Selasa, 31 Mei 2011

3 Gaya Berkomunikasi

Gaya mengintruksi 
Gaya model ini adalah gaya komunikasi yang dikembangkan oleh komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya, yang cenderung lebih banyak memberikan penjelasan, pengarahan secara spesifik. 

Gaya partisipasi
Model gaya komunikasi partisipasi dikembangkan oleh komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya, yang cenderung memberikan kesempatan kepada komunikan untuk ikut terlibat dalam proses komunikasi. Keterlibatan komunikan tersebut tidak terbatas sebagai penerima pesan, tetapi juga penyampai pesan. 

Gaya mendelegasi 

Gaya mendelegasi adalah gaya komunikasi yang dikembangkan oleh komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya yang cenderung menempatkan dirinya pada posisi sebagai penerima pesan dan hanya pada saat-saat tertentu saja sebagai penyampai pesan apabila diperlukan. Dalam kondisi seperti ini terjadi proses pertukaran peran, komunikator berubah menjadi komunikan, demikian sebaliknya. 

Senin, 30 Mei 2011

REACH = Lima Hukum Komunikasi Efektif

Komunikasi membutuhkan saling pengertian antar pihak-pihak yang berkepentingan. Komunikator harus mampu menyampaikan sejelas-jelasnya kepada komunikan sehingga informasi betul-betul dipahami dan diterima oleh komunikan dengan baik. Kondisi dimana terjadi salah pengertian antara kedua belah pihak dalam hal ini antara pihak komunikator dan komunikan dinamakan miskomunikasi.  Hal tersebut dapat dikatakan bahwa komunikasi yang berjalan tidak efektif. 

Agar komunikasi dapat berjalan secara efektif perlulah kita memahami tentang The 5 Inevitable Laws of  Efffective Communication ( lima hukum komunikasi efektif). 5 hukum tersebut dikenal dengan sebutan  REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble)

Respect (sikap menghargai)

Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang
lain. Suatu komunikasi yang dibangun atas dasar sikap saling menghargai dan menghormati, akan membangun kerjasama diantara orang-orang yang terlibat di dalamnya. 


Empathy
Empathy adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk  mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain. Dengan  memahami dan mendengar orang lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain. Sikap empati akan  memampukan kita untuk dapat menyampaikan pesan (message) dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerima pesan (receiver) menerimanya. 

Audible 
Audibel mengandung arti dapat didengar atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan
yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Penyampaian informasi agar mudah diterima dapat menggunakan media yang cocok, sehingga penerima pesan betul-betul mengerti apa yang disampaikan oleh pemberi informasi atau komunikator.

Clarity 

Clarity adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai  penafsiran yang berlainan. Kesalahan penafsiran dapat menimbulkan berbagai dampak yang tidak diinginkan. Clarity juga dapat diartikan sebagai keterbukaan dan transparansi. Harapannya dengan mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), maka  dapat menimbulkan rasa percaya (trust)  penerima pesan terhadap pemberi informasi.

Humble 

Humble dapat diartikan sebagai sikap rendah hati (bukan rendah diri). Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum yang pertama yaitu membangun rasa menghargai orang yang diberi pesan. Sikap rendah hati dapat dikatakan sebagai bentuk komunikator menghargai terhadap komunikan sebagai penerima pesan. 

referensi :
Dr. Edi Suryadi, M.Si (Modul Kewirausahaan)

Jumat, 27 Mei 2011

Soal Kewirausahaan #9


PILIHAN GANDA
Soal 1
Inovatif, kreatif, fleksibel mempunyai banyak sumber serba dapat dan mengertahui banyak  hal merupakan watak wirausaha yang ditunjukan pada ciri cirri karakteristik       dan sifat profil wirausaha yang…
a. Percaya diri                                                         
b. Berorientasi pada tugas dan hasil
c. Berani mengambil resiko                     
d. Berorientasi pada masa depan
e. memiliki keorsinilan


Soal 2
Keuntungan menjadi wirausaha adalaah…..
a.  Terbuka peluang untuk mendemonstrasikan kemampuan serta potensinya
b . Memperoleh pendapataan yang tidak pasti
c.  Tanggung jawab sangat besar
d.  Kesempatan bekerja dengan waktu yang panjang
e.  Membantu kerja keras dan harus berhemat

Kamis, 26 Mei 2011

Kurikulum Pendidikan Nasional Terlalu Padat

  • Minim Penanaman Nilai bagi Anak
Penanaman berbagai nilai positif bagi anak dan remaja belakangan ini sangat minim, karena kurikulum pendidikan nasional terlalu padat.

Anak-anak dijejali kurikulum laksana robot, diberi banyak tugas, akhirnya menjadi phobia terhadap sekolah dengan berbagai macam alasan dan tidak ada kesempatan bagi orang tua atau pendidik untuk menanamkan nilai-nilai positif.
Demikian salah satu kesimpulan seminar nasional psikologi bertema “Peran Pendidik, Psikolog, Orang Tua dalam Penanaman Nilai-Nilai bagi Anak dan Remaja” yang diadakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang di aula kampus Jl Raya Kaligawe Km 4, naru-baru ini.

