya dipersiapkan dengan baik dan matang bahkan saat ini produsen menggandeng perusahaan periklanan untuk melakukan kerjasama. 

Di sisi lain, sebagai konsumen ternyata tanpa kita sadari bahwa memori kita sebenarnya telah penuh dengan 'bumbu-bumbu' iklan. Jika kita renungi lebih dalam lagi, maka segala aktivitas yang kita kerjakan hampir semuanya mempunyai relevansi yang kuat dengan iklan-iklan. Sebagai penguat saja, mengawali aktivitas pagi kita sudah harus menggunakan produk sabun mandi tertentu, bahkan produk tersebut sudah menjadi keharusan. Dilanjutkan dengan sarapan pagi, kita juga harus menyentuh berbagai produk makanan dengan merk tertentu pula. Demikian juga dengan urusan minum kita tidak dapat terlepaskan dengan produk-produk berbagai air mineral yang ada. 
Papan reklame (planology.wordpress.com)
Saat-saat diperjalanan menuju tempat kita bertugas, hampir memori kita di ' jejali ' setiap saat, setiap detik dengan berbagai macam produk melalui papan-papan reklame yang ada dipinggir-pinggir jalan. Baliho yang terpasang disudut-sudut jalan strategis, spanduk melintang yang terpasang di badan jalan pun menambah memori semakin terpenuhi dengan berbagai macam informasi yang semuanya masuk dalam kategori iklan. Belum lagi ditambah dengan brosur, leaflet, pamflet dan segala macam hal yang  berbau promosi.

Sesampai di tempat kerja, iklan selalu menghantui diri kita. Berbagai jenis peralatan yang kita gunakan untuk beraktivitas tidak terlepas dari produk dengan merk tertentu pula. Dari media untuk mengetik, media untuk komunikasi, media untuk menggandakan dan lain-lainnya. Terlebih saat-saat kita santai di rumah semisal dengan menonton acara dari televisi tertentu, berbagai macam dan jenis iklan siap memberikan janji-janji manis yang dapat membuai kita. Jadi dapat dikatakan hampir seluruh aktivitas kita selalu bersinggungan dengan iklan, maka saya pun mempunyai kesimpulan bahwa memori kita sebenarnya penuh dengan iklan. 

Iklan tidak hanya memenuhi pinggiran jalan dan menutupi wajah kota. Iklan juga telah memasuki dan memenuhi seluruh aspek kehidupan manusia. Hal ini karena secara nyata, bahwa  kita hidup selalu dihadapkan pada berbagai macam tuntutan kebutuhan. Hukum sebab akibat sudah sewajarnya terjadi, sisi lain kita sebagai manusia memerlukan sesuatu untuk dapat memenuhi kebutuhan, sedangkan produsen berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan dengan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Jadi semuanya wajar-wajar saja, tidak ada yang salah dengan model atau cara mengiklankan.

Mungkin yang perlu kita pahami adalah karena kita sebagai objek iklan maka jangan pernah kita mengambil keputusan yang terburu-buru untuk menentukan sesuatu pilihan yang terkait dengan kebutuhan kita. Karena iklan hanyalah salah satu media untuk menawarkan produk kepada konsumen, sepenuhnya hak untuk menentukan pilihan-pilihan kebutuhan bergantung kepada konsumen itu sendiri.

Semoga catatan iseng ini dapat berguna. Terimakasih dan salam ..


Jumat, 10 Februari 2012

Wamendag RI Resmikan Pasar Rakyat

Dalam minggu ini sekolah kami benar-benar sangat disibukkan dengan kegiatan yang sangat penting. Setelah sekolah melakukan Launching atau Penerapan SMM ISO 9001:2008 di hari Senin, 6 Pebruari 2012 yang dilakukan oleh Wakil Bupati Kebumen, kini ada kegiatan yang tidak kalah penting. Dua hari berselang, kesibukan berganti untuk mempersiapkan kunjungan Wakil Menteri Perdagangan Dr Ir Bayu Krisnamurthi, MS di wilayah Ambal, Kebumen.

