Minggu, 12 Februari 2012

Iklan Memenuhi Memori Kita

Mempromosikan produk adalah hal yang wajib dilakukan oleh produsen untuk dapat mengenalkan produknya kepada para konsumen. Untuk mengenalkan produknya perusahaan dapat menggunakan berbagai macam media iklan seperti media cetak, elektronik, papan reklame, baliho, spanduk, brosur, leaflet dan model selebaran yang lain. Untuk memperoleh respon dari masyarakat maka pemasangan iklan pun harus dilakukan secara rutin atau lebih efektif lagi harus dilakukan secara berulang-ulang.
 
Fungsi dari promosi melalui media iklan ini adalah menginformasikan kepada khalayak tentang produk perusahaan tertentu dengan harapan minimal masyarakat lebih mengenali produk yang diiklankan. Iklan juga berfungsi membujuk agar calon konsumen tertarik dan dapat membeli produk. Iklan juga dapat mengingatkan seseorang akan suatu produk tertentu. Mempengaruhi seseorang untuk segera menindaklanjuti dari apa yang diiklankan adalah fungsi lain dari promosi dengan melalui iklan. Oleh karenanya iklan biasanya dipersiapkan dengan baik dan matang bahkan saat ini produsen menggandeng perusahaan periklanan untuk melakukan kerjasama. 

Di sisi lain, sebagai konsumen ternyata tanpa kita sadari bahwa memori kita sebenarnya telah penuh dengan 'bumbu-bumbu' iklan. Jika kita renungi lebih dalam lagi, maka segala aktivitas yang kita kerjakan hampir semuanya mempunyai relevansi yang kuat dengan iklan-iklan. Sebagai penguat saja, mengawali aktivitas pagi kita sudah harus menggunakan produk sabun mandi tertentu, bahkan produk tersebut sudah menjadi keharusan. Dilanjutkan dengan sarapan pagi, kita juga harus menyentuh berbagai produk makanan dengan merk tertentu pula. Demikian juga dengan urusan minum kita tidak dapat terlepaskan dengan produk-produk berbagai air mineral yang ada. 
Papan reklame (planology.wordpress.com)
Saat-saat diperjalanan menuju tempat kita bertugas, hampir memori kita di ' jejali ' setiap saat, setiap detik dengan berbagai macam produk melalui papan-papan reklame yang ada dipinggir-pinggir jalan. Baliho yang terpasang disudut-sudut jalan strategis, spanduk melintang yang terpasang di badan jalan pun menambah memori semakin terpenuhi dengan berbagai macam informasi yang semuanya masuk dalam kategori iklan. Belum lagi ditambah dengan brosur, leaflet, pamflet dan segala macam hal yang  berbau promosi.

Sesampai di tempat kerja, iklan selalu menghantui diri kita. Berbagai jenis peralatan yang kita gunakan untuk beraktivitas tidak terlepas dari produk dengan merk tertentu pula. Dari media untuk mengetik, media untuk komunikasi, media untuk menggandakan dan lain-lainnya. Terlebih saat-saat kita santai di rumah semisal dengan menonton acara dari televisi tertentu, berbagai macam dan jenis iklan siap memberikan janji-janji manis yang dapat membuai kita. Jadi dapat dikatakan hampir seluruh aktivitas kita selalu bersinggungan dengan iklan, maka saya pun mempunyai kesimpulan bahwa memori kita sebenarnya penuh dengan iklan. 

Iklan tidak hanya memenuhi pinggiran jalan dan menutupi wajah kota. Iklan juga telah memasuki dan memenuhi seluruh aspek kehidupan manusia. Hal ini karena secara nyata, bahwa  kita hidup selalu dihadapkan pada berbagai macam tuntutan kebutuhan. Hukum sebab akibat sudah sewajarnya terjadi, sisi lain kita sebagai manusia memerlukan sesuatu untuk dapat memenuhi kebutuhan, sedangkan produsen berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan dengan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Jadi semuanya wajar-wajar saja, tidak ada yang salah dengan model atau cara mengiklankan.

Mungkin yang perlu kita pahami adalah karena kita sebagai objek iklan maka jangan pernah kita mengambil keputusan yang terburu-buru untuk menentukan sesuatu pilihan yang terkait dengan kebutuhan kita. Karena iklan hanyalah salah satu media untuk menawarkan produk kepada konsumen, sepenuhnya hak untuk menentukan pilihan-pilihan kebutuhan bergantung kepada konsumen itu sendiri.

Semoga catatan iseng ini dapat berguna. Terimakasih dan salam ..


Tidak ada komentar:

Panorama Pantai Menganti

Dalam sebuah kesempatan saya menemani dua orang tamu dari Malang, dalam rangka melakukan pendampingan sebuah program di sekolah. Usai kegiat...