Acara yang dimoderatori Dr Rahmat Bowo Suharto dan dibuka Dekan FPsi Unissula Dr Amir Asyikin Hasibuan MPsi itu menghadirkan pula pembicara Guru Besar IKIP PGRI Semarang, Prof Dr Abu Su’ud.

Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak, Dr Seto Mulyadi mengatakan, banyak orang tua salah menafsirkan. Seorang anak disebut cerdas jika pintar matematika daripada menggambar, menari, atau menulis.
Bakat anak yang beragam justru harus dihargai, karena tiap anak ada keunikan masing-masing. Dia mencontohkan, orang-orang ternama seperti Albert Einstein, Mozart, Maradona, dan Pablo Picasso, mempunyai talenta di jalur bakatnya masing-masing.

“Parahnya, pada era globalisasi ini komunikasi antara orang tua dan anak semakin dangkal. Selain akibat gempuran budaya visual, kenyataan ini diperparah oleh kecenderungan pengalihan tanggung jawab pengasuhan anak kepada lembaga pendidikan formal. Akibatnya, anak tidak terbiasa berdialog dan kehilangan kreativitas,” kata mantan Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak itu.

Berbasis Ramah Anak

Tak heran, kata Seto, jika belakangan ini banyak anak yang mengalami problem kejiwaan, yang kentara cenderung menggunakan kekerasan dalam kehidupan sehari-hari. Seiring hal itu, aktivitas mendongeng perlu dibangkitkan kembali sebagai jembatan komunikasi yang akrab dan ajang sosialisasi nilai-nilai moral dalam keluarga.
“Komunikasi orang tua dan anak harus mengutamakan dialog dengan mendengarkan pendapat anak. Pokoknya, jangan memberi ceramah panjang lebar,” ujarnya.

Dia mengatakan, kurikulum pendidikan nasional harus mengacu pada kompetensi dan standar kelulusan yang berbasis ramah anak. Formula ini merangsang kecerdasan anak, yaitu kecerdasan angka, kata, gambar, musik, tubuh, teman, diri, dan kecerdasan alam.

Pendiri dan Ketua Yayasan Nakula Sadewa ini mewanti-wanti agar para orang tua dan guru mengapresiasi sikap anak, karena semua anak pada dasarnya cerdas.
Sikap kritis Seto diselingi guyonan segar divisualisasi melalui tayangan gambar dan bernyanyi. Ribuan peserta seminar yang sebagian besar para guru perempuan di berbagai sekolah di sekitar Jawa Tengah, pun memberi aplaus luar biasa.

Sementara Prof Abu Su’ud menekankan, mendidik anak di rumah ataupun sekolah harus tulus, lembut, dan persuasif demi memunculkan karakter anak.
 “Hakikat pendidikan yakni proses membantu generasi muda mencapai kedewasaan dan bertanggung jawab dalam berbagai hal. Selain sebagai proses transmisi budaya, tranformasi, dan pengembangan diri,” tuturnya. 
source : suaramerdeka.com

Rabu, 25 Mei 2011

Selintas Aktivitas

Untuk kesekian kali saya berkesempatan mengunjungi Bendung Pejengkolan, Kebumen. Kali ini moment-nya berbeda banget daripada yang sebelumnya. Kali ini acaranya menengok anak-anak SMK Negeri 1 Ambal yang sedang mengadakan Perkemahan di sekitar Bendung Pejengkolan, Kebumen mulai tanggal 21 hingga 23 Mei 2011. Begitu saya dan pak Dirman tiba di lokasi, didepan terbentang pemandangan yang elok nian dan kepada teman-teman pembina pramuka saya mohon maaf, saya belum sempat pulang jadi tidak memakai seragam.
Tiba dilokasi bersama pak Dirman
Bendung Pejengkolan




Selengkapnya kegiatan dapat disimak pada gambar-gambar berikut :
Upacara pembukaan

Rehat dengan background bendung Pejengkolan

Main bola dan joget

Nampang dengan background bendung pejengkolan

Kegiatan Api Unggun

Season hiburan disela api unggun

Persiapan wide game




Artikel Terkait :

Rabu Pagi di Bendung Pejengkolan

Selasa, 24 Mei 2011

UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil

Dalam Bab III, Pasal 5,  Undang-undang No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha kecil di jelaskan bahwa Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut:
a. memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
b. memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah);
c. milik Warga Negara Indonesia;
d. berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang
perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar;
e. berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.


