Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatanku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Oktober 2014

Cara Cek Pajak Kendaraan Bermotor Anda

jengjeng.matriphe.com
Sebagai warga negara yang baik, maka kewajiban kita adalah membayar pajak. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Jadi sangat jelas pembayaran pajak adalah sebagai perwujudan dari kewajiban warga negara untuk mendukung terlaksananya pembangunan nasional.

Jenis pajak sangat beragam, Pajak Kendaraan Bermotor adalah salah satunya. Pajak ini dipungut oleh Pemerintah Daerah Provinsi. Setiap setahun sekali para pemilik kendaraan bermotor berkewajiban untuk membayar pajak tersebut. Untuk mempermudah atau mengecek pajak kendaraan bermotor anda sebelum datang ke tempat pembayaran pajak kendaraan terdekat, maka anda dapat melihat di SINI (Cek Pajak Kendaraan Bermotor Anda)

Mohon maaf, itu hanya berlaku untuk Provinsi Jawa Tengah saja. Terimakasih dan salam .....

Minggu, 18 November 2012

Shopping Center, Tempat Buku Murah di Yogyakarta

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa ikon kota Yogyakarta adalah Malioboro. Di sepanjang jalan kurang lebih 1 kilometer  ini dapat kita jumpai berbagai souvenir cantik, kaos oblong yang sangat khas dan aneka batik yang dijajakan para pedagang mulai dari ujung utara hingga selatan. Tidak hanya pedagang tradisional saja, bagi anda yang ingin belanja di mall pun tidak perlu khawatir. Di Malioboro, ritel modern dan tradisional hidup secara berdampingan. 

Namun perlu diingat bahwa Yogyakarta bukan hanya dikenal dengan Malioboronya. Khusus bagi kalangan terdidik, para pelajar dan mahasiswa nama Shopping Center sangat tidak asing baginya. Shopping center merupakan pusat penjualan buku-buku dari buku yang lama, baru, bahan-bahan bacaan penunjang, kliping, dan masih banyak lainnya seperti buku teks untuk SD, SMP, SMA/SMK serta Perguruan Tinggi.
Pengunjung di Shopping Center Yogyakarta (doc.pribadi)
Lokasi Shopping Center sangat strategis, yaitu bersebelahan dengan lokasi Taman Pintar Yogyakarta.  Taman Pintar merupakan sebuah wahana wisata yang dibangun tahun 2003 diperuntukkan bagi anak-anak dengan maksud sebagai tempat untuk berekspresi, kreasi dan sarana wisata. Maka tidak heran jika dalam setiap harinya Shopping Center tidak pernah sepi dari pengunjung, bahkan banyak pengunjung berasal dari luar kota. 
  
Salah satu alasan Shopping Center menjadi tempat tujuan untuk belanja buku karena koleksinya yang lengkap dari buku-buku yang sudah lama sampai buku terbaru tersedia. Faktor penting yang paling utama adalah harga buku  terjangkau untuk semua kalangan. Selain harga buku yang murah, kita juga akan diberikan  potongan harga dan sampul buku plastik secara cuma-cuma alias gratis. 

Bagi yang tertarik silkan mencoba. Sekian, terimakasih  dan salam ...

Rabu, 14 November 2012

Aburizal Bakrie Kunjungi Kebumen

Aburizal Bakrie disambut dosen
Kawasan Wisata Terpadu Mexolie Land sebentar lagi akan hadir di wilayah Kebumen. Berlokasi di eks gedung Sari Nabati Kebumen, hari ini (14/11/2012) telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Kebumen H. Buyar Winarso, SE. Hadir dalam acara tersebut Ir. H Aburizal Bakrie Ketua Umum DPP Golkar beserta anggota DPR RI H. Bambang Soesatyo, SE. MBA serta berbagai unsur masyarakat dan undangan. 

Kawasan wisata terpadu tersebut direncanakan akan digunakan sebagai sarana wisata keluarga yang lengkap, menyediakan arena bermain bagi anak-anak, sarana olahraga semisal kolam renang, futsal dan tak ketinggalan pendukung wisata yaitu restauran dan cafe. Harapannya dari pembangunan kawasan wisata terpadu ini dapat mendorong perekonomian masyarakat dan sudah barang tentu dapat menjadi alternatif wisata di kota Kebumen. 

Pada hari yang sama, Bupati Kebumen telah ditunggu segenap civitas akademika Politeknik Dharma Patria Kebumen yang akan meresmikan gedung baru di Jalan Letjen Suprapto Kebumen. Sejumlah tamu undangan dari berbagai perguruan tinggi, Kopertis, dunia usaha, tokoh agama dan masyarakat serta segenap keluarga besar Politeknik Dharma Patria hadir. 

Aburizal Bakrie beserta rombongan disela-sela kesibukannya juga menyempatkan untuk menghadiri peresmian gedung baru Politeknik Dharma Patria.  Kunjungan beliau disambut meriah oleh segenap keluarga besar Politeknik Dharma Patria Kebumen. Beliau bahkan berkenan memberikan ceramah kepada unsur mahasiswa yang menurut direktur Dharma Patria DR. H.K Prihartono AH, Drs, S.Sos, MM. berjumlah 1210 mahasiswa. Mengakhiri ceramah Aburizal Bakrie memberikan penghargaan kepada unsur dosen dan karyawan berprestasi serta memberikan surprise berupa laptop kepada mahasiswa yang pada hari tersebut sedang ulang tahun.  
Suasana usai peresmian kampus baru (doc.pribadi)
Usai acara ceramah selesai Aburizal Bakrie dan rombongan segera meninggalkan lokasi. Bupati Kebumen pada kesempatan berikutnya secara resmi menandatangani prasasti dan membuka selubung kampus baru Politeknik Dharma Patria dengan tombol yang telah dipersiapkan. Peninjauan kampus dilakukan oleh Bupati Buyar Winarso, SE dan segenap staf yang mengikutinya dilanjutkan ramah tamah.

Salam ..

Minggu, 14 Oktober 2012

Karnaval Budaya Warga Muja Muju Yogyakarta

Upacara untuk memperingati hari jadi kota Yogyakarta yang ke-256 telah berlangsung seminggu yang lalu tepatnya Minggu (7/10) malam, yang dipusatkan di kantor Balai Kota Yogyakarta. Namun semangat untuk memeriahkan, menyemarakkan hari jadi kota yang mempunyai makanan khas gudeg tersebut masih sangat terasa hingga seminggu kemudian yaitu hari Sabtu (13/10). 
doc. pribadi (rasimun)
Terbukti sore itu, jalanan di sekitar depan Kampus Kebangsaan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta yang tidak jauh dari kantor Balai Kota Yogya padat oleh peserta pawai atau karnaval budaya dari warga kelurahan Muja Muju. Karnaval budaya diikuti dari unsur seperti sekolah dasar, sekolah menengah, RT dan RW, para penggiat seni wayang orang dan jathilan. 
doc. pribadi (rasimun)
doc. pribadi (rasimun)
Karnaval budaya mengambil start dan finish di lingkungan kampus UST Yogyakarta dan walikota Yogyakarta secara langsung terjun kejalan untuk memberikan sambutan sekaligus memberangkatkan kegiatan karnaval tersebut tepat pukul 16.00 waktu setempat. Berada pada barisan terdepan adalah rombongan Paguyuban RT RW Kampung Miliran, diikuti oleh beberapa peserta dari berbagai unsur yang ada.
doc. pribadi (rasimun)
doc pribadi (rasimun)
Turut aktif pula dalam karnaval tersebut berbagai elemen dari perkumpulan mahasiswa seperti Perkumpulan Mahasiswa Indramayu, Cirebon dan Sulawesi Tenggara serta elemen lain yang tidak dapat teridentifikasi jelas namanya. 
doc. pribadi (rasimun)
doc. pribadi (rasimun)
Walaupun karnaval hanya dilakukan dalam lingkungan yang kecil yaitu level kelurahan saja, namun semarak dan kemeriahan karnaval budaya tersebut betul-betul mampu memadatkan jalan raya, sehingga arus lalu lintas mejadi terhambat. Peserta karnaval berjalan melalui rute jalananan di sekitar Balai Kota kemudian belok ke kiri, dan melewati kampung Miliran serta finish ditempat yang sama dengan tempat start.

