Kabupaten Kebumen sudah sangat dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata. Berbagai obyek wisata sudah tidak asing lagi misalnya Pantai Logending, Pantai Petanahan, Pantai Karangbolong,
Pantai Suwuk, Pemandian Air Panas Krakal, Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung, Gua Petruk dan Gua Jatijajar. Obyek wisata lain sebenarnya masih sangat banyak, semisal benteng Van Der Wijck, Waduk Sempor, Waduk Wadaslintang dan lainnnya.
Minggu (28/1/2013) lalu saya berkesempatan menikmati keindahan Gua Jatijajar bersama-sama anak-anak Pramuka dari SMK Negeri 1 Ambal, Kebumen yang sedang menyelenggarakan kegiatan outbond di kawasan taman wisata Gua Jatijajar. Gua Intan dan Gua Dempok yang terletak tidak jauh dari Gua Jatijajar pun tidak terlewatkan untuk kita susuri tanpa kenal lelah. Postingan saya saat ini berkaitan dengan seputar wisata di Gua Jatijajar yang untuk kesekian kalinya saya kunjungi
Jika anda berkunjung ke Kebumen serasa belum lengkap bila anda tidak singgah menikmati keindahan Goa Jatijajar. Gua Jatijajar adalah sebuah tempat wisata berupa gua alam yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Gua Jatijajar yang terletak kurang lebih 21
kilometer ke arah selatan Gombong melewati rel kereta, atau 42
kilometer arah barat Kebumen.
 |
| Pintu masuk Gua Jatijajar (doc.pribadi) |
Ditinjau dari sejarahnnya Goa Jatijajar ditemukan oleh seorang petani yang memiliki tanah di atas Gua
tersebut yang Bernama "Jayamenawi". Pada suatu ketika Jayamenawi sedang
mengambil rumput, kemudian jatuh kesebuah lobang, ternyata lobang itu
adalah sebuah lobang ventilasi yang ada di langit-langit Gua tersebut.
Lobang ini mempunyai garis tengah 4 meter dan tinggi dari tanah yang
berada dibawahnya 24 meter. Pada mulanya pintu-pintu Gua masih tertutup oleh tanah. Maka setelah
tanah yang menutupi dibongkar dan dibuang, ketemulah pintu Gua yang
sekarang untuk masuk. Karena di muka pintu Gua ada 2 pohon jati yang
besar tumbuh sejajar, maka gua tersebut diberi nama Gua Jatijajar.
Pada tahun 1975 Gua Jatijajar mulai dibangun dan dikembangkan menjadi
Objek Wisata. Adapun yang mempunyai ide untuk mengembangkan atau
membangun Gua Jatijajar yaitu Bapak Suparjo Rustam sewaktu menjadi
Gubernur Jawa Tengah. Sedang pada waktu itu yang menjadi Bupati Kebumen
adalah Bapak Supeno Suryodiprojo.
 |
| Tempat duduk tersedia di dalam Gua Jatijajar (www.kebumenkab.go.id) |
Memasuki dan menyusuri Gua Jatijajar kita akan dibuat terkagum dan takjub. Pemandangan indah dapat kita nikmati dengan leluasa, karena hampir disetiap ruangan dalam gua ini dilengkapi dengan penerangan yang sangat memadai. Di ruangan dalam gua juga tersedia beberapa kursi bagi pengunjung yang ingin rehat sejenak menikmati sekeliling ruangan dalam gua tersebut. Sesekali tetesan air dari langit-langit gua mengenai bagian tubuh dan kepala kita.
 |
| Patung Legenda Raden Kamandaka ada disetiap lorong (doc.pribadi) |
Hampir di sepanjang lorong gua kita akan menjumpai beberapa patung yang menceritakan legenda Raden Kamadaka seorang putera mahkota kerajaan Pajajaran. Pemandangan indah lainnya adalah kita melihat banyak ornamen stalaktit dan stalagmit. Semakin ke dalam kita akan menjumpai sungai bawah tanah yang dikenal dengan istilah Sendang. Air mengalir sangat jernih dan segar, bahkan ada kepercayaan jika kita mencuci muka dengan air Sendang Mawar dan Kantil, maka selain
menjadi awet muda juga akan tercapai apa yang dicita-citakannya.
 |
| Sendang Mawar (doc.pribadi) |
Pintu keluar Gua Jatijajar persis bersebelahan dengan pintu masuk. Objek wisata ini telah dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana wisata seperti
tempat parkir yang luas, tempat bermain, kios makanan, buah-buahan dan
toko cindera mata ataupun souvenir.
Penasaran dengan Gua Jatijajar ? Silakan rencanakan liburan anda dan keluarga menuju Gua Jatijajar. Terimakasih dan salam ..
Sumber pendukung :
www.kebumenkab.go.id
http://id.wikipedia.org.wiki/Gua Jatijajar