Senin, 22 Oktober 2012

Table Manner di Hotel Jayakarta, Yogyakarta

Agenda rutin setiap tahun untuk siswa-siswi program keahlian jasa boga SMK Negeri 1 Ambal salah satunya adalah table manner. Jika tahun sebelumnya kegiatan table manner di adakan di Pringsewu Baturaden, untuk tahun ini dilaksanakan di Hotel Jayakarta, Yogyakarta pada hari Selasa, 16 Oktober 2012.

Sesi pertama, setelah rombongan diterima yaitu mengikuti hotel tour berkeliling hotel dan mengenal berbagai fasilitas yang ada. Usai hotel tour peserta table manner memasuki ruang dan duduk di tempat yang telah disediakan. Berikut sekilas gambar-gambar dalam kegiatan table manner :

Bread dan butter .rasimun.doc
 Hidangan pembuka (appertizer) berupa salad :
Appertizer.rasimun.doc
Hidangan kedua sop encer (clear soup) dan diteruskan dengan hidangan ketiga yang merupakan sajian utama atau main coursenya.
Main course.rasimun.doc

Hidangan keempat ( dessert) berupa puding
Puding.rasimun.doc
Teh dan kopi menjadi hidangan penutup dan dilanjutkan dengan demo masak

Kegiatan selesai dilanjutkan perjalanan menuju ke Prambanan. Lihat Sarungisasi Prambanan, Bukan Sekedar Sarungan.




Rabu, 17 Oktober 2012

Sarungisasi Prambanan, Bukan Sekedar Sarungan


Pengunjung Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan saat ini setelah membeli tiket di loket, sebelum memasuki area Candi Prambanan diwajibkan untuk mengenakan sarung yang disediakan petugas.Seluruh pengunjung tanpa kecuali baik wisatawan lokal maupun manca harus memenuhi aturan yang diterapkan oleh pihak pengelola.
Sarungisasi Prambanan
Di sebuah papan informasi besar yang ada di sekitar tempat petugas, terpampang dengan jelas bagaimana aturan mengenakan sarung. Namun jika anda belum bisa mengenakannya, anda tidak perlu khawatir, petugas akan sigap dan penuh dengan kesabaran membantu memasangkan sarung bermotif batik tersebut.

Sarungisasi, demikian orang-orang sering menyebutnya. Program ini sudah dijalankan oleh pengelola saat liburan lebaran beberapa bulan yang lalu. Pemberlakukan sarungisasi tampaknya tidak memberatkan pengunjung, sebaliknya seluruh pengunjung dengan bahagia menerima aturan ini tak terkecuali saya, walau awalnya agak terkaget juga.
Memasuki kawasan Candi Prambanan
Sarungisasi Prambanan bukan sekedar mengenakan sarung biasa, jika diperhatikan banyak sisi lain yang bersifat positif yang dapat kita peroleh. Diantaranya adalah turis-turis asing yang biasanya tampil kurang 'beraturan' dalam berpakaian,  terlihat menjadi lebih sopan. Melalui program sarungisasi batik tersebut, diharapkan  juga dapat melestarikan dan menguatkan budaya bangsa kita berupa batik yang telah diakui oleh dunia internasional.

Candi Prambanan (Pintu Keluar)
Ketika kita usai menikmati keindahan Candi Prambanan dan hendak meninggalkan kawasan candi, maka semua sarung  harus diserahkan kepada petugas yang ada dipintu keluar. Selanjutnya kita dapat menikmati areal taman wisata candi sambil menuju tempat areal parkir kendaraan. Jika anda sudah merasa lelah, anda dapat menggunakan fasilitas kereta, cukup membayar Rp. 5.000,- anda akan diantar sampai pintu keluar taman wisata. Bahkan anda diberikan bonus untuk keliliing menikmati candi Sewu sebelum sampai pintu keluar.

Terimakasih, salam untuk semuanya.