Pada hari yang sama (13/10) atau bertepatan dengan malam minggu digelar pula pentas seni budaya, semua dalam rangka "Semangat Segoro Amarto" yang bermakna Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta. Terlebih secara khusus pengakuan pemerintah pusat telah terasa kuat melalui Undang-undang  Keistimewaan tentang  Yogyakarta ini.

Selamat hari jadi Yogyakarta yang ke-256. Salam ...

Sabtu, 13 Oktober 2012

Cerita Menarik Saat Menghadapi Razia Polisi

razia (fiksikulo.wordpress.com)
Pernahkah anda terkena razia atau tilang dari operasi aparat kepolisian di jalan raya ? Jikalau belum syukurlah, berarti anda termasuk pengguna jalan raya yang sopan dan tertib. Tetapi jika anda pernah terkena tilang maka opsi wajib yang harus diikuti yaitu mengikuti sidang di pengadilan dan membayar denda sesuai dengan bobot pelanggaran yang dilakukan.

Idealnya pembayaran denda atas tindak pelanggaran dijalan raya dilaksanakan melalui sidang di pengadilan, namun dalam kenyataannya muncullah opsi-opsi atau alternatif dengan model win win solution. Banyak cerita menarik yang sebenarnya dapat kita ungkap dari kisah beberapa teman yang pernah terkena tilang.

Salah seorang teman yang sedang melakukan perjalanan dari Kebumen menuju Yogyakarta harus berurusan dengan aparat di sekitar perbatasan Purworejo - Yogyakarta, karena lampu motornya tidak dinyalakan. Singkat kata terjadilah negosiasi, yang semula dari Rp 50.000,- hingga tercapai deal Rp 10.000,-. Begitu deal, teman saya langsung meluncur menuju tujuan tanpa hambatan. 

Seorang teman lain, dengan wajah penuh kebencian menceritakan pengalamannya saat sedang serius menikmati perjalanannya tiba-tiba distop oleh aparat. Ketika ia diberhentikan oleh aparat, kalimat yang sering muncul dari aparat umumnya adalah " selamat siang, maaf mengganggu perjalanan anda". Maka dengan lantang teman saya menjawab, " Ya jelas mengganggu ". ( Betul juga, apa yang disampaikan teman saya .. hehe )

Cerita lain adalah ketika seorang teman harus beradu argumentasi dengan aparat karena pada saat rambu lalu lintas masih kuning mobilnya terus melaju dan aparat menganggapnya sebagai pelanggaran. Ketika mobil sudah dipinggirkan maka terjadilah debat, aparat berpendapat lampu sudah menyala merah. Sementara teman saya tetap pada pendirian lampu masih kuning, maka ia terus melaju dengan kendaraannya. Setelah berusaha gigih dengan ngeyelnya bahwa lampu benar-benar masih kuning, akhirnya teman saya lolos juga dari jeratan aparat.

Cerita yang paling lucu adalah saat seorang teman yang saat itu sedang hamil 8 bulan. Ia diboncengkan oleh suaminya dan bermaksud pulang dari sebuah keperluan di rumah saudaranya. Sesampai di jalan raya, melihat ada operasi polisi maka suaminya yang merasa bahwa SIM-nya telah habis alias kadaluwarsa, ia  menghentikan motornya. Ia memiliki ide untuk berganti posisi, karena ia paham bahwa SIM istrinya masih aktif. Ketika ia diberhentikan dari aparat yang masih berhelm lengkap, maka respon dari aparat justru membuatnya terkaget-kaget. Ternyata aparat tadi hanya berkata singkat padat disusul senyum dengan penuh keheranan. "Kamu tidak bisa naik motor apa pak, masa istrinya yang harus didepan ?". Terlebih lagi ternyata sang aparat tadi sangat mengenal suami dan teman saya tersebut, maka dengan rasa malu dan senyum kecut ia melanjutkan ke tempat tujuan.  

Itu sebagian dari cerita yang pernah saya dengar dari teman-teman, saya yakin teman-teman semua banyak memiliki pengalaman yang lebih seru dan menarik. Silakan saling berbagi, terimakasih dan salam.

 

Rabu, 10 Oktober 2012

Catatan tentang Uji Kompetensi Guru Tahap 2

Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Oleh karenanya guru selalu dituntut untuk selalu mengembangkan diri selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Uji Kompetensi Guru (UKG) adalah salah satu cara untuk  memetakan penguasaan kompetensi guru sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan profesi guru. Dalam kegiatan UKG tersebut kompetensi yang diujikan adalah kompetensi Pedagogik dan Profesional secara online. 

Pada awalnya kegiatan UKG tersebut banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak, terlebih pada UKG Tahap I yang telah dilaksanakan bulan Agustus lalu, berbagai macam hambatan sangat banyak ditemukan. Saat ini kala UKG Tahap II mulai dilaksanakan, khususnya untuk wilayah Kebumen tanggal 10 sampai dengan 15 Oktober 2012 juga ada beberapa hal yang menghambat kelancaran peserta dalam UKG. 
Peserta UKG di Kebumen
Rombongan saya yang berjumlah 20 orang, termasuk dalam gelombang ke-2 untuk hari pertama yaitu tanggal 10 Oktober 2012,  telah melakukan UKG mulai jam 10.30 sampai dengan 13.00.  Beberapa catatan tentang pelaksanaan UKG yang dapat saya uraikan adalah :
Pertama :
Dari jumlah 20 peserta, yang tidak hadir sebanyak 3 peserta. Satu peserta karena sedang menjalankan ibadah haji, satu peserta lagi karena tinggal 2 bulan pensiun sehingga memutuskan tidak mengikuti UKG. Peserta yang terakhir adalah sudah pensiun semenjak 4 tahun yang lalu namun masih mendapat undangan untuk mengikuti UKG.

Kedua :
Pada saat pelaksanaan, setelah melakukan persiapan untuk login ternyata ada 3 (tiga) orang guru yang terkaget-kaget karena soal yang muncul sangat berbeda jauh dengan mata pelajaran yang di ampu. Salah seorang teman yang mengampu dan bersertifikasi IPS ternyata harus mengerjakan soal Gambar Teknik Mesin. Demikian juga dengan dua orang teman lainnya yaitu guru yang bersertifikasi ekonomi harus mengerjakan soal sejarah dan yang terakhir guru yang bersertifikasi Tata Boga namun harus menghadapi soal Patiseri. Namun demikian setelah dikoordinasikan dengan pengawas, ketiga teman guru tersebut dapat meninggalkan ruangan sambil menunggu informasi lebih lanjut untuk mengikuti susulan.

Ketiga :
Dua orang lagi juga harus keluar, termasuk saya karena masih dalam kategori yellow list, yang berarti nomor peserta yang belum terdapat pada server pusat. Namun karena saya mendapat undangan untuk mengikuti UKG, maka saya hadir untuk melakukan presensi, mengisi nomor peserta dan NUPTK dan setelah itu meninggalkan ruangan UKG. 

Walaupun banyak hambatan yang ada,  namun pada prinsipnya kegiatan UKG pada tahap 2 ini cenderung lebih bagus dibanding UKG tahap 1. Selamat berjuang untuk teman-teman semua, semoga sukses mengikuti UKG dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. 

Terimakasih dan salam ...

Selasa, 25 September 2012

Mengenang Kisah Saat Menonton Film G30S PKI

Poster G30S (tabloidbintang.com)
Beberapa puluh tahun silam, saat saya masih duduk dibangku sekolah dasar (SD Negeri Karangsambung) film G30S PKI adalah tontonan wajib bagi siswa-siswi. Masih teringat bagaimana para guru dengan tegas mengatur semua siswa untuk segera naik sebuah truk yang telah disiapkan menuju kota Kebumen. Perjalanan 18 kilometer dari Karangsambung menuju kota Kebumen sangat mengesankan, jalan yang berkelok dan pemandangan yang indah menjadi sebuah kenangan yang tidak mudah dilupakan.