Secara administratif memang kegiatan sekolah tidak terkait langsung dengan kunjungan Wamendag RI tersebut. Namun secara teknis, lingkungan sekolah yang digunakan untuk tempat transit dan tempat parkir kendaraan semua tamu undangan setidaknya membutuhkan persiapan yang ekstra, minimal dalam hal kebersihan lingkungan. Sesuai dengan rencana akhirnya di hari Kamis, 9 Pebruari 2012 Wamendag RI beserta rombongan tersebut betul-betul datang berkunjung dalam rangka melakukan peresmian 4 (empat) pasar rakyat hasil dari revitalisasi Kementrian Perdagangan RI di kabupaten Kebumen. 
Wamendag RI,  Dr Ir Bayu Krisnamurthi, MS memberi salam
Hadir untuk menyambut kedatangan Wamendag RI tersebut adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah Dra. Rustriningsih, M.Si yang juga mantan Bupati Kebumen. Bupati Kebumen H. Buyar Winarso, SE dan segenap pejabat dari pemda Kebumen juga tampak hadir. Kedatangan Wamendag RI ini disambut dengan kesenian tradisional kuda lumping dari anak-anak SD Negeri 2 Ambalresmi. Usai pertunjukkan kuda lumping, Wamendag RI langsung menyalami segenap pemain kuda lumping tersebut yang selanjutnya menuju tempat transit di Pendopo Balai Desa Ambalresmi yang berada dalam lingkungan SMK Negeri 1 Ambal. 
Wamendag RI, Wagub Jateng dan Bupati Kebumen
Suatu keuntungan bagi saya, karena jam mengajar saya masih agak lama maka sangat disayangkan jika saya hanya berpangku tangan saja. Bermodalkan camera digital 12 MP, mencoba untuk mengambil beberapa gambar, bersaing dan berdesakan dengan para jurnalis profesional dari berbagai surat kabar harian dan media lokal di Kebumen. Tidak lama transit di lingkungan sekolah, Wamendag langsung menuju ke lokasi pusat peresmian pasar rakyat yaitu pasar  Ambal. Tiga pasar yang lain adalah pasar Indrakila di kecamatan Alian, pasar Ayah di kecamatan Ayah dan pasar Plumbon di kecamatan Karangsambung.

Hal yang patut saya sayangkan adalah, saya tidak dapat menceritakan hal-hal yang terjadi saat peresmian di lokasi yaitu pasar rakyat Ambal. Semua hanya karena kewajiban untuk bertemu dengan peserta didik di kelas guna proses pembelajaran. Namun satu hal yang pasti mengapa pemerintah dalam hal ini Kementrian Perdagagangan RI merevitalisasi pasar rakyat atau pasar tradisional ? Laju perkembangan minimarket atau pasar modern sangat melesat, sehingga secara langsung berdampak pada penjual yang ada di pasar-pasar tradisional. Pasar tradisional semakin dijauhi oleh konsumen, karena kondisinya yang kurang nyaman dan terkesan jorok.  Semoga dengan adanya revitalisasi beberapa pasar tradisional, nasib baik akan berpihak kepada para pedagang-pedagang di pasar tradisional.

Terimakasih dan salam ...



Rabu, 08 Februari 2012

Penerapan SMM ISO 9001:2008 di SMK Negeri 1 Ambal

Hari Senin, bertepatan dengan tanggal 6 Pebruari 2012,  apa yang menjadi harapan seluruh warga sekolah akhirnya tercapai juga. Walaupun baru beberapa tahap yang diselesaikan dari agenda yang ada secara keseluruhan,  namun alhamdulillah proses launching atau penerapan Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2008 SMK Negeri 1 Ambal Kebumen dapat terlaksana dengan baik. 

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Kebumen Djuwarni, A.Md.Pd disertai staf ahli bupati dr. Budi Satrio, SK.MM.Kes. Tidak ketinggalan hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen Dra. Hj. Diyah Woro Palupi, terlihat pula beberapa pejabat dari muspika setempat. Beberapa kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah menengah pertama (SMP) di kabupaten Kebumen tampak banyak yang hadir. Komite sekolah, dewan guru dan segenap karyawan serta seluruh pengurus OSIS ikut serta berpartisipasi.
Penyerahan dokumen SMM oleh Wakil Bupati Kebumen
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kebumen, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hakekat adanya launching SMM ISO 9001:2008 ini maka sekolah harus selalu taat asas, yaitu apa yang dikerjakan ditulis dan apa yang ditulis dikerjakan. Lain halnya dengan wakil bupati Kebumen, dalam sambutannya beliau menyampaikan harapannya agar launching SMM ISO 9001:2008 ini dapat membawa kontribusi yang positif bagi upaya peningkatan mutu pendidikan kejuruan di Kabupaten Kebumen, khususnya di SMK Negeri 1 Ambal. Beliau juga berharap meski SMK Negeri 1 Ambal merupakan sekolah yang berada di pinggiran, namun diupayakan dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain di kota. Mengakhiri sambutan wakil bupati Kebumen menyerahkan dokumen stardar manajemen mutu kepada kepala SMK Negeri 1 Ambal Suyono, S.Pd.