Minggu, 14 Oktober 2012

Karnaval Budaya Warga Muja Muju Yogyakarta

Upacara untuk memperingati hari jadi kota Yogyakarta yang ke-256 telah berlangsung seminggu yang lalu tepatnya Minggu (7/10) malam, yang dipusatkan di kantor Balai Kota Yogyakarta. Namun semangat untuk memeriahkan, menyemarakkan hari jadi kota yang mempunyai makanan khas gudeg tersebut masih sangat terasa hingga seminggu kemudian yaitu hari Sabtu (13/10). 
doc. pribadi (rasimun)
Terbukti sore itu, jalanan di sekitar depan Kampus Kebangsaan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta yang tidak jauh dari kantor Balai Kota Yogya padat oleh peserta pawai atau karnaval budaya dari warga kelurahan Muja Muju. Karnaval budaya diikuti dari unsur seperti sekolah dasar, sekolah menengah, RT dan RW, para penggiat seni wayang orang dan jathilan. 
doc. pribadi (rasimun)
doc. pribadi (rasimun)
Karnaval budaya mengambil start dan finish di lingkungan kampus UST Yogyakarta dan walikota Yogyakarta secara langsung terjun kejalan untuk memberikan sambutan sekaligus memberangkatkan kegiatan karnaval tersebut tepat pukul 16.00 waktu setempat. Berada pada barisan terdepan adalah rombongan Paguyuban RT RW Kampung Miliran, diikuti oleh beberapa peserta dari berbagai unsur yang ada.
doc. pribadi (rasimun)
doc pribadi (rasimun)
Turut aktif pula dalam karnaval tersebut berbagai elemen dari perkumpulan mahasiswa seperti Perkumpulan Mahasiswa Indramayu, Cirebon dan Sulawesi Tenggara serta elemen lain yang tidak dapat teridentifikasi jelas namanya. 
doc. pribadi (rasimun)
doc. pribadi (rasimun)
Walaupun karnaval hanya dilakukan dalam lingkungan yang kecil yaitu level kelurahan saja, namun semarak dan kemeriahan karnaval budaya tersebut betul-betul mampu memadatkan jalan raya, sehingga arus lalu lintas mejadi terhambat. Peserta karnaval berjalan melalui rute jalananan di sekitar Balai Kota kemudian belok ke kiri, dan melewati kampung Miliran serta finish ditempat yang sama dengan tempat start.

Pada hari yang sama (13/10) atau bertepatan dengan malam minggu digelar pula pentas seni budaya, semua dalam rangka "Semangat Segoro Amarto" yang bermakna Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta. Terlebih secara khusus pengakuan pemerintah pusat telah terasa kuat melalui Undang-undang  Keistimewaan tentang  Yogyakarta ini.

Selamat hari jadi Yogyakarta yang ke-256. Salam ...

Sabtu, 13 Oktober 2012

Cerita Menarik Saat Menghadapi Razia Polisi

razia (fiksikulo.wordpress.com)
Pernahkah anda terkena razia atau tilang dari operasi aparat kepolisian di jalan raya ? Jikalau belum syukurlah, berarti anda termasuk pengguna jalan raya yang sopan dan tertib. Tetapi jika anda pernah terkena tilang maka opsi wajib yang harus diikuti yaitu mengikuti sidang di pengadilan dan membayar denda sesuai dengan bobot pelanggaran yang dilakukan.

Idealnya pembayaran denda atas tindak pelanggaran dijalan raya dilaksanakan melalui sidang di pengadilan, namun dalam kenyataannya muncullah opsi-opsi atau alternatif dengan model win win solution. Banyak cerita menarik yang sebenarnya dapat kita ungkap dari kisah beberapa teman yang pernah terkena tilang.

Salah seorang teman yang sedang melakukan perjalanan dari Kebumen menuju Yogyakarta harus berurusan dengan aparat di sekitar perbatasan Purworejo - Yogyakarta, karena lampu motornya tidak dinyalakan. Singkat kata terjadilah negosiasi, yang semula dari Rp 50.000,- hingga tercapai deal Rp 10.000,-. Begitu deal, teman saya langsung meluncur menuju tujuan tanpa hambatan. 