Bernyanyi dan saling bersahutan dengan perasaan senang tanpa lelah ternyata mampu menghapus panasnya terik matahari siang itu. Gedung bioskop Star di Kebumen yang menjadi tujuan menonton film terlihat sudah. Seluruh siswa bersiap turun dari truk dan tak lama kemudian berhamburan menuju tempat antrian masuk ke dalam lokasi gedung bioskop mengikuti instruksi para guru.



Woow, ramai sekali.  Maklum, itulah pertama kali saya menonton film di gedung bioskop, hehehe ... Ternyata hampir seluruh tempat duduk yang ada penuh terisi oleh siswa-siswi  berseragam merah putih dari berbagai sekolah di penjuru Kebumen. Namun setelah ditata dan diatur oleh para guru, akhirnya dapat tempat duduk juga. Setelah muncul musik yang sangat khas dan logo PPFN maka kini saatnya menonton film dengan tenang sambil menikmati jajanan ala kadarnya yang disiapkan oleh orang tua.

Film G30S PKI atau sering dikenal dengan Film Pengkhianatan G30S PKI, ada juga yang menyebutnya Gestok (Gerakan Satu Oktober 1965) ini, seingat saya disutradarai oleh Arifin C. Noer. Beberapa pemeran dalam film tersebut jika tidak keliru adalah Ade Irawan, Umar Kayam dan Amoroso Katamsi. Film ini menceritakan peristiwa pada malam 30 September dan pagi harinya yaitu tanggal 1 Oktober 1965, yang konon terjadi adalah adanya pergolakan politik di negeri kita ini yang pada akhirnya menyebabkan beberapa pembunuhan terhadap para jenderal TNI oleh PKI.

Kenangan menonton film G30S PKI muncul lagi manakala TVRI satu-satunya stasiun televisi milik pemerintah memutar film tersebut setiap tanggal 30 September. Tidak bosan juga untuk menontonnya, walau saat itu televisinya masih hitam putih, milik tetangga lagi. Hahaha ... sangat-sangat mengesankan dan takkan terlupakan. Kelihatan orisinil banget dan ndeso-nya ..

Ketika lembaran-lembaran kehidupan baru muncul sebagai akibat dari gelombang reformasi, maka hapuslah sudah cerita kehebatan dan kedigdayaan orde baru dibawah kepemimpinan Soeharto. Tidak luput pula nasib film G30S PKI yang pada masa jayanya selalu menghiasi layar kaca di akhir bulan September, kini tak terlihat sama sekali. Demikian juga dengan film-film lain yang bernuasa heroisme para pejuang negeri kita saat mempertahankan kemerdekaan. Hilang ditelan masa.

Mengapa penayangan film G30S PKI dihentikan ? Beberapa pihak menuding bahwa film tersebut adalah pembohongan publik yang dilakukan oleh pemerintah yang berkuasa saat itu. Alasan lain saya tak mampu menjawabnya. Biarlah para pakar, sejarawan yang lebih kompeten untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Ijinkan saya untuk tetap mengenang bagaimana cara seorangan anak desa ini menikmati film G30S PKI pada masa silam. Terimakasih dan salam ...

Senin, 10 September 2012

Mengikuti Silaturahmi Warga Desa Kutosari

Pra acara silaturahmi
Hari Ahad, 9 September 2012 bertempat di Balai Desa Kutosari, Kecamatan Kebumen suasana kebahagiaan dan kebersamaan sangat terasa sekali. Kepala desa dan perangkatnya dibantu dengan beberapa warga, hari itu mengadakan acara silaturahmi bagi warga desanya. Silaturahmi antara aparat desa dengan warga adalah kegiatan rutin yang telah diselenggarakan dari tahun ke tahun. Momen Idul Fitri 1433 H terasa sangat tepat untuk saling bermaaf-maafan. 

Dalam rangka menjalin dan menyambung rasa persaudaraan segenap warga desa, maka kegiatan silaturahmi dapat dijadikan cara untuk tetap berkomunikasi menjaga dan memupuk kebersamaan yang telah ada.Sudah barang tentu bukan hanya karena faktor perayaan Idul Fitri saja, silaturahmi diadakan. Silaturahmi bermakna sangat luas, dan hal ini dapat dilakukan melalui beberapa kegiatan yang ada didesa. Silaturahmi antara sesama harus dipupuk sehingga tercipta kondisi masyarakat yang aman, tentram dan damai.

Hampir seluruh elemen masyarakat hadir dalam acara tersebut, mulai segenap perangkat desa, ketua RT, ketua RW, BPD, dan beberapa undangan untuk warga masing-masing wilayah yang ada di Kutosari. Hadir pula Tugiyono, S.Sos camat Kebumen. 
Kegiatan pra acara silaturahmi diisi oleh group rebana RW 4 Kutosari yang baru-baru ini mewakili lomba rebana tingkat kabupaten dan memperoleh juara 2. Beberapa lagu didendangkan oleh group rebana tersebut sambil menantikan kehadiran  Kyai Fahrudin, S.Ag yang rencananya akan memberikan tausyiah berkaitan dengan silaturahmi. 
Kegiatan silaturahmi warga Kutosari
Pukul 09.30, acara dimulai. Ketua panitia memberikan sambutan singkatnya. Disusul ikrar silaturahmi oleh warga masyarakat yang diwakili oleh H. Muchlas, S.Pd beserta istri. Ikrar ditujukan kepada kepala desa Kutosari yaitu H. Muh. Fadlan beserta ibu. Sambutan singkat kepala desa berlalu, kemudian sambutan dari camat Kebumen berakhir sudah. Acara pungkasan yang banyak dinantikan adalah hadirin adalah tausyiah dari Kyai Fahrudin, S.Ag segera dimulai.

Gema wahyu Illahi berupa bacaan ayat-ayat suci al qur’an dilantunkan dengan indahnya oleh seorang ibu muda, warga desa Kutosari. Sampai saatnya pun tiba, uraian hikmah silaturahmi yang sangat dinantikan akhirnya sampai juga. Beberapa hal yang dapat saya tangkap dari uraian hikmah silaturahmi adalah Allah SWT akan melapangkan rezeki orang yang suka menyambung tali silaturahmi. Allah juga akan memanjangkan umur kepada umat yang tetap menjaga silaturahmi dengan sesama. Silaturahmi juga akan memperkuat keimanan kita.

Saling berjabat tangan alias bersalam-salaman mengakhiri kegiatan silaturahmi warga desa Kutosari.

Senin, 03 September 2012

Silaturahmi bersama Teman-teman UST Yogyakarta

Sebagaimana lazimnya usai hari raya idul fitri, maka silaturahmi menjadi ciri khas masyarakat kita. Tidak terkecuali bagi saya dan teman-teman Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta,  yang jauh-jauh sebelumnya merencanakan kegiatan silaturahmi ini. Kegiatan silaturahmi dilaksanakan hari Minggu, 2 September 2012 bertempat di Rumah Makan KantiNet, Jalan Raya Kutoarjo-Kebumen, Butuh, Kutoarjo. 

Lokasi ini dipilih dengan banyak pertimbangan, hal yang paling utama adalah penentuan lokasi berdasarkan asas keseimbangan. Artinya mengambil lokasi tepat ditengah-tengah dari tempat tinggal teman-teman semua, sehingga teman-teman yang dari Kulonprogo tidak terlampau dekat atau terlampu jauh. Demikian pula dengan teman yang bertempat tinggal di Purwokerto, jarak tempuh sangat terjangkau.Bagaimana dengan yang dari Kebumen, tentu jarak tempuhnya lebih dekat lagi. Hehehe ... asyik.
Trio Kwik-kwik versus Trio Kwak-kwak
Pertimbangan lain adalah rumah makan KantiNet yang menyediakan masakan ayam dan bebek goreng ini kebetulan milik salah seorang teman yang sama-sama studi lanjut di UST.  Kebersamaan dan keakraban sangat terasa, tanpa ada sungkan dan ewuh pakewuh. Beberapa teman sibuk dengan aktivitas jeprat-jepret mengabadikan momen yang betul-betul sangat spesial, beberapan teman lain asyik menikmati ayam dan bebek goreng.
Menu makan siang
Tanpa terasa,  setengah hari sudah menikmati kebersamaan dengan teman-teman. Acara inti berupa ikrar silaturahmi yang sedianya dilaksanakan setelah makan-makan akhirnya harus dialihkan di salah satu rumah teman yang berada di Sarwogadung, Mirit. Hal ini semata-mata karena di rumah makan KantiNet dekat dengan jalan raya, sehingga komunikasi untuk acara silaturahmi kurang berjalan dengan baik terutama dari sisi audionya. Maka segeralah semua meluncur ke Sarwogadung dan melanjutkan acara.
Pasukan racik-racik rujak
Acara silaturahmi harus juga di-pending  untuk beberapa saat karena teman-teman kaum hawa memiliki acara sendiri yaitu berupa rujakan alias lutisan. Bengkoang alias besusu, mangga, nanas dan mentimun diracik kemudian disiapkan juga buah semangka sebagai penawar pedasnya. Hmmm ... maka mau tak mau harus menunggu sambil menunggu rujak siap di santap.
Sejenak foto bareng, sebelum sayonara
Usai dirasa cukup, semua memasuki ruangan dan acara inti dimulai. Acaranya simple, pembukaan, sambutan dari ketua Pak Edi Sutanto dan sedikit wejangan dari Kyai Mustaqim yang kebetulan juga sesama teman di UST. Acara silaturahmi diakhiri dengan saling berjabat tangan saling memaafkan, foto bersama sesaat dan sayonara. Sampai bertemu lagi di perkuliahan pertama semester dua akhir bulan September ini. Salam ..

