Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Selasa, 15 November 2011 ·

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri.

Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan, yaitu generasi hedonis, generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berteman dengan miras, narkoba, seks bebas, tawuran pelajar atau mahasiswa dan akrab dengan dunia malam, maka hilangkan karakter mereka. Hilanglah karakter sebuah generasi yang konon menjadi generasi penerus bangsa. 

Pada akhirnya kondisi seperti ini menjadi sebuah "pekerjaan rumah" yang sangat serius bagi mereka-mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan dalam hal ini sekolah atau lembaga pendidikan formal. Sekolah diharapkan menjadi wahana yang tepat untuk menekankan kepada generasi muda tentang pendidikan karakter. Sejauh ini sekolah memang sering mendapat kritik pedas terkait dengan lemahnya karakter generasi saat ini. Sekolah "dituduh" hanya "mencekoki" anak-anak dengan pengetahuan dan ketrampilan (hard skill) belaka namun mengabaikan nilai-nilai kepribadian, ketrampilan mengelola diri (soft skill). 
Melatih mental, menyajikan hasil diskusi kelompok
Sebagai respon melalui dinas terkait, sosialisasi tentang pendidikan karakter sering dilaksanakan. Pada intinya sekolah sebagai lembaga formal pendidikan mempunyai kewajiban untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam setiap mata pelajaran yang ada. Tentunya hal ini membawa konsekuensi logis bagi setiap guru dalam memberikan materinya harus mengaplikasikan pendidikan karakter. Cukupkah itu ? Tidak !! Pendidikan karakter perlu keteladanan. Keteladanan adalah hal yang utama dalam pelaksanaan pendidikan karakter. Keteladan yang baik perlu ditunjukkan oleh guru atau warga sekolah lainnya, terlebih dari keluarga dalam hal ini adalah orang tua. Peran orang tua justru sangat vital dalam membentuk karakter seorang anak, karena keluarga adalah lingkungan pertama yang dikenal oleh anak sebelum mereka bersosialisasi dengan dunia luar. 

Akhirnya sampailah pada sebuah pesan singkat dari saya. Jangan jadikan televisi menjadi teladan dan guru bagi anak. Semoga bermanfaat, Salam ..

24 komentar:

WINA PRIVATE COURSE mengatakan...
15 November 2011 19.27  

Pendidikan karakter bangsa tiba-tiba populer.... emang selama ini guru kita ngajar karakter bangsa mana?

Yusuf Harfi mengatakan...
15 November 2011 19.37  

walaupun kadang sosok yang harusnya jadi teladan di sekolah memberikan contoh yang tidak sesuai dengan pendidikan karakter.
semoga saja ke depannya generasi muda lebih berkarakter

I2-Harmony mengatakan...
15 November 2011 20.31  

Dimulai dari diri kita sendiri, shut the televisi down. Kalo perlu dibuang saja. Hehehe...

DeWay mengatakan...
16 November 2011 00.16  

Keluarga adalah peran pendidik karakter paling penting. Karena tuntutan jaman banyak keluarga yang mengabaikan hal ini, si anak lebih banyak di sekoki dengan hal-hal yang bersifat menghibur dalam hal ini televisi menjadi pilihannya, sedang orang tua sibuk untuk menumpuk kekayaan, dan masa depan sang anak menjadi taruhannya.

Nice artikel

konde mengatakan...
16 November 2011 07.34  

harus didik mulai dari kecil, dan sebagai orangtua harus lebih memperhatikan pergaulan anak2nya

Aji Prast mengatakan...
16 November 2011 10.31  

Keluarga menjadi yang utama dalam mendidik seorang anak.

Outbound Malang mengatakan...
16 November 2011 13.14  

berkunjung pak..salam kenal

Andy mengatakan...
16 November 2011 13.33  

yang dijadikan teladan bagi anak sebenarnya orang tua,kan ada pepatah " Orang besarkan dari keluarga pejahat maka anak mengikuti jejaknya yang membesarkan'a dan begitu juga sebaliknya "
TV sekarang acaranya buruk buat perkembangan anak,maka sangat tidak dianjurkan untuk anak keseringan menonton tv

Rasimun Way mengatakan...
16 November 2011 14.52  

@Wina PC : proses pembentukan karakter anak sebenarnya ada dalam setiap pembelajaran dan berlangsung dari dahulu kala, jika sekarang tiba2 menjadi booming ini berarti perlu mendapat pencermatan.