Kegiatan launching SMM ISO 9001:2008 di SMK Negeri 1 Ambal dimeriahkan juga oleh penampilan apik anak-anak SD Negeri 2 Ambalresmi yang merupakan tetangga sekolah sebelah dengan kesenian tradisional kuda lumpingnya. Respon berupa tepuk tangan dari tamu undangan dan masyarakat yang menonton dari luar halaman sekolah sangat memotivasi para pemain kuda lumping sehingga walaupun kondisi panas, namun anak-anak SD tersebut tetap bersemangat. Hiburan lain adalah berupa penampilan dari siswa-siswi SMK Negeri 1 Ambal yang menampilkan beberapa buah lagu pop. Tak kalah pula penampilan beberapa bapak guru untuk memamerkan suaranya dengan menyumbang beberapa lagu  nostalgia.

Kegiatan berakhir dengan ramah tamah, bupati dan segenap tamu undangan menikmati makan siang. Seluruh menu yang disajikan adalah hasil olahan siswa-siswi Tata Boga. 

Selasa, 07 Februari 2012

Insiden Monyet Lepas dari Kandang

Kejadian ini sebenarnya sudah lumayan lama terjadi, tepatnya di bulan Agustus 2010 lampau. Tidak pernah terbersit untuk menulisnya saat itu, namun baru kali ini ketika saya membuka album foto yang ada di sekolah dan sebagian sudah terunggah lewat jejaring sosial, rasanya ingin tertawa juga. Kalau boleh dikatakan peristiwa ini adalah peristiwa yang sangat menyedihkan sekaligus menggelikan.

Ceria ini terkait dengan program tahunan yang dirancang oleh Ketua Program Studi Keahlian Tata Boga, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya sekolah selalu mengadakan kegiatan ke luar atau outdoor berupa table manners yang secara rutin dilakukan di luar kota. Kegiatan table manners sendiri pada dasarnya merupakan tata krama dan etiket perjamuan makan yang berlaku secara internasional, sehingga atas dasar pertimbangan tersebut pihak sekolah bermaksud memberikan pemahaman tentang tatacara dan manfaat table manners kepada siswa-siswinya melalui jasa layanan dari hotel dan restoran ternama. Table manners masih sangat dirasakan penting, karena melalui kegiatan table manners lobi dan negosiasi dalam bisnis dapat di lakukan.
Sesaat sebelum insiden monyet lepas dari kandang
Cerita menyedihkan dan menggelikan ini berawal ketika pelaksanaan table manners di salah satu hotel dan restoran di Magelang telah usai. Seluruh siswa-siswi disertai bapak ibu guru berpamitan kepada pihak hotel untuk melanjutkan acara berikutnya, yaitu acara santai di kawasan Taman Kyai Langgeng Magelang. Lokasi taman ini tidak jauh dari hotel tersebut, sehingga para siswa cukup berjalan kaki menuju taman yang asri dan sejuk ini. Suasana taman ini memang sangat cocok untuk rekreasi keluarga, karena selain taman yang indah juga terdapat kebun binatang walaupun binatang yang ada sangat terbatas jumlahnya.

Lelah berjalan membututi para siswa, rombongan guru sepakat untuk istirahat di sebuah gazebo di pinggiran kolam. Berbincang dan bercengkerama sambil menikmati beberapa bungkus kacang dan sekaligus mengamati siswa-siswi yang asyik bermain di taman.  Sesekali iseng melempar kacang pada seekor monyet yang ada di kandang di sekitar gazebo. Sang monyet asyik melompat kesana kemari tiada henti.

Tanpa terasa sore menjelang, saya memutuskan untuk menuju tempat ibadah di sekitar lokasi taman. Belum sampai di musholla, dari kejauhan terdengar suara jeritan beberapa ibu-ibu yang berlarian kesana kemari menghindari kejaran monyet yang lepas dari kandangnya. Ternyata monyet betul-betul terlepas dan menginginkan makanan yang diada di dalam tas kresek hitam yang di bawa oleh salah seorang ibu guru. Namun ibu guru yang membawa tas kresek pun belum menyadari sepenuhnya bahwa target sang monyet adalah makanan yang ada di tas kresek tersebut, maka terjadilah aksi pengejaran oleh sang monyet kepada sang ibu guru yang gugup dan ketakutan. 