Seorang teman lain, dengan wajah penuh kebencian menceritakan pengalamannya saat sedang serius menikmati perjalanannya tiba-tiba distop oleh aparat. Ketika ia diberhentikan oleh aparat, kalimat yang sering muncul dari aparat umumnya adalah " selamat siang, maaf mengganggu perjalanan anda". Maka dengan lantang teman saya menjawab, " Ya jelas mengganggu ". ( Betul juga, apa yang disampaikan teman saya .. hehe )

Cerita lain adalah ketika seorang teman harus beradu argumentasi dengan aparat karena pada saat rambu lalu lintas masih kuning mobilnya terus melaju dan aparat menganggapnya sebagai pelanggaran. Ketika mobil sudah dipinggirkan maka terjadilah debat, aparat berpendapat lampu sudah menyala merah. Sementara teman saya tetap pada pendirian lampu masih kuning, maka ia terus melaju dengan kendaraannya. Setelah berusaha gigih dengan ngeyelnya bahwa lampu benar-benar masih kuning, akhirnya teman saya lolos juga dari jeratan aparat.

Cerita yang paling lucu adalah saat seorang teman yang saat itu sedang hamil 8 bulan. Ia diboncengkan oleh suaminya dan bermaksud pulang dari sebuah keperluan di rumah saudaranya. Sesampai di jalan raya, melihat ada operasi polisi maka suaminya yang merasa bahwa SIM-nya telah habis alias kadaluwarsa, ia  menghentikan motornya. Ia memiliki ide untuk berganti posisi, karena ia paham bahwa SIM istrinya masih aktif. Ketika ia diberhentikan dari aparat yang masih berhelm lengkap, maka respon dari aparat justru membuatnya terkaget-kaget. Ternyata aparat tadi hanya berkata singkat padat disusul senyum dengan penuh keheranan. "Kamu tidak bisa naik motor apa pak, masa istrinya yang harus didepan ?". Terlebih lagi ternyata sang aparat tadi sangat mengenal suami dan teman saya tersebut, maka dengan rasa malu dan senyum kecut ia melanjutkan ke tempat tujuan.  

Itu sebagian dari cerita yang pernah saya dengar dari teman-teman, saya yakin teman-teman semua banyak memiliki pengalaman yang lebih seru dan menarik. Silakan saling berbagi, terimakasih dan salam.

 

Rabu, 10 Oktober 2012

Catatan tentang Uji Kompetensi Guru Tahap 2

Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Oleh karenanya guru selalu dituntut untuk selalu mengembangkan diri selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Uji Kompetensi Guru (UKG) adalah salah satu cara untuk  memetakan penguasaan kompetensi guru sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan profesi guru. Dalam kegiatan UKG tersebut kompetensi yang diujikan adalah kompetensi Pedagogik dan Profesional secara online. 

Pada awalnya kegiatan UKG tersebut banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak, terlebih pada UKG Tahap I yang telah dilaksanakan bulan Agustus lalu, berbagai macam hambatan sangat banyak ditemukan. Saat ini kala UKG Tahap II mulai dilaksanakan, khususnya untuk wilayah Kebumen tanggal 10 sampai dengan 15 Oktober 2012 juga ada beberapa hal yang menghambat kelancaran peserta dalam UKG. 
Peserta UKG di Kebumen
Rombongan saya yang berjumlah 20 orang, termasuk dalam gelombang ke-2 untuk hari pertama yaitu tanggal 10 Oktober 2012,  telah melakukan UKG mulai jam 10.30 sampai dengan 13.00.  Beberapa catatan tentang pelaksanaan UKG yang dapat saya uraikan adalah :
Pertama :
Dari jumlah 20 peserta, yang tidak hadir sebanyak 3 peserta. Satu peserta karena sedang menjalankan ibadah haji, satu peserta lagi karena tinggal 2 bulan pensiun sehingga memutuskan tidak mengikuti UKG. Peserta yang terakhir adalah sudah pensiun semenjak 4 tahun yang lalu namun masih mendapat undangan untuk mengikuti UKG.