Rasimun Way mengatakan...
16 November 2011 14.56  

@Yusuf Harfi : ya betul Mas, sangat disyangkan sekali jika ternyata ada yang seperti itu. Mungkin dia tak siap dengan statusnya sebagai teladan bagi warga sekolah. Terimakasih...

Rasimun Way mengatakan...
16 November 2011 14.59  

@I2-Harmony: semua dimulai dari di sendiri, bukan tdk boleh lihat tv, tapi atur diri utk melihat tv

Rasimun Way mengatakan...
16 November 2011 15.02  

@Deway : orang tua adalah panutan pertama anak2,shg semestinya ortu harus memberikan tauladan yang baik

Rasimun Way mengatakan...
16 November 2011 15.04  

@konde : setuju gan, itulah salah satu kewajiban ortu ..

Rasimun Way mengatakan...
16 November 2011 15.07  

@Aji Prast: menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah, tanggung jawab besar, dan berkewajiban membimbing dan mendidik anak2nya.

Rasimun Way mengatakan...
16 November 2011 15.08  

@Outbound Malang : salam kenal kembali, jadi pingin ke Malang nih..hehe

Rasimun Way mengatakan...
16 November 2011 15.11  

@andy: yang paling utama dalam membentuk karakter anak adalah orang tua dan keluarga. Peran keluarga sangat penting dalam membimbing dan mengarahkan anak2nya. terimakasih ..

socafahreza's blog mengatakan...
16 November 2011 17.33  

ya memang benar kalau guru bukan hanya mengajar melainkan juga mendidik :)..

Popi mengatakan...
17 November 2011 16.16  

pendidikan karakter anak yang utama itu dari orangtua! Orangtua adalah model pertama buat sang anak.

kombor mengatakan...
18 November 2011 15.05  

Setuju. Pendidikan karakter memang perlu keteladanan. Apabila yang memberikan pendidikan karakter merupakan pribadi yang dapat diteladani, bagaimana peserta didik akan menyerap dan mengaplikasikan pendidikan yang diberikan?

Rasimun Way mengatakan...
18 November 2011 16.20  

@socafahreza : terima kasih, telah hadir disini

Rasimun Way mengatakan...
18 November 2011 16.23  

@Popi : betul banget, lingkungan keluarga adalah yg pertama dikenal anak. trims

Rasimun Way mengatakan...
18 November 2011 16.29  

@kombor : keteladanan positif tentunya sangat diperlukan bagi perkembangan anak. Salam..

Moh. Irchamni mengatakan...
26 November 2011 23.06  

mengucapkan berkarakter itu memang gampang...karena bicara kan ga bayar....hal yg mungkin perlu di sikapi adalah betapa beratnya untuk menjadi guru berkarakter sebelum mengkarakterkan murid2nya...dan ternyata dg diklat sertifikasi itu pun blm jaminan menjadi guru berkarakter. kalo boleh berpendapat bahwa dimana guru akan berkarakter berbading pada seberapa keikhlasan guru dalam mengajar.

Rasimun Way mengatakan...
27 November 2011 13.16  

@Moh. Irchamni : Ya betul banget, karakter, karakter dan karakter sedang hot. Mari kita mulai dari diri kita masing2.. Salam

Posting Komentar

Komentar harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Terima kasih

About Me

Foto Saya
Rasimun Way
Lahir di Karangsambung,Kabupaten Kebumen, besar di Cepu dan Semarang. Aktivitas di SMK Negeri 1 Ambal, Kebumen. Bertempat tinggal di Kutosari, Kebumen. Email : denrasimun@gmail.com
Lihat profil lengkapku

Daftar Isi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 
Top

Rasimun Way | Copyright © 2011 All right reserved.
Red Eleganisme Blogger Template | Designed By Serba Blog