Cerita Menarik Saat Menghadapi Razia Polisi

Sabtu, 13 Oktober 2012 ·

razia (fiksikulo.wordpress.com)
Pernahkah anda terkena razia atau tilang dari operasi aparat kepolisian di jalan raya ? Jikalau belum syukurlah, berarti anda termasuk pengguna jalan raya yang sopan dan tertib. Tetapi jika anda pernah terkena tilang maka opsi wajib yang harus diikuti yaitu mengikuti sidang di pengadilan dan membayar denda sesuai dengan bobot pelanggaran yang dilakukan.

Idealnya pembayaran denda atas tindak pelanggaran dijalan raya dilaksanakan melalui sidang di pengadilan, namun dalam kenyataannya muncullah opsi-opsi atau alternatif dengan model win win solution. Banyak cerita menarik yang sebenarnya dapat kita ungkap dari kisah beberapa teman yang pernah terkena tilang.

Salah seorang teman yang sedang melakukan perjalanan dari Kebumen menuju Yogyakarta harus berurusan dengan aparat di sekitar perbatasan Purworejo - Yogyakarta, karena lampu motornya tidak dinyalakan. Singkat kata terjadilah negosiasi, yang semula dari Rp 50.000,- hingga tercapai deal Rp 10.000,-. Begitu deal, teman saya langsung meluncur menuju tujuan tanpa hambatan. 

Seorang teman lain, dengan wajah penuh kebencian menceritakan pengalamannya saat sedang serius menikmati perjalanannya tiba-tiba distop oleh aparat. Ketika ia diberhentikan oleh aparat, kalimat yang sering muncul dari aparat umumnya adalah " selamat siang, maaf mengganggu perjalanan anda". Maka dengan lantang teman saya menjawab, " Ya jelas mengganggu ". ( Betul juga, apa yang disampaikan teman saya .. hehe )

Cerita lain adalah ketika seorang teman harus beradu argumentasi dengan aparat karena pada saat rambu lalu lintas masih kuning mobilnya terus melaju dan aparat menganggapnya sebagai pelanggaran. Ketika mobil sudah dipinggirkan maka terjadilah debat, aparat berpendapat lampu sudah menyala merah. Sementara teman saya tetap pada pendirian lampu masih kuning, maka ia terus melaju dengan kendaraannya. Setelah berusaha gigih dengan ngeyelnya bahwa lampu benar-benar masih kuning, akhirnya teman saya lolos juga dari jeratan aparat.

Cerita yang paling lucu adalah saat seorang teman yang saat itu sedang hamil 8 bulan. Ia diboncengkan oleh suaminya dan bermaksud pulang dari sebuah keperluan di rumah saudaranya. Sesampai di jalan raya, melihat ada operasi polisi maka suaminya yang merasa bahwa SIM-nya telah habis alias kadaluwarsa, ia  menghentikan motornya. Ia memiliki ide untuk berganti posisi, karena ia paham bahwa SIM istrinya masih aktif. Ketika ia diberhentikan dari aparat yang masih berhelm lengkap, maka respon dari aparat justru membuatnya terkaget-kaget. Ternyata aparat tadi hanya berkata singkat padat disusul senyum dengan penuh keheranan. "Kamu tidak bisa naik motor apa pak, masa istrinya yang harus didepan ?". Terlebih lagi ternyata sang aparat tadi sangat mengenal suami dan teman saya tersebut, maka dengan rasa malu dan senyum kecut ia melanjutkan ke tempat tujuan.  

Itu sebagian dari cerita yang pernah saya dengar dari teman-teman, saya yakin teman-teman semua banyak memiliki pengalaman yang lebih seru dan menarik. Silakan saling berbagi, terimakasih dan salam.

 

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Terima kasih

About Me

Foto Saya
Rasimun Way
Lahir di Karangsambung,Kabupaten Kebumen, besar di Cepu dan Semarang. Aktivitas di SMK Negeri 1 Ambal, Kebumen. Bertempat tinggal di Kutosari, Kebumen. Email : denrasimun@gmail.com
Lihat profil lengkapku

Daftar Isi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers

 
Top

Rasimun Way | Copyright © 2011 All right reserved.
Red Eleganisme Blogger Template | Designed By Serba Blog