Minggu, 01 Mei 2011

Kegiatan Penilaian Hasil Belajar


Kegiatan penilaian atau mengevaluasi keberhasilan proses pembelajaran merupakan bagian integral dari tugas seorang guru atau pendidik. Penilaian yang disebut juga dengan asesmen merupakan kegiatan pengumpulan informasi hasil belajar peserta untuk menetapkan apakah peserta didik telah menguasai kompetensi yang ada.
Pelaksanaan evaluasi proses pembelajaran untuk mengetahui kinerja peserta didik dalam belajar harus dilakukan secara teratur dan berkesinambungan selama dan setelah proses pembelajaran. Dengan demikian evaluasi proses dan hasil belajar harus dilaksanakan dengan menganut prinsip – prinsip :
  1. Menyeluruh, bermakna mengamodasikan kemampuan pada ranah kognitif, psikomotorik dan afektif.
  1. Berkesinambungan, mengevaluasi tingkat kemampuan manusia sangat berbeda dengan mengukur kuantitas atau kualitas benda mati karena faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa begitu banyak. Oleh karenanya perlu dilakukan secara terus menerus dengan frekuensi yang cukup tinggi menyangkut perkembangan kemampuan selama dan sesudah pembelajaran berlangsung.
  1. Berorientasi pada tujuan, evaluasi harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan pemebelajaran yang ditetapkan. Hal ini mengakibatkan cara mengevaluasi dan instrumen yang digunakanpun berbeda – hbeda sesuai tujuan yang ditetapkan. Disinilah dibutuhkan berbagai macam instrumen untuk mengetahui keberhasilan siswa seperti : lembar observas, instrumen penilaian sikap, portofolio, PR, dan tes.
  1.  Obyektif, setiap tingkat keberhasilan siswa harus diukur dengan ukuran yang obyektif sesuai dengan kemampuan siswa yang sesungguhnya. Di sini diperlukan ketulusam guru untuk berlaku adil terhadap setiap siswa.
  1.  Terbuka, hasil yang dicapai oleh setiap siswa menyelesaikan tugas-tugas atau tes harus dikoreksi, disampaikan kepada siswa dan pihak terkait seperti kepada kepala sekolah dan orang tua siswa.
  1.  Bermakna,  hasil pengamatan dan tes terhadap kemampuan siswa  dalam menyelesaikan tugas-tugas harus mempunyai makna bagi siswa dan guru untuk instropeksi seberapa jauh kinerja siswa dan guru telah berhasil atau belum berhasil dengan upaya untuk melakukan perbaikan pada masa berikutnya.
  1. Mendidik, evaluasi harus bersifat mendidik bagi semua pihak, termasuk siswa, guru, sekolah dan orang tua murid untuk meningkatkan upaya dalam meningkatkan hasil belajar mengajar. Siswa harus menyadari kekurangan atau kekuatannya dalam menguasai materi pelajaran dan termotivasi untuk belajar terus menerus lebih baik lagi. 

Manfaat Penilaian


a. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi
b. Untuk memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remidial
c. Untuk umpan balik guru dalam memperbaiki metode, pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang digunakan
d. Untuk masukan bagi guru guna merancang kegiatan belajar.
e. Untuk memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan.
f. Untuk memberikan umpan balik bagi pengambil kebijakan dalam mempertimbangkan konsep penilaian kelas yang baik untuk digunakan.

Fungsi Penilaian
a. Memberikan informasi kepada peserta didik tentang penguasaan komptensi tertentu
b. Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka memahami dirinya, membuat keputusan tentang langkah berikutnya ( misal untuk pemilihan jurusan ).
c. Menemukan kesulitan belajar peserta didik 
d. Menemukan kelemahan atau kekurangan proses belajar sehingga dapat memperbaiki dalam proses pembelajaran selanjutnya.
e. Sebagai kontrol bagi guru dan sekolah untuk mengetahui perkembangan peserta didik.



Tidak ada komentar:

Panorama Pantai Menganti

Dalam sebuah kesempatan saya menemani dua orang tamu dari Malang, dalam rangka melakukan pendampingan sebuah program di sekolah. Usai kegiat...