Senin, 14 Mei 2012

Kelulusan, Corat-Coret Seragam itu Tidak Cerdas

Saat hari kelulusan  merupakan momen  yang sangat bermakna bagi seluruh siswa yang telah usai menjalani kegiatan Ujian Nasional. Terlebih jika kabar yang sangat dinantikan tersebut betul-betul sesuai harapan, maka sempurna sudah kebahagian mereka. Walau sebenarnya kebahagian yang mereka rasakan sejatinya adalah kebahagiaan yang semu, kebahagiaan yang sesaat. Karena usai kelulusan tersebut mereka-mereka akan dihadapkan pada kehidupan yang sebenarnya, yaitu hidup di masyarakat.

Corat-coret seragam pasca kelulusan
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ternyata tidak sedikit diantara para lulusan merayakan hari bahagianya dengan cara-cara yang menurut saya terlalu berlebihan. Berbagai cara atau model merayakan hari kelulusannya cenderung urakan dan sangat mengganggu ketertiban umum. Aksi corat-coret seragam sekolah secara umum masih dominan dan seakan menjadi tradisi bagi para lulusan. Mungkin juga bagi mereka corat-coret seragam adalah simbol telah usainya pendidikan formal di sekolah yang ditinggalkan. Namun apapun argumennya model perayaan dengan cara-cara diatas patut disayangkan.

Aksi corat-coret seragam sangat sulit untuk dikendalikan karena hal tersebut dilakukan diluar sekolah sehingga kewenangan sekolah sudah tidak ada lagi. Terlebih aksi tersebut tidak dilakukan oleh satu sekolah tertentu tetapi hampir seluruh lulusan sekolah melakukannya. Bahkan kegiatan mereka kadang terkoordinasi, hal ini karena sering terjadi konvoi bersama-sama di jalanan raya usai aksi corat-coret seragam. Aksi ini tentunya mempunyai resiko yang tinggi, karena rentan akan terjadinya kecelakaan. Apalagi mereka mengendarai motor tanpa pengaman helm, ditambah dengan raungan-raungan motor model knalpot 'bobokan' sehingga menimbulkan suara yang dapat memekakkan telinga. Mau tak mau pengendara lain harus memberikan kesempatan kepada para lulusan yang konvoi di jalanan, sebagai antisipasi diri agar tidak terganggu.



Pihak sebenarnya sekolah dapat mengantisipasi agar aksi-aksi corat-coret seragam tidak dapat dilakukan, salah satu upaya preventif yaitu dengan mewajibkan para siswa yang akan menerima pengumuman mengenakan pakaian adat atau pakaian layaknya seorang eksekutif muda yang gagah dan berdasi. Tidak lupa pula sekolah juga melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian terdekat guna memuluskan rencana agar pelaksanaan pengumuman berjalan sukses. Namun demikian para lulusan juga tidak kalah mencari akal, umumnya mereka sudah menyiapkan pakaian seragam dengan cara menitipkan di tempat tertentu. Kalau begini saya jadi teringat Prof. Dr. H. Madyo Ekosusilo, M.Pd yang pernah memberikan wejangan bahwa mereka-mereka yang melakukan aksi corat-coret seragam, berkonvoi tak beraturan sebenarnya adalah orang-orang mempunyai ilmu, namun mereka itu tidak cerdas. 
 
Memang jikalau kita mau berpikir cerdas, sebenarnya merayakan kelulusan dapat dilakukan dengan cara yang lebih arif dan terpuji serta menyenangkan dan dapat berguna bagi orang lain, semisal pengumpulan seragam bekas, berlibur bersama, menggelar pentas seni, mengadakan pengajian akbar, tasyakuran dan masih banyak yang lainnya.


Terimakasih dan salam ...

Senin, 07 Mei 2012

Pasca UN, Segera Tentukan Pilihan

Kerja atau Kuliah (ipmimo.blogspot.com)
Telah berakhirnya kegiatan Ujian Nasional pada pertengahan bulan April yang lalu (khususnya untuk SMA/SMK dan yang sederajat), bukan berarti usai sudah perjuangan mereka. Jikalau rasa bebas dan merdeka itu menggelora, maka sudah sewajarnya mereka rasakan. Bayangkan berapa banyak waktu dan energi yang terkuras untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional tersebut. Berbagai kegiatan dari try out dan pembahasan soal-soal UN, secara padat dan berantai serta terprogram harus ditempuh semata-mata untuk satu tujuan yaitu dapat melampaui 'momok' siswa-siswa kelas XII yang bernama Ujian Nasional. 

Hal yang semestinya kita pahami bersama adalah bahwa kita belajar itu bukan untuk sekolah saja, namun sebenarnya yang lebih utama adalah kita belajar untuk kehidupan ini. Terlebih jikalau kita belajar hanya karena faktor Ujian Nasional. Terlalu dangkal dan sempitnya pola pikir yang sedemikian itu, ujian itu hanya salah satu alat ukur saja. Pembelajaran pada diri seseorang itu berlangsung abadi sepanjang hayat.  Sekolah memang tempat kita belajar, tetapi kita belajar tidak hanya di sekolah. Belajar yang kita lakukan adalah dalam rangka mempersiapkan diri kita masing-masing untuk menghadapi segala permasalahan yang ada dalam kehidupan ini.

Oleh karenanya saat ini rasanya tidak tepat untuk tetap menikmati kebebasan secara berkepanjangan pasca Ujian Nasional. Karena sebentar lagi mereka semua akan segera meninggalkan masa remaja menuju kedewasaannya. Mereka akan banyak merasakan sesuatu berbeda seperti yang telah dirasakannya saat dibangku sekolah. Berkumpul, belajar dan bermain bersama teman-teman satu kelas kini harus ditinggalkan, karena sudah saatnya mereka-mereka menentukan pilihan-pilihan untuk masa depannya. Pilihan-pilihan yang menyebabkan mereka semua tidak dapat menyatukan ruang dan waktu kembali seperti saat menempuh di sekolah.

Hari kemarin adalah kenangan, maka bersiaplah meninggalkan kenangan, raih dan songsong masa depan yang gemilang. Saatnya membuat pondasi yang kokoh untuk membangun dan mengembangkan diri sendiri sehingga dapat menjadi pribadi yang mampu bersosialisasi di segala lapisan masyarakat. Bagi yang sudah menentukan pilihan-pilihan hidup untuk bekerja pada dunia usaha / dunia industri, maka satu hal yang utama dalam bekerja adalah unsur kepercayaan. Jika kita diberikan kepercayaan oleh atasan kita maka berarti kita diberikan nilai plus tersendiri. Jangan hilangkan nilai plus tersebut menjadi nilai minus hanya karena kita menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan kepada kita. Butuh waktu, energi dan perjuangan panjang untuk mampu merubah nilai minus menjadi nilai plus kembali.