Selengkapnya isi UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil KLIK SINI

Saya Belum Dipanggil

Seorang pemuda lugu dan katrok turun dari bis AKAP (antar kota antar provinsi), karena ia bingung ia memutuskan bertanya dan oleh seseorang ia  disarankan menggunakan angkutan kota untuk sampai di daerah tujuannya. Setelah angkot terisi empat orang penumpang dengan 3 pria dan 1 wanita berjalanlah angkot sesuai jalur trayek yaitu Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kol. Sugiono, Jalan RA. Kartini hingga Sub Terminal yang merupakan tujuan terakhir. 
"Dirman, dirman ....!!, " Sang kenek mulai memberi aba-aba kepada penumpangnya. Turunlah  seorang pria. Angkot kembali melaju. Selang 10 menit kemudian Sang kenek memberi aba-aba lagi. "Giono, giono ....!!" . Seorang pria tunjuk jari dan turunlah ia dari angkot. Angkot kembali melaju dan tak beberapa lama lagi dipersimpangan jalan, sang kenek beraksi lagi. " Kartini, Kartini .......!!". Seorang wanita menunjukkan jari dan siap untuk turun. 
Penumpang kini tinggal seorang saja yaitu pemuda lugu tersebut. Perjalanan berlanjut dan ditengah perjalanan menuju Sub Terminal sang kenek bertanya padanya.
" Mau turun mana mas, ini sudah hampir sampai Sub Terminal ?" 
Saya kan belum dipanggil, Bang !!, " jawabnya tanpa dosa".
Sang kenek pun hanya mengernyitkan dahi.

Senin, 23 Mei 2011

Prinsip Bushido : Etos Kerja Bangsa Jepang

Sudah sangat dikenali dan dipahami oleh kita semua bahwa bangsa Jepang terkenal dengan sebutan bangsa yang masyarakatnya memiliki etos kerja yang luar biasa dalam hal kerja keras, disiplin tinggi dan tetap memegang teguh budaya leluhurnya seiring dengan kemajuan di berbagai bidang IPTEK. Masyarakat Jepang betul-betul menghayati  bahkan menerapkan falsafah “bushido”(etos para samurai), yang secara harfiah bushido itu berarti berasal dari Bu berarti Senjata, Shi  berarti Orang (Bushi : Orang yang dipersenjatai atau dikenal sebagai prajurit), dan Do yang artinya Jalan / The Way of Life.  Sehingga makna Bushido dapat diartikan sebagai Jalan Prajurit dan Bushido sendiri akhirnya dikenal sebagai karakter dasar budaya kerja bangsa Jepang.

Inilah 7 (tujuh ) prinsip dalam bushido :
(1) Gi : keputusan benar diambil dengan sikap benar berdasarkan kebenaran, jika harus mati demi keputusan  itu, matilah dengan gagah, terhormat,

(2) Yu : berani, ksatria,
 
(3) Jin : murah hati, mencintai dan bersikap baik terhadap sesama,

(4) Re : bersikap santun, bertindak benar,

(5) Makoto : tulus setulus-tulusnya, sungguh-sesungguh-sungguhnya, tanpa pamrih,

(6) Melyo : menjaga kehormatan martabat, kemuliaan,
 
(7) Chugo : mengabdi, loyal. 

Prinsip bushido ini sekalipun awalnya diterapkan dikalangan para prajurit saja, namun perputaran waktu yang membawa Jepang menjadi bangsa yang maju adalah bukti bahwa bushido dapat diterapkan dalam segala aspek, termasuk para wirausaha, birokrat dan kaum cendekiawan serta seluruh lapisan masyarakat. Karena bushido adalah karakter budaya kerja asli Jepang.

