Langsung ke konten utama

Pantai Logending Kebumen

Kebumen adalah salah satu kota kecil yang berada si pesisir selatan samudera Indonesia. Oleh karenanya tidak mengherankan di Kebumen ini banyak sekali potensi wisata yang mengandalkan daya tarik pantai-pantai dari ujung barat hingga ujung timur. Beberapa pantai di Kebumen yang sangat dikenal adalah Pantai Karangbolong, Pantai Menganti, Pantai Pasir, Pantai Petanahan, Pantai Bocor dan Pantai Suwuk. Tidak ketinggalan pula pantai yang sudah tidak asing lagi bagi kita adalah Pantai Logending. 
Pantai Logending atau sering disebut Pantai Ayah

Sebagai informasi bahwa Pantai Logending, dapat ditempuh dari Kebumen dengan jarak berkisar 53 km, atau dari kota Gombong sekitar 23 km. Jalur menuju pantai logending ini merupakan jalur wisata, sehingga jika kita dapat mengelola waktu dengan baik maka secara marathon kita dapat berwisata di Goa Jatijajar, Goa Petruk dan terakhir adalah Pantai Logending. Jika masih dirasa kurang, perjalanan dapat dilanjut untuk menikmati indahnya Pantai Menganti.
Sisi lain Pantai Logending
Untuk kesekian kalinya saya bersama anak-anak berkesempatan mengunjungi Pantai Logending atau sering disebut juga dengan Pantai Ayah, disebut pantai ayah karena secara administratif pantai Logending memang ada di wilayah kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Pantai Logending merupakan obyek wisata yang memiliki keindahan alam sangat menawan. Pantainya sangat luas, terlebih sekarang sudah ada pengembangan untuk dermaganya, sehingga menambah daya tarik bagi para wisatawan. 
Menyusuri muara sungai Bodo
Pengunjung atau wisatawan akan lebih terpesona lagi jika berkenan naik perahu-perahu wisata berupa perahu tempel ataupun perahu pesiar yang disediakan oleh nelayan setempat. Berapa ongkos naik perahunya ? Tidak perlu khawatir, cukup 5.000 rupiah saja. Wisatawan dapat secara leluasa menikmati keindahan muara sungai Bodo, sebuah sungai yang menjadi pemisah antara kabupaten Cilacap dengan kabupaten Kebumen. Sungainya tenang, ditepian banyak pohon-pohonan lebat sehingga dapat menambah indahnya pemandangan di sekitarnya. Setelah selesai berkeliling menyusuri sungai Bodo, wisatawan akan diantarkan menuju lokasi pelelangan ikan yang tidak jauh dari Pantai Logending, hanya menyeberang sebentar dengan perahu-perahu tersebut maka sampailah dan disitu tersedia berbagai macam ikan-ikan segar. 
Beberapa keluarga menikmati pantai dengan naik kuda
Bagi pengunjung yang hanya ingin menikmati keindahan di sekitar pantai saja, dapat menikmati asyiknya naik kuda menyusuri pantai. Atau dapat juga menikmati indahnya pantai dengan naik bendi, sejenis delman tetapi ukurannya lebih kecil. Usai menikmati pantai, sangat tidak afdol rasanya jika tidak berlanjut ke rumah makan di sekitar pantai. Sebagai referensi bagi pengunjung semua, rumah makan bu Nanang dengan menu utama seafood  saya pikir sangat afdol dijadikan tempat untuk makan siang.
Menu makan siang
Jikalau sudah ada makanan dihadapan kita, rasanya sulit untuk melanjutkan serunya wisata di Pantai Logending ini. Jadi, alangkah bijaknya diakhiri dahulu tulisan ini. Terima kasih dan salam ...

Komentar

Setandan pisang mengatakan…
Wuiihhh... pasti seru tuh

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...