Bagi mereka-mereka yang berkesempatan dengan diberikan kelapangan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang tinggi, maka persiapkan fisik dan mental harus terjaga, karena sistem pembelajaran di perguruan tinggi jelas berbeda dengan SLTA. Faktor kesesuain jurusan, jarak dan pembiayaan selama menimba ilmu di perguruan tinggi jelas menjadi pertimbangan yang tidak boleh diabaikan. 

Hari saat  pengumuman akan segera datang dalam beberapa minggu ke depan. Sudah siapkah menentukan pilihan-pilihan ?

Kamis, 15 Maret 2012

Menyoal Bantuan Langsung Tunai

Rencana pemerintah untuk menaikkan bahan bakar minyak alias BBM per 1 April 2012, tak luput dari pro dan kontra. Kebijakan pemerintah, apalagi berkaitan dengan hal ikhwal yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti ini, memang tidak terlepas dari sorotan berbagai kalangan. Berjuang di barisan terdepan adalah para mahasiswa dengan idealismenya menyuarakan penolakan tegas terhadap rencana kenaikan BBM. Sangat disayangkan memang, beberapa aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan kenaikan bahan bakar minyak tersebut berakhir dengan pecahnya kerusuhan.

Lain lagi suara para politisi kita. Beberapa diantara mereka ada yang senada dengan mahasiswa, menyuarakan penolakan terhadap kebijakan tersebut. Namun bukan rahasia umum lagi, jika suara-suara mereka yang berasal dari para politisi tersebut hanya upaya untuk pencitraan diri dan partainya saja. Bukannya berburuk sangka, tetapi ini sebuah kondisi nyata karena 2014 sudah di depan mata, bukankah ini sebuah momen yang tepat untuk menarik simpati masyarakat yang tengah haus akan kesejahteraan ?

Upaya pemerintah untuk menaikkan BBM tersebut  akan barengi dengan pemberian kompensasi berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada mereka-mereka yang tergolong yang kurang mampu. Permasalahannya sekarang, apakah dengan dikeluarkannya program BLT masalah tersebut selesai ? Tidak semudah yang orang duga, ternyata dalam praktek di lapangan justru banyak permasalahan yang muncul. Tak heran banyak pihak-pihak yang pesimistis dengan kesuksesan dan kelancaran program tersebut.

Seorang Pramono Anung, wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat pun sampai berkomentar bahwa BLT hanya menguntungkan partai penguasa, karena BLT hanya dijadikan sebagai instrumen politik kekuasaan. Bukan karena Pramono Anung atau siapapun orangnya yang berpendapat, menurut saya itu sah-sah saja karena posisinya memang sebagai seorang politikus. Saya tidak memihak siapapun, karena saya bukanlah siapa-siapa tetapi yang pasti saya memiliki hak dan kebebasan untuk berpendapat. Perlunya ada peninjauan kembali tentang kebijakan pemberian kompensasi BLT, itu pendapat saya. Hal ini karena beberapa alasan mendasar yang sering kita temukan di masyarakat. 

BLT itu hanya akan menjadi simpul orang untuk malas bekerja, mereka akan dimanjakan dengan program tersebut. Uang tunai akan menghampiri mereka secara otomatis tanpa usaha dan kerja nyata dari mereka-mereka yang berhak mendapatkannya. Pemberian BLT kepada masyarakat jelas sangat tidak mendidik, ibaratnya kita menggiring mereka untuk memiliki ketergantungan pada program-program sejenis.  Inilah alasan pertama saya agar yang berkepentingan melakukan peninjauan kembali program BLT tersebut. 

Alasan lain adalah sasaran BLT banyak yang kurang tepat. Kebijakan secara teori memang terkesan mudah namun dalam pelaksanaan di lapangan sering terjadi tumpang tindih, tidak jelas arahnya kemana. Hal ini terjadi karena tidak ada batasan yang jelas tentang kriteria orang-orang yang tergolong kurang mampu. Sehingga banyak terjadi kesimpangsiuran, yang tidak mampu tertinggalkan dan sebaliknya yang mampu malah mendapat jatah BLT. Karakteristik masyarakat kita yang unik juga dapat menyebabkan timbulnya masalah baru, misalnya ada sebagian masyarakat berpura-pura tidak mampu padahal memiliki motor dan barang mewah lainnya. Ternyata banyak masyarakat kita yang tidak senang jika diberi titel sebagai orang yang mampu.

Ketidakjelasan dan ketidakadilan penerimaan BLT tersebut pada akhirnya dapat menjadi pemicu terjadinya konflik horisontal dalam masyarakat.Keharmonisan dan kerukunan yang selama ini berjalan dengan baik, akhirnya terganggu. Muncullah sikap saling curiga dan prasangka serta kecemburuan dari berbagai pihak, jika BLT yang diberikan tersebut tidak tepat sasaran. Faktor nepotisme juga dapat terjadi, jika ternyata pihak-pihak yang diberikan tugas untuk membagi kompensasi BLT tersebut ternyata menyalahgunakan wewenangnya dengan cara membagikan kompensasi tersebut mengedepankan unsur keluarga terdekat.


Lebih parah lagi, dari sumber yang pernah saya baca tentang pembagian kompensasi BLT beberapa tahun yang lalu, ada petugas yang didatangi warga dengan membawa senjata tajam karena tidak menerima BLT. Sangat miris bukan ? Jadi saya pikir pemberian BLT secara umum tidak akan mampu menyejahterakan masyarakat. 
Korban pembagian BLT (empimuslion.wordpress.com)
Sisi lain yang perlu disoroti adalah teknis pengambilan BLT. Sistem yang kurang baik dan terpusatnya orang-orang yang akan mengambil BLT dalam tempat yang terbatas dapat menyebabkan saling desak dan saling dorong diantara mereka. Hasilnya adalah kekacauan dan keributan serta huru hara, saling berebut tak terkendali. Masyarakat kita memang kurang disiplin dan tidak menghargai budaya antre dengan baik. Hasilnya adalah seperti yang dapat kita saksikan di televisi, adalah jatuhnya para korban yang terinjak dan terdorong. Sangat memprihatinkan. Tidak itu saja bahkan jiwa pun dapat melayang, hanya karena karakter masyarakat kita yang kurang menghargai budaya antre.

Begitulah realita yang sering terjadi pada program pemberian kompensasi BLT. Selanjutnya terserah anda untuk menyikapinya. Salam .. 

Minggu, 04 Maret 2012

Mengapa Koruptor Identik dengan Tikus ?


Perburuan saya dan istri untuk menangkap seekor tikus kecil yang masuk ke rumah saat malam hari, menjadi sesuatu yang menarik untuk ditulis. Walau tikus berhasil meloloskan diri, tetapi rasa bangga dalam diri tetap ada, setelah pagi harinya saya jumpai dua ekor tikus sekaligus masuk dalam perangkap tikus yang telah usang. Terasa menangkap koruptor saja. Hehehe .... **mimpi kali yee???** 
Permasalahan sekarang  adalah adakah hubungannya antara tikus dengan koruptor ?

Semua orang pasti mengenal tikus. Tikus adalah binatang pengerat, binatang yang secara umum dapat mendatangkan kerugian bagi kita sebagai manusia. Kerugian yang kita dapatkan bisa kita temui di sawah, di rumah ataupun di kantor-kantor. Oleh karenanya muncullah beberapa istilah tikus sawah, tikus rumah, tikus got dan ada istilah lain yang merupakan lagunya bang Iwan Fals yaitu tikus-tikus kantor. Bentuk-bentuk kerugian yang dapat kita temukan misalnya rusaknya tanaman pangan, rusaknya beberapa peralatan,  arsip-arsip penting baik di rumah atau di kantor. Jadi tidak salah, jika kita telah memvonis tikus sebagai binatang perusak.
Dua tikus sekaligus, terperangkap

Layaknya tikus maka para pelaku korupsi alias koruptor juga dapat dikatakan sebagai pihak yang merusak tatanan. Koruptor itu rakus, seperti tikus, ia memperkaya diri dengan cara-cara yang ilegal dan tak pantas, mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya, menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi dan golongannya.  Tak terbantahkan, imbasnya adalah  kerugian yang harus diderita oleh pihak-pihak tertentu.