Kedua :
Pada saat pelaksanaan, setelah melakukan persiapan untuk login ternyata ada 3 (tiga) orang guru yang terkaget-kaget karena soal yang muncul sangat berbeda jauh dengan mata pelajaran yang di ampu. Salah seorang teman yang mengampu dan bersertifikasi IPS ternyata harus mengerjakan soal Gambar Teknik Mesin. Demikian juga dengan dua orang teman lainnya yaitu guru yang bersertifikasi ekonomi harus mengerjakan soal sejarah dan yang terakhir guru yang bersertifikasi Tata Boga namun harus menghadapi soal Patiseri. Namun demikian setelah dikoordinasikan dengan pengawas, ketiga teman guru tersebut dapat meninggalkan ruangan sambil menunggu informasi lebih lanjut untuk mengikuti susulan.

Ketiga :
Dua orang lagi juga harus keluar, termasuk saya karena masih dalam kategori yellow list, yang berarti nomor peserta yang belum terdapat pada server pusat. Namun karena saya mendapat undangan untuk mengikuti UKG, maka saya hadir untuk melakukan presensi, mengisi nomor peserta dan NUPTK dan setelah itu meninggalkan ruangan UKG. 

Walaupun banyak hambatan yang ada,  namun pada prinsipnya kegiatan UKG pada tahap 2 ini cenderung lebih bagus dibanding UKG tahap 1. Selamat berjuang untuk teman-teman semua, semoga sukses mengikuti UKG dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. 

Terimakasih dan salam ...

Jumat, 05 Oktober 2012

Program Tahunan Kewirausahaan

Pada dasaranya Program Tahunan yang biasa dikenal dengan istilah PROTA adalah rencana umum tentang pembelajaran mata diklat tertentu. Dalam penyusunan PROTA ini harus didasarkan pada tahapan sebelumnya yaitu hasil dari Pemetaan Kompetensi Dasar dan harus memperhatikan pula tentang alokasi waktu yang ada.

Hasil dari penyusunan PROTA ini akan dijadikan dasar dalam tahapan berikutnya yaitu Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Untuk selengkapnya mengenai Program Tahunan Kewirausahaan dapat anda lihat DISINI

Selasa, 02 Oktober 2012

Pemetaan Kewirausahaan

Setelah tersusun silabus pada tahapan selanjutnya yang harus dilakukan bagi para guru adalah merencanakan atau menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikenal dengan RPP. Untuk menghasilkan RPP yang baik maka salah satu kegiatan yang harus dilakukan yaitu berupa Pemetaan Komptensi Dasar dalam hal ini adalah Pemetaan Kewirausahaan.

Untuk membantu anda berikut Pemetaan Kewirausahaan yang dapat anda unduh DISINI

Silabus Kewirausahaan

Silabus dapat diartikan sebagai garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi, atau materi pembelajaran

Dalam pengembangan silabus pihak yang terkait adalah :
1. guru kelas/mapel
2. kelompok guru kelas/mapel
3. KKG/MGMP
4. dinas pendidikan

Berikut saya serta silabus Kewirausahaan yang dapat anda download DISINI

Senin, 01 Oktober 2012

SK KD Kewirausahaan

Dalam glosarium yang ada dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Stardar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah  tertulis bahwa : 
 
Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan  keterampilan yangdiharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester; standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapaidan berlaku secara nasional.

Sedangkan Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi.

Untuk SKKD Kewirausahaan selengkapnya dapat dilihat DI SINI 

Panorama Pantai Menganti

Dalam sebuah kesempatan saya menemani dua orang tamu dari Malang, dalam rangka melakukan pendampingan sebuah program di sekolah. Usai kegiat...