Minggu, 22 Mei 2011

Kick Andy : Ke Tanah Air Kami Kembali


kick andy
Bekerja sebagai  intelektual atau  ilmuwan  di luar negeri  sering  dinilai  sebagai  sebuah  kebanggaan dan  lebih  menjanjikan, ketimbang  berkarir di tanah  air. Tapi kenapa nara  sumber  Kick  Andy  yang  berikut ini lebih memilih  pulang kampung  disaat mereka  berjaya  di   negeri  orang? “Tantangan  di  sini lebih  nyata bagi saya,”  ujar  Warsito Purwo Taruno, doktor ahli  tomografi  yang sempat  menjadi  peneliti papan atas  di Ohio University, Amerika Serikat.
Warsito, lahir dari keluarga sederhana. Sejak kecil ia   harus  membantu  ayahnya di sawah. Karena keterbatasan biaya, Warsito gagal berkuliah di  jurusan kimia, UGM. Ia kemudian mendaftar beasiswa ke Jepang dan dan lulus. Di Universitas Shizuoka, Jepang,  ia menyelesaikan pendidikannya sampai meraih gelar doctor.  Setelah lulus, ia kemudian menjadi  ahli  tomografi  di  Jepang. Warsito kemudian sempat pindah ke Amerika Serikat dan menjadi salah satu peneliti  papan atas di Ohio University.
Dalam  citra  dan kesuksesan itu, rasa  nasionalisme Warsito   kembali tergugah. Anak  dari  lereng  Gunung Lawu, Jawa Tengah  itu akhirnya  memutuskan  pulang kembali  ke tanah air  di tahun  2006.  Ia  meninggalkan laboratorium  besar di  Amerika  dan memilih mengembangkan Ctech labs  Edwar Technolgy, sebuah laboratorium  yang  mengisi  sebuah  ruko  di kawasan Tangerang, Banten.  
Begitu  juga hal nya  dengan Udaya Halim. Seorang pejuang  kehidupan  dan pendidikan asal Tangerang, Banten.
Masa  kecil udaya halim  adalah  sebuah perjuangan. Udaya   hanya seorang  anak  yang  hanya  bersekolah sampai  SMP setelah itu, anak  ke 4 dari  8 bersausara itu harus menjadi  pelayan  toko di Pasar Baru.
Meski  putus  sekolah, udaya tak  memupus  harapannya  untuk   belajar, terutama  belajar  bahasa  inggris. Dengan  memilah-milah  uang  sakunya, ia   bisa memenuhi keinginannya  untuk membayar  kursus bahasa inggris.
Dengan perjuangan yang tak mudah, akhirnya  udaya  bisa  berangkat dan  belajar  bahasa  inggris  di   sekolah bahasa di Bournemouth yg bernama King’s.  Dengan  upaya  keras juga, akhirnya Udaya memiliki  lembaga  kursus yang diberi nama  King’s English  Course.  Dan di  tahun 1992 lembaga  ini  resmi menjadi perwakilan resmi King’s England. Bukan saja menjadi perwakilan di indonesia, tetapi juga menjadi business alliance, bahkan lembaga itu kini menjadi satu-satunya pemilik IBEC yang menjadi perwakilan resmi dari 25 universitas terkemukan di Inggris.
Saat kerusuhan  terjadi  tahun 1997, Udaya  dan keluarga  terpaksa hijrah ke Perth, Australia. Disana  ia  belajar dan  membuka usaha  hingga sukses.
Meski punya pengalaman buruk  dengan  kerusuhan  tahun 1997 itu,  tapi  Udaya tetap menunjukkan kecintaannya pada Indonesia.
Ia kembali ke tanah  air  tahun 2004 lalu, kemudian  mendirikan sekolah yang  diberi nama Prince’s Creative School dan menjadi konsultan bagi anak-anak yang bermasalah. Ia bahkan  menjual sahamnya di beberapa institusi di Perth, dimana ia menjabat sebagai direktur agar dapat lebih fokus mengembangkan sekolah ini.
Selain  itu, Udaya merasa terpanggil untuk menyelamatkan bangunan bersejarah di  dekat  kelenteng  Boen Tek Bio di  kawanan  cina benteng, tangerang, yang ia akan jadikan museum benteng heritage.
Sementara  itu seorang  pria  asal Kota  Apel Malang, Jawa  Timur,  yang  memiliki karir cemerlang  di  kota  big apel, New York, Amerika  Serikat,  tiba –tiba memutuskan  berhenti dan  pulang  ke kampung  halamannya.
“Waktu  saya memutuskan berhenti dan kembali ke Indonesia  banyak yang Tanya, are you  crazy? “ ujar  Iwan saat tampil di Kick  Andy. Dengan  tenang,  Iwan menceritakan bahwa tujuannya  bekerja  sampai  ke New York, adalah  untuk mencari  uang  agar  bisa memiliki kamar  tidur  sendiri.  Ini  adalah obsesi terbesarnya.  Maklum,  iwan  adalah  keluarga  sederhana, ayahnya  yang hanya  sopir angkot  tak  cukup  dana untuk bisa membuatkan  kamar yang layak  untuk anak-anaknya.  Iwan    tinggal  di  rumah berukuran enam kali tujuh meter, dimana ia harus berbagi tempat dengan  orang tua dan empat saudari perempuannya.
Dengan susah  payah dalam  masalah pembiayaan,  Iwan  bisa  lulus  sekolah  bahkan  kuliah  di  IPB, Bogor.  Dan dalam kurun  waktu  4 tahun, kuliahnya selesai dan  menjadi  lulusan terbaik di tahun 1997.
Berkat upaya  dan keinginan kuat untuk keluar dari kemiskinan keluarganya, ia berhasil mendapatkan pekerjaan di Amerika sebagai Senior manager operations. Selama sepuluh tahun  menitih karier di negeri Paman Sam, ia akhirnya  bisa  menduduki jabatan bergengsi yaitu sebagai direktur internal client management data analysis and consulting nielsen consumer research New York, Amerika Serikat.
Meski  dalam  perjalanan karir yang  demikian bagus, tapi  iwan  memilih  jalannya  sendiri . Iwan tinggalkan  kota Big Apel New York, dengan segala kemeriahannya  dan  memilih kembali ke kota Apel  Malang,  Jawa  Timur.  “Di sini, saya  ingin berterimakasih pada semua  orang yang mendukung saya. Dan saya ingin melakukan sesuatu yang  touch people,”  tegasnya.
sumber : kickandy