Koruptor itu licik dan cerdik, seperti tikus. Ia memiliki segala cara untuk mendapatkan targetnya demi perut dan kepentingannya. Ketika aktivitas mulai terendus maka dengan serta ia melarikan diri ke wilayah aman yang sulit terjangkau oleh pemburu. Memasuki zona aman melalui lubang-lubang sempit dan busuk, jikalau perlu ia pun menyeberang ke negeri orang  dan 'berganti baju' dengan nama yang lebih keren menjadi 'mouse'.

Tikus itu pengecut, sama halnya dengan koruptor. Diam-diam merancang aksinya, bersekongkol dengan yang lainnya menggerogoti apa yang bukan menjadi haknya. Jika ada hal-hal yang diluar dugaan, dalam hal ini ada yang tertangkap, maka dapat dipastikan yang terangkap itu adalah tikus-tikus yang kecil. Tikus yang besar bersembunyi di balik lubang, menunggu keadaan betul-betul dirasa aman dan terkendalikan. 

Tikus itu juga gemar bernyanyi, lazimnya koruptor. Manakala terperangkap, nyanyian cit cit cit dan ciiiit terdengar kesana kemari tiada henti. Bernyanyi sambil tunjuk hidung ini itu, lempar batu sembunyi tangan, bersikukuh tak ada kesalahan yang dilakukan sebelum betul-betul bukti ditemukan. Tikus itu menjijikan, tikus itu sumber penyakit dan masih banyak status tikus lainnya, yang jelas tikus itu adalah musuh yang nyata bagi kita semua.

Terimakasih dan salam ... 

Selasa, 28 Februari 2012

Tradisi Sekolah Jelang UN

Hampir dua minggu terasa ada sesuatu yang hilang. Setelah disibukkan dengan kegiatan Penerapan ISO 9001 : 2008 di sekolah dan kesehatan sedikit terganggu, alhamdulillah kali ini dapat posting lagi. Tradisi Sekolah Jelang Ujian Nasional menjadi sesuatu yang pantas untuk ditulis.

Ujian Nasional 2012 sudah semakin dekat. Berdasarkan jadwal yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) kegiatan Ujian Nasional untuk SMA/MA direncanakan tanggal 16 sampai 19 April 2012. Untuk pelaksanaan Ujian Nasional SMK akan diselenggarakan mulai tanggal 16 sampai 18 April 2012. Namun pada tahap awal khusus untuk SMK sudah diawali dengan Ujian Nasional Mata Pelajaran Produktif yang direncanakan tanggal 19 Maret 2012. Sedangkan untuk pelaksanaan Ujian Nasional SMP dan yang sederajat akan diselenggarakan mulai tanggal 23 sampai 26 April 2012.


Mencermati pelaksanaan Ujian Nasional pada tahun-tahun sebelumnya, ternyata sampai saat ini Ujian Nasional juga masih menjadi sesuatu yang menakutkan bagi para peserta didik, guru mata pelajaran Ujian Nasional dan tak ketinggalan pihak sekolah pun ikut dipertaruhkan secara kualitas. Oleh karenanya untuk menghadapi Ujian Nasional berbagai persiapan berupa latihan-latihan soal atau try out telah dirancang khusus untuk mengkondisikan para peserta didik agar merasa lebih mantap dalam menghadapi ujian tersebut.

Try out jikalau boleh saya katakan sudah menjadi semacam tradisi. Hampir seluruh sekolah mempersiapkan kegiatan ini semata-mata untuk menghadapi Ujian Nasional.  Pada umumnya pelaksanaan try out dirancang setelah kegiatan pembelajaran rutin usai, penyelenggaraannya dapat di atur dengan model pendekatan menyerupai pelaksanaan Ujian Nasional. Tujuan kegiatan try out ini adalah sebagai sarana untuk melatih kesiapan mental peserta didik dan sekaligus untuk mengetahui perkembangan penguasaan materi peserta didik.

Sekalipun nilai Ujian Nasional bukan satu-satunya faktor kelulusan namun bukan rahasia lagi bahwa dengan kegiatan Ujian Nasional ini kredibelitas sekolah akan dipertaruhkan. Oleh karenanya segala usaha yang terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional betul-betul dipersiapkan secara matang. Pada tahapan selanjutnya tradisi yang selalu dijalankan dalam rangka pelaksanaan Ujian Nasional adalah adanya program pembahasan atau membedah soal-soal Ujian Nasional. Kegiatan ini lebih fokus kepada aspek teknis untuk menyelesaikan soal sehingga peserta didik lebih memahami dan mendalami berbagai jenis soal.

Tradisi terakhir menjelang pelaksanaan Ujian Nasional adalah pelaksanaan mujahadah. Entah siapa yang pertama memulai, namun mujahadah sudah menjadi tren dan cara yang baik untuk menyiapkan mental peserta didik. Terlepas dari pro dan kontra tentang pelaksanaan mujahadah menjelang Ujian Nasional kita harus mengakui bahwa peserta didik tidak hanya kita persiapkan secara akademis saja namun aspek spiritual juga tidak boleh ketinggalan. Meminjam istilah asing yaitu spiritual building harus tetap ditekankan karena pada saat pelaksanaan Ujian Nasional betul-betul dibutuhkan mental yang baik bagi peserta didik. 

Semoga bermanfaat. Salam ..

Minggu, 12 Februari 2012

Iklan Memenuhi Memori Kita

Mempromosikan produk adalah hal yang wajib dilakukan oleh produsen untuk dapat mengenalkan produknya kepada para konsumen. Untuk mengenalkan produknya perusahaan dapat menggunakan berbagai macam media iklan seperti media cetak, elektronik, papan reklame, baliho, spanduk, brosur, leaflet dan model selebaran yang lain. Untuk memperoleh respon dari masyarakat maka pemasangan iklan pun harus dilakukan secara rutin atau lebih efektif lagi harus dilakukan secara berulang-ulang.
 
Fungsi dari promosi melalui media iklan ini adalah menginformasikan kepada khalayak tentang produk perusahaan tertentu dengan harapan minimal masyarakat lebih mengenali produk yang diiklankan. Iklan juga berfungsi membujuk agar calon konsumen tertarik dan dapat membeli produk. Iklan juga dapat mengingatkan seseorang akan suatu produk tertentu. Mempengaruhi seseorang untuk segera menindaklanjuti dari apa yang diiklankan adalah fungsi lain dari promosi dengan melalui iklan. Oleh karenanya iklan biasanya dipersiapkan dengan baik dan matang bahkan saat ini produsen menggandeng perusahaan periklanan untuk melakukan kerjasama. 

Di sisi lain, sebagai konsumen ternyata tanpa kita sadari bahwa memori kita sebenarnya telah penuh dengan 'bumbu-bumbu' iklan. Jika kita renungi lebih dalam lagi, maka segala aktivitas yang kita kerjakan hampir semuanya mempunyai relevansi yang kuat dengan iklan-iklan. Sebagai penguat saja, mengawali aktivitas pagi kita sudah harus menggunakan produk sabun mandi tertentu, bahkan produk tersebut sudah menjadi keharusan. Dilanjutkan dengan sarapan pagi, kita juga harus menyentuh berbagai produk makanan dengan merk tertentu pula. Demikian juga dengan urusan minum kita tidak dapat terlepaskan dengan produk-produk berbagai air mineral yang ada. 
Papan reklame (planology.wordpress.com)
Saat-saat diperjalanan menuju tempat kita bertugas, hampir memori kita di ' jejali ' setiap saat, setiap detik dengan berbagai macam produk melalui papan-papan reklame yang ada dipinggir-pinggir jalan. Baliho yang terpasang disudut-sudut jalan strategis, spanduk melintang yang terpasang di badan jalan pun menambah memori semakin terpenuhi dengan berbagai macam informasi yang semuanya masuk dalam kategori iklan. Belum lagi ditambah dengan brosur, leaflet, pamflet dan segala macam hal yang  berbau promosi.

Sesampai di tempat kerja, iklan selalu menghantui diri kita. Berbagai jenis peralatan yang kita gunakan untuk beraktivitas tidak terlepas dari produk dengan merk tertentu pula. Dari media untuk mengetik, media untuk komunikasi, media untuk menggandakan dan lain-lainnya. Terlebih saat-saat kita santai di rumah semisal dengan menonton acara dari televisi tertentu, berbagai macam dan jenis iklan siap memberikan janji-janji manis yang dapat membuai kita. Jadi dapat dikatakan hampir seluruh aktivitas kita selalu bersinggungan dengan iklan, maka saya pun mempunyai kesimpulan bahwa memori kita sebenarnya penuh dengan iklan. 