Sebenarnya beberapa teman guru pun sudah membantu dengan meneriakkan agar melepaskan tas kreseknya, namun hasilnya nihil sang ibu guru yang kalut tersebut terus berlari.  Ketika sang ibu guru meloncat karena ada sebuah saluran air kecil dihadapannya, maka terjatuhlah si ibu guru dan sang monyet pun dengan penuh kemenangan membawa tas kresek yang menjadi targetnya. Terlihat si ibu guru terjerembab, dengan wajah pucat dan tak dapat berkata apa-apa. Beberapa teman guru mendekat membantu membangunkan, namun memang membutuhkan waktu agar sang 'korban kejahatan' si monyet tersebut dapat bernafas dengan teratur kembali.

Sebuah cerita menggelikan telah terjadi namun bagi si ibu guru 'korban kejahatan' monyet tersebut adalah sebuah kisah yang menyedihkan. Sebuah kisah yang lucu namun sayang tidak pernah terpikir pula untuk mengambil gambar saat itu, harap maklum karena semua ikut panik. Semoga dapat menjadi pengalaman yang berguna dan menghibur tentunya, terimakasih dan salam ..

Jumat, 03 Februari 2012

Pramuka, Model Pendidikan Budi Pekerti

Saya pikir hampir sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal kegiatan kepramukaan atau Gerakan Pramuka. Kegiatan kepramukaan sangat tidak asing lagi bagi kita semua, terlebih bagi mereka-mereka yang pernah mengenyam pendidikan formal yang dimulai dari pendidikan dasar. Di level pendidikan dasar inilah para siswa mulai dikenalkan  kegiatan kepramukaan yang pada prinsipnya melalui kegiatan ini peserta diharapkan dapat menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta memiliki rasa cinta tanah air.

Kini, ketika banyak para pesohor negeri kita yang notabene para akademisi berbicara tentang pendidikan karakter, maka sekonyong-konyong istilah pendidikan karakter pun menjadi booming dan begitu familiar di telinga kita. Ini semua terjadi karena adanya sebuah kondisi logis tentang dampak globalisasi yang konon mulai mengikis nilai-nilai moral generasi muda kita, sehingga ada beberapa kalangan yang menyebut generasi muda kita saat ini sebagai generasi instan.
 
Pendidikan karakter telah menyebar luas menjadi topik pembicaraan hangat  diberbagai media, akibatnya kurikulum pendidikan pun sekarang harus dibumbu-bumbui dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Terlepas dari itu semua, sebenarnya kita telah memiliki sebuah kegiatan yang bersifat positif bagi anak dan pemuda yaitu berupa Gerakan Pramuka. Gerakan pramuka ini bahkan sudah membahana sebelum istilah pendidikan karakter muncul. Pendidikan kepramukaan ini telah mengakar semenjak dahulu kala dan dikenal sebagai salah satu kegiatan yang mengarah kepada pembinaan mental peserta. 
Pramuka SMKN 1 Ambal, Kebumen
Kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan adalah salah satu usaha untuk membina para anggotanya yang terdiri anak-anak dan pemuda agar memiliki rasa percaya diri, rasa berkewajiban, rasa tanggungjawab dan melatih disiplin. Dalam pelaksanaannya pembinaan kegiatan kepramukaan ini dibuat klasifikasi dengan memperhatikan perkembangan jasmani dan rohani peserta. Penggolongan tersebut terbagi golongan siaga (7-10 tahun), penggalang (11-15 tahun), penegak (16 - 20 tahun) dan pandega (21 - 25 tahun).

Sebagai penguat saya cuplikan tentang tujuan gerakan pramuka yang tertuang dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, Pasal 4 tentang Tujuan, yang menetapkan bahwa tujuan Gerakan Pramuka adalah mendidik anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar supaya :
Pertama, menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, serta; a). tinggi mental moral budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya; b). tinggi kecerdasan dan ketrampilannya; c). kuat dan sehat fisiknya.
Kedua, menjadi warga negara Indonesia yang ber-Pancasila serta patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelenggarakan pembangunan bangsa dan negara.

Mencermati tujuan Gerakan Pramuka diatas, sangatlah nyata bahwa upaya-upaya untuk menanamkan budi pekerti luhur dan rasa nasionalisme kepada anak dan pemuda sudah lama ada dalam konsep pendidikan kepramukaan kita. Bahkan sampai saat ini pun kegiatan kepramukaan  tetap diberlakukan sebagai ekstrakurikuler diberbagai lembaga pendidikan formal. Nilai-nilai moral dalam kepramukaan kita kenal dengan adanya janji dan ketentuan moral yang sering kita sebut dengan Dwisatya dan Dwidarma untuk pramuka Siaga dan Trisatya serta Dasadarma untuk pramuka Penggalang dan Penegak.