Sepuluh Cara Berhemat

Ada sepuluh ide untuk melakukan penghematan dengan cara sederhana, yang mudah dilakukan tanpa harus menjadi pelit.
1. Bawa air minum
Membeli air minum dalam kemasan tak hanya menambah sampah plastik tapi juga memboroskan uang. Bayangkan, jika dalam sehari Anda membeli sebotol air minum dengan harga Rp 3000, dalam sebulan Anda menghabiskan Rp 90 ribu. Sebagai gantinya, belilah botol minum sendiri — yang bisa diisi ulang.
2. Membawa daftar belanjaan
Buatlah daftar belanjaan sebelum pergi berbelanja ke toko. Pastikan daftar Anda hanya berisikan barang-barang yang memang Anda butuhkan. Hanya barang yang masuk daftar yang boleh dibeli, lainnya tidak.
3. Berjalan kaki lebih sering
Cobalah jalan kaki jika tujuan Anda cukup dekat. Kurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan gunakan kendaraan umum. Anda juga bisa mencoba memberi tumpangan dengan teman yang searah. Informasinya bisa didapat melalui beberapa komunitas yang  berbagi kendaraan seperti www.nebeng.com.
4. Manfaatkan perpustakaan
Anda tidak perlu senantiasa membeli buku baru. Kunjungilah perpustakaan untuk mencari buku yang diperlukan.
5. Kurangi makan di luar
Usahakan memasak dan membawa bekal makan siang untuk di kantor. Memasak akan menghemat banyak biaya dibandingkan selalu makan di luar.
6.Jauhi ATM asing
Menarik uang dari bank selain bank Anda bisa menyebabkan pemotongan uang dari rekening. Jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 3000 hingga Rp 20 ribu. Nilai ini nampaknya kecil, tapi bayangkan jumlah totalnya jika sering dilakukan.

7. Membuat kopi sendiri
Daripada membeli kopi mahal di kafe, lebih baik minum kopi buatan sendiri. Sedikit-sedikit mengirit lama-lama jadi bukit.
8. Kurangi ke mal
Jalan-jalan ke mal bisa mendatangkan banyak godaan untuk membeli barang secara impulsif. Maka itu, lebih baik habiskan waktu libur dengan piknik ke taman atau museum.
9. Manfaatkan kartu diskon
Beberapa toko menawarkan diskon bagi pelanggan yang punya kartu anggota. Manfaatkan hal ini dengan bijak. Awas, ini berbeda dengan membeli barang diskon yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
10. Daur ulang
Kreatiflah: ada banyak ide yang bisa dilakukan untuk mendaur ulang barang yang tak digunakan lagi. Misalnya, memadukan pakaian lama dengan baju lain sehingga menjadi lebih menarik.

sumber : yahoonews

Sabtu, 21 Mei 2011

6 Kekuatan Utama Pada Diri Manusia


1 Kekuatan Impian (The Power of Dreams)

Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.


2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)


Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.


3. Kekuatan Disiplin Diri (The Power of Self Discipline)


Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.


4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)


Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.


5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)


Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.


6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)


Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi. Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita. 
 
sumber : kaskus.us

Jumat, 20 Mei 2011

Enam Sikap yang Dapat Merusak Kepribadian

Manusia memiliki kepribadian positif dan negatif yang tercermin pada tingkah laku dalam setiap sepak terjang kehidupan sehari-hari. Sikap positif tampak dalam tindakan patuh, mencari kebenaran, introsfeksi diri, bekerja, mengadakan lapangan kehidupan.
Sedangkan sikap negatif  terlihat pada pembangkangan, cendrung kepada perbuatan maksiat, malas bekerja serta membuat kerusakan baik terhadap diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Nabi Muhammad  Saw bersabda dalam hadis yang datang dari Adi bin Hatim yang diriwayatkan oleh Addailami, ”Ada enam hal yang menyebabkan amal kebajikan menjadi sia-sia [tidak berpahala] yaitu sibuk mengurus aib orang lain, keras hati, terlalu cinta kepada dunia, kurang rasa malu, panjang angan-angan dan zalim yang terus menerus di dalam kezalimannya.”

Sibuk meneliti aib orang lain

Dia lebih suka mencari dan menyebarkan keburukan yang terdapat pada orang lain lalu membesar-besarkannya, sementara aib sendiri tidak pernah diperiksa sesuai dengan pepatah lama, ”Kuman di seberang lautan nampak, gajah dipelupuk mata tidak nampak”.

Sebuah riwayat mengisahkan seorang khalifah memperhatikan rakyatnya di tengah malam, lalu dia menemukan dalam sebuah rumah seorang lelaki dan wanita serta minuman khamar yang dihidangkan, dia masuk ke rumah itu dengan memanjat dinding sambil membentak,dan terjadilah dialok.

Khalifah: Hai musuh Allah, apa kau kira Allah akan menutupi kesalahan ini ?

Lelaki: Tuan sendiri jangan tergesa-gesa, juga tuan telah melakukan kesalahan.

Khalifah: Kesalahan apa yang saya perbuat ?

Lelaki: Kesalahan saya hanya satu yaitu apa yang Khalifah lihat sekarang, sedangkan tuan telah melakukan tiga kesalahan yaitu; memata-matai keburukan orang lain, padahal Allah melarang perbuatan itu, masuk rumah orang dengan memanjat dinding, bukankah ada pintu yang harus dilalui dan masuk rumah tanpa izin tuan rumah.