Iklan tidak hanya memenuhi pinggiran jalan dan menutupi wajah kota. Iklan juga telah memasuki dan memenuhi seluruh aspek kehidupan manusia. Hal ini karena secara nyata, bahwa  kita hidup selalu dihadapkan pada berbagai macam tuntutan kebutuhan. Hukum sebab akibat sudah sewajarnya terjadi, sisi lain kita sebagai manusia memerlukan sesuatu untuk dapat memenuhi kebutuhan, sedangkan produsen berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan dengan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Jadi semuanya wajar-wajar saja, tidak ada yang salah dengan model atau cara mengiklankan.

Mungkin yang perlu kita pahami adalah karena kita sebagai objek iklan maka jangan pernah kita mengambil keputusan yang terburu-buru untuk menentukan sesuatu pilihan yang terkait dengan kebutuhan kita. Karena iklan hanyalah salah satu media untuk menawarkan produk kepada konsumen, sepenuhnya hak untuk menentukan pilihan-pilihan kebutuhan bergantung kepada konsumen itu sendiri.

Semoga catatan iseng ini dapat berguna. Terimakasih dan salam ..


Kamis, 02 Februari 2012

Reuni di Dunia Maya

Masa lalu adalah kenangan, siapapun tak pernah menyanggahnya. Berjuta cerita dapat terurai jika kita kembali memutar memori menuju puluhan tahun di masa lampau. Mengenang masa-masa sekolah atau kuliah sungguh dapat membuat kita tersenyum untuk beberapa saat. Sebaliknya lewat cerita masa lalu pula, kita dapat merasakan pedihnya perjuangan untuk menggapai cita-cita dengan segala pengorbanan yang ada. Terlalu sulit diungkapkan dengan kata-kata yang dapat mewakili kepedihan ataupun kebahagiaan yang dirasakan kala itu.
Berbagai macam media sosial
Tampaknya kita patut bersyukur, seiring perkembangan jaman dan ketika teknologi memberikan kita jalan untuk dapat berbagi cerita lagi dengan teman-teman lama yang sudah terpisah puluhan tahun. Satu persatu teman terlacak, terdeteksi dan akhirnya dapat berkomunikasi. Tak pelak tidak memerlukan waktu yang lama melalui sebuah jejaring sosial akhirnya terkumpul jua puluhan teman-teman lama yang kini berada di berbagai daerah. Sebuah jalinan komunikasi dan silaturahmi kini akhirnya dapat terjadi kembali dan sangat membahagiakan.

Komunikasi berlanjut, berbagai acara pun dicanangkan, semisal acara temu kangen para alumni hingga rencana reuni. Harapannya dengan kegiatan  reuni kita dapat bersatu kembali setelah bertahun-tahun terpisah oleh jarak, tempat, ruang dan waktu. Melalui reuni  ini pula kita dapat merenda cerita-cerita usang, berbagi cerita konyol, cerita tragis, cerita cinta dan sejuta cerita lainnya. Mengenang masa sekolah, masa yang tak akan terlupakan,  dan tak salah memang apabila sebagian besar orang berkata bahwa masa sekolah merupakan masa yang paling indah, karena itu nyata adanya.
Foto jadul di kampus Sekaran, Semarang 
(trimakasih untuk fotonya Mbak Mada, Jepara)
Namun harapan tinggal harapan, faktor jarak, tugas atau pekerjaan, keluarga dan kesempatan tampaknya menjadi penyebab tipisnya harapan untuk reuni. Kondisi yang sedemikian rupa ternyata tidak membuat komunikasi putus begitu saja. Sekali lagi kita patut bersyukur, dengan teknologi akhirnya reuni dengan versi berbeda dapat terlaksana. Reuni melalui chating dalam sebuah grup di jejaring sosial akhirnya menjadi solusinya. Reuni mengasyikan pun terjadi di dunia maya tanpa mengenal hari, jam dan dapat dilakukan di mana saja berada. Salut untuk semua.

Terima kasih dan salam untuk Alumni IKIP Semarang/UNNES 1990 di manapun berada.


Selasa, 24 Januari 2012

Mengharukan, Anak 13 Tahun menjadi Wali Nikah

Senin di pagi hari, 23 Januari 2012 bertepatan hari libur nasional tahun baru imlek, kurang lebih jam 09.00 suasana haru dan sendu menyelimuti segenap anggota keluarga pada sebuah upacara pernikahan seorang saudara di Karangsambung, sekitar kawasan Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung. Tidak hanya dari unsur keluarga saja, beberapa tamu yang hadir, khususnya ibu-ibu pun ikut merasa terharu atas apa yang dilihat dalam suasana hening dan khidmat serta sakral.
Aji menjadi wali nikah, walau masih 13 tahun
Hari itu adalah hari yang bersejarah dalam hidup dan sekaligus menjadi momen yang sangat berarti dalam diri seorang Aji Saputra. Apa pasal, Aji yang saat ini baru duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas 1 dan  berumur 13 tahun ini harus menjadi wali nikah untuk seorang kakak perempuannya yang baru beberapa bulan lalu wisuda dari sebuah perguruan tinggi di Semarang. Dia adalah anak laki-laki satu-satunya dan paling bungsu dari lima bersaudara, dan secara agama telah memenuhi syarat untuk menjadi wali nikah. Oleh karenanya ia pun akhirnya benar-benar melaksanakan tugasnya.

Terlihat wajah kalemnya saat duduk mengapit kedua mempelai, ataupun kadang bahkan terkesan cengar-cengir tersipu malu, maklumlah namanya juga masih anak-anak. Ketika acara telah dimulai hampir semua mata tamu undangan dan segenap anggota keluarga fokus mengarahkan perhatian ke anak tersebut. Memperhatikan gerak-geriknya dan pada akhirnya dengan panduan dari penghulu setempat ia pun selesai juga menjalankan tugasnya dengan lancar.

Mengharukan, sungguh sangat mengharukan. Ketika ijab kabul usai tanpa komando hampir semua anggota keluarga pun meneteskan airmata termasuk sang mempelai wanita. Saya tahu persis permasalahan yang terjadi. Satu hal yang tentu menjadi penyebab utama adalah telah meninggalnya bapak kandung sang mempelai wanita sekitar enam tahun lalu, sehingga suasana terbawa dan hanyut dalam kesedihan yang dalam.

Tak terkecuali dengan saya. Terhanyut sesaat, sepintas mengingat keseharian almarhum yang menurut saya juga memberikan andil besar dalam mengarahkan jalan hidup saya ini. Semoga segala amal perbuatanmu dapat diterima disisi Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang serta segala dosa diampuni-Nya. Teriring doa saya untukmu, saudaraku. 

Amiiin ...



Senin, 26 Desember 2011

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru


mie instant (indocampus.com)
Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud.

Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebut rasanya ada sesuatu yang sangat pantas disayangkan. Walaupun iklan itu hanya sekesar animasi belaka, namun gambar yang ada memang menunjukkan hal yang sangat menyakiti para guru.

Satu respon atas munculnya iklan tersebut berasal dari seorang guru SMP di Salatiga yang bernama Yati Kurniawati. Coba simak opininya yang saya ambil dari salah satu media on line. " Betapa keji tontonan yang disuguhkan di layar kaca tersebut,  entah apa yang telah dilakukan pak guru tersebut sampai sang binatang tersebut tega menginjak-injak kepala pak guru. Pasti aktor intelektual yang berperan di belakangnya tersenyum lebar penuh kemenangan menyaksikan keberhasilannya membuat kepala pak guru diinjak-injak oleh kaki-kaki  tanpa alas kaki, kaki-kaki bau dengan kuku-kuku yang kotor yang menjijikkan.