Alangkah indahnya jika kita mendengar sekaligus dapat menjalankan Dasadarma pramuka, yang berisikan : 1). Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2).Cinta alam dan kasih sayang kepada sesama manusia; 3). Patriot yang sopan dan ksatria; 4). Patuh dan suka bermusyawarah; 5). Rela menolong dan tabah; 6). Rajin trampil dan gembira; 7). Hemat, cermat dan bersahaja; 8). Disiplin berani dan setia; 9). Bertanggungjawab dan dapat dipercaya; 10). Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Pramuka itu luar biasa, itu saja komentar saya. Terima kasih  dan salam.


Maaf ada tambahannya... 
Mumpung lagi ingat. Entahlah tiba-tiba saya kok ingin bicara tentang DPR kita. Anggaplah ini sebagai intermezo alias guyonan saja. Coba kalau anggota DPR kita mengenal Dasadarma pramuka, saya pikir negeri kita akan aman dan damai karena mereka bersahaja, tidak menghambur-hamburkan uang rakyat. 
Betul ???
Permasalahan yang ada adalah sayangnya DPR tidak memiliki Dasadarma, karena mungkin mereka memiliki darma-darma lain yang tak dapat dijelaskan. Darma kepada parpolnya, darma kepada pimpinannya, dan darma-darma lainnya. Sudah dulu sobat, maaf ngelantur ..


Kamis, 02 Februari 2012

Reuni di Dunia Maya

Masa lalu adalah kenangan, siapapun tak pernah menyanggahnya. Berjuta cerita dapat terurai jika kita kembali memutar memori menuju puluhan tahun di masa lampau. Mengenang masa-masa sekolah atau kuliah sungguh dapat membuat kita tersenyum untuk beberapa saat. Sebaliknya lewat cerita masa lalu pula, kita dapat merasakan pedihnya perjuangan untuk menggapai cita-cita dengan segala pengorbanan yang ada. Terlalu sulit diungkapkan dengan kata-kata yang dapat mewakili kepedihan ataupun kebahagiaan yang dirasakan kala itu.
Berbagai macam media sosial
Tampaknya kita patut bersyukur, seiring perkembangan jaman dan ketika teknologi memberikan kita jalan untuk dapat berbagi cerita lagi dengan teman-teman lama yang sudah terpisah puluhan tahun. Satu persatu teman terlacak, terdeteksi dan akhirnya dapat berkomunikasi. Tak pelak tidak memerlukan waktu yang lama melalui sebuah jejaring sosial akhirnya terkumpul jua puluhan teman-teman lama yang kini berada di berbagai daerah. Sebuah jalinan komunikasi dan silaturahmi kini akhirnya dapat terjadi kembali dan sangat membahagiakan.

Komunikasi berlanjut, berbagai acara pun dicanangkan, semisal acara temu kangen para alumni hingga rencana reuni. Harapannya dengan kegiatan  reuni kita dapat bersatu kembali setelah bertahun-tahun terpisah oleh jarak, tempat, ruang dan waktu. Melalui reuni  ini pula kita dapat merenda cerita-cerita usang, berbagi cerita konyol, cerita tragis, cerita cinta dan sejuta cerita lainnya. Mengenang masa sekolah, masa yang tak akan terlupakan,  dan tak salah memang apabila sebagian besar orang berkata bahwa masa sekolah merupakan masa yang paling indah, karena itu nyata adanya.
Foto jadul di kampus Sekaran, Semarang 
(trimakasih untuk fotonya Mbak Mada, Jepara)
Namun harapan tinggal harapan, faktor jarak, tugas atau pekerjaan, keluarga dan kesempatan tampaknya menjadi penyebab tipisnya harapan untuk reuni. Kondisi yang sedemikian rupa ternyata tidak membuat komunikasi putus begitu saja. Sekali lagi kita patut bersyukur, dengan teknologi akhirnya reuni dengan versi berbeda dapat terlaksana. Reuni melalui chating dalam sebuah grup di jejaring sosial akhirnya menjadi solusinya. Reuni mengasyikan pun terjadi di dunia maya tanpa mengenal hari, jam dan dapat dilakukan di mana saja berada. Salut untuk semua.

Terima kasih dan salam untuk Alumni IKIP Semarang/UNNES 1990 di manapun berada.


Panorama Pantai Menganti

Dalam sebuah kesempatan saya menemani dua orang tamu dari Malang, dalam rangka melakukan pendampingan sebuah program di sekolah. Usai kegiat...