Keras hati

Artinya tidak mau menerima pengajaran yang baik, nasehat yang mengandung maslahat ditolaknya. Tidak suka segala kesalahannya dikritik apalagi dihukumi, dialah yang paling benar, disamping itu hatinya tidak tersentuh oleh penderitaan dan kesedihan orang lain.

Di masa Rasulullah SAW, terdapat suatu kejadian yang membuat semua sahabat bersedih karena matinya salah seorang anggota keluarga dari mereka, bahkan Nabi Saw pun meneteskan air matanya, sahabat-sahabat disekitarnyapun berlinang air matanya, tapi seorang sahabat nampak biasa-biasa saja, sedikitpun dia tidak tersentuh melihat kejadian itu. Lalu dia bertanya kepada Nabi Saw, maka Rasulullah menjawab, ”Itu tandanya hati yang keras”.

Orang yang keras hati cendrung egois, sombong, takabur dan tidak mau menerima kebenaran, karena hatinya telah beku dan tidak terbuka untuk menerima pengajaran yang benar.

Terlalu cinta kepada dunia


Kehidupan dunia hanya  sementara sebagai musafir yang berada dalam perjalanan lalu istirahat pada sebuah tempat. Namun tidak sedikit manusia yang beranggapan tempat istirahat sejenak itulah tujuan sehingga lupa akan tujuan semula.

Diprediksi oleh Nabi Muhammad Saw, bahwa nanti pada suatu masa ummat Islam aan dikeroyok oleh ummat lain sebagaimana mereka menghadapi makanan di atas meja, padahal jumlahnya mayoritas tapi kekuatannya ibarat buih di atas lautan, mudah hancur. Saat itu ummat dihinggapi penyakit yang bernama ”Wahn” yaitu suatu bakteri yang meracuni ummat ini sehingga mereka terlalu cinta kepada dunia dan takut akan kematian.

 Sedikit rasa malu

Orang yang memiliki sifat ini tidak malu-malu berbuat apapun menurut kemauannya, dosa dan maksiat suatu perbuatan sehari-hari, sedangkan benar dan salah bukan suatu ukuran.

Bila malu habis, maka akan berbuat seenaknya dan beranggapan diri lebih suci dari orang lain. Menurut Abu Hasan Al Mawardi, malu ada tiga macamnya yaitu;

1. malu kepada Allah
2. malu kepada manusia
3. malu kepada diri sendiri.
 

Panjang angan-angan


Sifat ini menunjukkan kekerdilan manusia, kemauannya lebih tinggi, tidak sesuai dengan kemampuan, dia suka berandai-andai. Ungkapannhya berbunyi, ”Seandainya, andai kata, apabila”. Ia hanya menghabiskan waktunya untuk berangan-angan dan berkhayal yang macam-macam, tapi sama sekali ia tidak berbuat sesuatu. Dia beranggapan bahwa mengkhayal itu benar,  khayalan itu enak dan gratis. Orang yang seperti ini ibarat, ”Pungguk merindukan bulan”, atau ”Katak ingin jadi kerbau”.

Perbuatan dzalim yang terus menerus


Watak manusia karena kuat dan kuasa dia melakukan eksploitasi bangsa lain, memeras bawahan dan menindas yang lemah, bila ini dilakukan tidak henti-hentinya, maka akibatnya orangpun terus menerus menanggung dari kezhalimannya. Ahli Hikmat  membagi kezhaliman menjadi tiga yaitu ; zhalim kepada Allah dengan Al Fathir ayat 32: "Kemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang Menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang Amat besar."

Enam sifat inilah yang dapat menghancurkan nilai-nilai ibadah, dia ibarat air di daun keladi, amal yang dilakukan berpahala banyak tapi tertumpah tanpa meninggalkan bekas, bila enam sifat tercela ini terdapat dalam pribadi seseorang, waspadalah atas peringatan Rasulullah Saw tadi.

Penulis : Drs Mukhlis Denros
Sumber : Republika

Luasnya Ampunan Allah SWT


Dalam kehidupan ini kita selaku manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Entah sudah berapa banyak kita melakukan perbuatan dosa. Jika dihitung dan dicatat perbuatan dosa kita setiap hari dalam sebulan mungkin kita akan mendapatkan catatan  dosa kita setebal kamus. Atau mungkin berjilid-jilid banyaknya. Bayangkanlah! Berapa banyak dosa yang kita perbuat selama hidup kita? Lalu bagaimana kita akan menemui Sang Pencipta dengan berlumur dosa?

Memang sudah menjadi fitrah manusia untuk berbuat kesalahan.  Hal ini telah disabdakan oleh nabi Muhammad SAW, “Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik pembuat dosa adalah mereka yang bertaubat”. (HR.Tirmidzi). Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, walaupun manusia berbuat dosa. Tidak lantas menjadikan manusia merugi begitu saja. Bagi mereka yang mau bertaubat itulah yang terbaik untuk mereka.