Saya sepakat dengan teman-teman yang sudah terlebih dahulu memberikan opininya terkait iklan mie instan tersebut. Pada dasarnya guru tidak ingin dihormati dan juga tidak gila akan kehormatan. Namun sebagai sesama manusia berkewajiban menghargai dan memperlakukannya secara manusiawi adalah sesuatu hal yang sangat bijak.  Apa yang menjadi keluh kesah teman-teman guru tentang iklan mie yang dirasakan sebagai  bentuk penghinaan  terhadap profesi guru tersebut juga saya rasakan. Bahwa apa yang kita lihat tentang iklan tersebut betul-betul mencederai hati para guru.

Semoga pihak-pihak yang terkait dengan hal tersebut memperhatikan keluh kesah para guru. Salam ..

Kamis, 08 Desember 2011

Catatan Amburadul di Ujung Malam


Huufft ... tak terasa hampir sepuluh jam lebih notebook saya dalam kondisi on, namun hanya sesekali jari-jari menyentuh tuts-tuts yang ada. Jejaring sosial benar-benar menjadi teman sejati dalam aktivitas saya dari jam 14.30 siang tadi. Jeda hanya saya lakukan saat-saat mendekati ibadah lima waktu dan makan malam saja. Kini saat semua anggota keluarga tertidur pulas, saya berusaha memaksakan diri untuk tetap membuka mata, yaitu melakukan aktivitas rutin diakhir semester dengan mencermati dan melakukan penilaian hasil pekerjaan anak-anak saya di sekolah yang lebih dari 500-an siswa. Deadline pengumpulan nilai menjadi alasan yang sangat kuat untuk tetap beraktivitas mengecek lembar demi lembar pekerjaan siswa.

Ketika jam dinding ruang depan berdentang satu kali, ketika lembaran-lembaran hasil pekerjaan masih berserakan,  dan ketika rasa jenuh mulai datang karena melihat tulisan-tulisan dengan ratusan model bentuk yang tak beraturan. Haduuh .. mata semakin tidak bersahabat. Menengok blog yang beberapa hari tak tersentuh menjadi alternatif yang sepertinya dapat membawa suasana sedikit berbeda untuk merangkai kata mengisi cerita di ujung malam.

Mengawali paragraf ketiga, kesulitan untuk melanjutkan cerita mulai terasa. Berhenti menulis, benar-benar blank dan kemudian nyelonong ke kamar mandi. Cuci muka dan menghirup udara malam dalam-dalam. Duduk pelan-pelan, menimbang-nimbang pekerjaan manakah yang harus saya pegang. Sebuah ballpoint terambil dan kembali pada aktivitas melakukan penilaian hasil pekerjaan siswa. "Rencana posting mesti ditangguhkan," pikirku. Kembali asyik menikmati beragam model tulisan yang ada di lembar jawab siswa dengan karakteristik tulisan masing-masing. Miring, lurus, besar dan kecil atau apapun bentuknya sejauh mampu dibaca, aktivitas mengoreksi hasil pekerjaan siswa tetap berlanjut. 

Tiga kali bunyi jam dinding. Terhenyak sesaat,  sampai akhirnya betul-betul pekerjaan dipaksakan untuk selesai walau masih beberapa sampul yang belum dikoreksi. Bola menjadi tontonan yang tak terlewatkan, terlebih lagi Liga Champion. Hohohoho .. bakalan tidak tidur semalaman. Tutup laptop, tinggalkan kertas-kertas yang berserakan dan nongkrong di depan televisi. 

Akhirnya posting di ujung malam pun tertunda.


Rabu, 23 November 2011

Sungai Luk Ulo, Riwayatmu Kini

Karangsambung adalah sebuah desa  sekaligus sebagai ibukota kecamatan yang terletak di belahan utara kota Kebumen, Jawa Tengah. Desa ini berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kebumen dan dapat dicapai sekitar 30 sampai dengan 45 menit dengan kendaraan umum. Jika kita menuju ke Karangsambung yang ada di benak kita tentunya adalah sebuah sarana wisata pengetahuan/ilmiah yaitu Cagar Alam Nasional Geowisata Karangsambung yang konon merupakan taman geologi terlengkap di kawasan Asia Pasifik. Perjalanan dari kota Kebumen menuju Karangsambung terasa sangat mengasyikkan, jalanan yang berkelok-kelok dan pemandangan alam yang menakjubkan akan terlihat disisi kiri dan kanan. Keindahan sungai Luk Ulo, sungai yang sangat dikenal dan memiliki kekayaan sumber daya alam berupa batu-batuan dan pasir akan terlihat juga. 

Sungai Luk Ulo telah  memberikan manfaat yang sangat banyak kepada warga disekitarnya. Bagi beberapa masyarakat yang ingin membangun rumah,  maka cukup mengambil pasir sesuai dengan kebutuhan menggunakan cangkul dan sekop. Aktivitas lain dari masyarakat disekitar sungai Luk Ulo misalnya mengambil batu-batuan untuk dipecah dan akan dijual sebagai bahan untuk pembuatan jalan. Ketika sore menjelang, puluhan anak-anak bermain dihamparan pasir yang luas di sisi sungai Luk Ulo. Permainan sepak bola plastik menjadi permainan yang paling menarik dan sangat digemari. Beberapa anak ada yang bermain layang-layang sambil menggembala hewan pemeliharaannya seperti sapi, kerbau dan kambing. Usai bermain di hamparan pasir yang luas, permainan wajib berlanjut ke sungai. Bermain dan mandi di sungai yang jernih, menyegarkan dan bersahabat.

Penambangan pasir (kebumen.aribicara.com)
Cerita dan kenangan itu kini telah berlalu. Saat ini saat jaman telah berubah, pola pikir dan pola hidup masyarakat juga sudah berubah, sungai Luk Ulo sudah tidak dapat bersahabat lagi. Apa terlihat dan apa yang dirasakan oleh masyarakat adalah dampak dari sebuah pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan alias eksploitasi. Mesin sedot pasir menjadi primadona untuk mengumpulkan pundi-pundi uang tanpa menghiraukan keseimbangan lingkungan. Ratusan truk tiap hari hilir mudik masuk keluar membawa pasir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga luar kota seperti Purworejo, Banyumas dan Cilacap.

Penambangan pasir dengan mesin sedot jelas dilarang, hal ini karena dapat merusak kondisi lingkungan setempat. Namun nyatanya ratusan truk tersebut memberikan bukti bahwa eksploitasi tetap tidak pernah mati. Sungguh inilah situasi yang sangat menyedihkan. Inilah karakter manusia di jaman sekarang yang lebih mengagungkan kebendaan, menghalalkan segala macam cara dan salah satunya dengan menggunakan mesin sedot yang membahayakan lingkungan sekitar.

Penambangan pasir dengan mesin sedot banyak dijumpai di lokasi penambangan seperti Seling, Kaligending, Langse, Banioro dan Karangsambung sendiri. Penambangan dengan model ini  jelas akan membuat sungai semakin dalam dan air akan mengalir ke sungai akibatnya banyak sumur-sumur warga sekitar yang mengalami penyusutan. Puluhan tahun menghirup udara di kawasan sekitar sungai Luk Ulo baru tahun ini pula sumur milik orang tua mengalami penyusutan sampai akhirnya harus di perdalam beberapa meter lagi. Itulah salah satu dampak penambangan yang berlebihan. Dampak lain adalah beberapa ruas jalan pun rusak parah akibat banyaknya lalu lintas truk pengangkut pasir yang nonstop tiap hari tanpa kenal waktu pagi, siang ataupun malam.

Pembangunan jalan sering dilakukan, namun kerusakan jalan pun tak pernah henti seiring dengan tingginya volume permintaan pasir sungai Luk Ulo ini. Upaya pemerintah daerah setempat dengan menerjunkan Satpol PP ke lokasi-lokasi penambangan  juga tidak efektif, saatnya kini pemda merumuskan aturan tentang pemanfaatan sumber daya alam khususnya tentang pasir sungai Luk Ulo dengan tegas. Terlebih lagi sungai Luk Ulo itu berada di dalam kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung yang merupakan kebanggaan warga Karangsambung.

Semoga segera terselesaikan...

Alun-alun Kebumen: Ruang Publik Kita

Di tengah bisingnya kota, di sela kesibukan dan rutinitas yang sering terasa seperti drama tanpa akhir, masih ada ruang yang membuat kita ...