Bahkan dalam hadis lain disebutkan jika seluruh umat manusia tidak ada yang berbuat dosa. Maka Allah SWT menggantinya dengan umat yang berbuat dosa, kemudian mereka memohon ampunan dan Allah SWT mengampuninya. "Kalau kalian tidak berbuat dosa niscaya Allah SWT akan mengganti kalian dengan kaum yang lain pembuat dosa, tetapi mereka beristighfar dan Allah SWT mengampuni mereka".( HR.Muslim). Hal ini mempertegas akan fitrah manusia dalam berbuat dosa.

Ketahuilah! Murka Allah SWT itu sangat dasyat. Siksaan Allah sangat pedih. Akan tetapi kasih sayang-Nya meliputi alam semesta. Ampunan Allah SWT  sangat teramat luas bagi hambanya yang mau bertaubat. Selama dosa itu bukan menyekutukan Allah SWT maka Allah akan mengampuni dosa itu sebasar apapun dosa itu.

Anas bin Malik berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesunggunya Allah berfirman, Wahai anak Adam, apabila engkau memohon dan mengharapkan pertolongan-Ku maka Aku akan mengampunim dan Aku tidak menganggap bahawa ia suatu beban. Wahai anak Adam, sekalipun dosa kamu seperti awan meliputi langit kemudian kamu memohon ampunan-Ku, niscaya aku akan mengampuninya. Wahai anak Adam, jika kamu menemuiku dengan kesalahan sebesar bumi, kemudian kamu menemuiku tidak dalam keadaan syirik kepada-Ku dengan seuatu apapun. Niscaya aku akan datang kepadamu dengan pengampunan dosa sebesar bumi itu. (HR Tirmidzi)

Tidak sedikit ayat-ayat dalam Alquran yang menyebutkan bahwa Allah SWT Maha Penerima taubat diiringi dengan sifatnya yang Maha Penyayang. Di antaranya dalam surat An Nur ayat 24, surat At Thaqobun ayat 14 dan surat Az Zumar ayat 53. Ini menunjukan betapa besarnya kecintaan Allah SWT terhadap manusia terlebih terhadap hamba-Nya yang bertaubat. Yang menyesali kesalahnnya dan memohon ampunan kepada-Nya.

Oleh karena itu sudah seharusnya kita tidak boleh berputus asa. Ampunan dan rahmat Allah SWT sangatlah teramat besar. Bahkan Allah SWT telah memaklumi akan sifat kita selaku manusia yang suka berlebih-lebihan. Allah SWT berfirman, “Katakanlah: Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar [39] : 53).

Betapa mudahnya mendapat ampunan Allah SWT. Masihkan kita mengingkari kasih sayang Allah SWT ? Hanya orang-orang merugi yang tidak bersegera kepada ampunan Allah SWT yang sangat teramat luas. Sesungguhnya Allah SWT tidak pernah menyalahi akan janji-Nya (Q.S Ali Imran [3] : 9). Wallahu a’lam bish-shawab.

Penulis :
Agustiar Nur Akbar
Sumber : Republika

Rabu, 18 Mei 2011

Cara Terpuji Rayakan Kelulusan

Gelar Seni atau Pentas Seni
Menyelenggarakan pentas seni dilingkungan sekolah akan menjadi daya tarik bagi siswa yang telah lulus dan menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan kebahagian usai lulus.







Pengumpulan Seragam Bekas
 
Aksi pengumpulan seragam bekas bagi siswa yang telah lulus mengajarkan kita untuk bisa berbagi dengan orang lain yang sekiranya lebih membutuhkan, daripada harus dicorat coret bahkan disobek-sobek.






Berwisata Bersama

Sarana untuk melepas kebahagiaan akan lebih indah manakala siswa yang telah lulus dapat mengadakan wisata bersama, melepas segala beban yang dimulai dari kegiatan try out, pelaksanaan  Ujian Nasional hingga jeda waktu menunggu pengumuman Ujian Nasional.






Ceramah Keagamaan
Mengundang  Ustadz untuk memberi bekal tentang pentingnya bersyukur kepada Allah SWT  kepada siswa yang telah lulus dapat menjadi alternatif bagi siswa dalam menghadapi masa depannya.










Bagi-bagi Nasi Bungkus/Dus

Kegiatan membagi-bagi nasi bungkus atau nasi dus bagi pihak-pihak yang lebih membutuhkan, mohon maaf semisal kepada abang becak, andong dan lain-lainya mengajarkan kepada kita semua tentang peran kita sebagai makhluk sosial harus saling membantu.



Aksi Donor Darah

Melakukan donor darah juga merupakan kegiatan yang sangat terpuji, secara prinsip siswa diajarkan untuk saling berbagi dengan orang lain yang sangat membutuhkannya. 








Mengadakan Bazar/Pasar Murah

Kegiatan ini perlu direncanakan jauh-jauh sebelumnya, karena kegiatan ini harapannya dapat menggaet sponsor yang dapat membantu pelaksanaan kegiatan bazar atau pasar murah ini. Membantu pihak-pihak yang lebih membutuhkan akan kebutuhan-kebutuhan pokok dengan memberikan harga miring produk tertentu akan lebih berarti bagi masyarakat sekitar.









Tradisi Corat - Coret Seragam Sekolah

Senin, 16 Mei 2011 adalah hari yang sangat bermakna bagi para siswa setingkat SLTA karena apa yang dinantikannya yaitu pengumuman kelulusan tiba. Berbagai cara atau model merayakan hari kelulusannya masih cenderung urakan,  melakukan corat-coret seragam, menyemprot rambut dan anggota tubuh lainnya.




Usai aksi corat-coret biasanya dilanjutkan dengan konvoi di jalanan raya. Hal ini tentunya mempunyai resiko yang tinggi, karena konvoi dilakukan dengan motor berknalpot bobokan sehingga menimbulkan suara yang dapat memekakkan telinga. Hmmm ..persis seperti model-model kampanye parpol jaman dahulu. Lebih parah lagi konvoi yang dilakukan  tidak menggunakan kelengkapan yang memadai seperti alat pengaman berupa helm. Jikalau sudah seperti itu seolah jalan raya menjadi kuasanya, sehingga pengguna jalan yang lain harus mengalah. 




Sebenarnya merayakan kelulusan dapat dilakukan dengan cara yang lebih arif dan terpuji serta menyenangkan orang lain, semisal pengumpulan seragam bekas, berlibur bersama, menggelar pentas seni, dan lain-lainya. 

Artikel Terkait :
Cara Terpuji Rayakan Kelulusan

Minggu, 15 Mei 2011

Meraih Cinta dan Rahmat Illahi

Hari Selasa, 10 Mei 2011 yang lalu. Alhamdulillah berkesempatan mengikuti Pembinaan Rohani Islam (Binrohis) dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten Kebumen. Namun mohon maaf saya lupa dengan nama ustadzah yang mengisi Binrohis tersebut, yang pasti intisari dari Binrohis tersebut masih dapat saya ingat yaitu bagaimana meraih cinta dan rahmat Illahi. 

Rasulullah SAW. bersabda tentang hal  yang menerangkan perlindungan, rahmat dan cinta Allah kepada kita semua yang artinya : "Ada tiga hal yang jika dimiliki oleh seseorang, ia akan mendapatkan pemeliharaan Allah, akan dipenuhi dengan rahmat-Nya dan Allah akan senantiasan memasukkannya ke dalam lingkungan hamba-hamba yang mendapat cinta-Nya. Yaitu seseorang yang selalu bersyukur ketika Allah memberinya nikmat, seseorang yang mampu (meluapkan amarahnya) tetapi dia memberi maaf atas kesalahan orang, dan seseorang yang apabila marah, dia menghentikan rasa amarahnya. (HR Hakim).

Simpulan dari Hadits di atas adalah ada tiga faktor yang harus kita miliki dalam hidup ini. Pertama, mensyukuri nikmat.  Wujud dari mensyukuri nikmat itu bisa dilakukan dengan 1) bersyukur dengan hati, yaitu menyadari dan mengakui bahwa berbagai kenikmatan yang kita peroleh semata-mata karena anugerah Allah. 2) Bersyukur dengan lisan, bisa dilakukan dengan membaca hamdallah atas segala kenikmatan yang ada 3) Bersyukur dengan amal, yaitu memanfaatkan segala kenikmatan dari Allah untuk melakukan sesuatu yang diperintah dan dibenarkan oleh Allah SWT.

Simpulan yang Kedua, memaafkan kesalahan orang lain. Memaafkan kesalahan orang lain merupakan sifat terpuji dalam Islam dan mampu berlapang dada,  tak memiliki jiwa pendemdam adalah hal yang sangat terpuji. Allah berfirman yang artinya : " Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang lain mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." (Al-A'raaf : 199).

Simpulan yang Ketiga, yaitu untuk meraih cinta dan rahmat Allah adalah dengan menghentikan kemarahan. Rasulullah SAW bersabda : " Marah itu dapat merusak iman seperti pahitnya jadam merusak manisnya madu." (HR Al-Baihaqi). Hadits lain yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim adalah : " Orang luat bukanlah orang yang dapat mengalahkan musuh, namun orang kuat adalah yang dapat mengontrol dirinya ketika marah."

Begitu sobat, inti Binrohis saat itu, perlunya kita untuk mensyukuri nikmat, memaafkan kesalahan orang lain dan menghentikan kemarahan untuk mendapat cinta dan rahmat dari Yang Kuasa. Suatu hal sederhana memang namun sangatlah sulit untuk bisa kita jalankan. Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu mendapat cinta-Nya dan perlindungan serta rahmat-Nya. Amiiin...Terima kasih, semoga bermanfaat ..

Gambaran Suatu Negara dan Hantunya

Pada umumnya kita mengenal klasifikasi suatu negara dengan menyebut negara maju, negara berkembang dan negara terbelakang atau negara miskin. Negara yang sudah maju salah satu cirinya adalah rakyat atau warga negara tersebut  memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. Negara berkembang adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan. Terakhir adalah negara terbelakang atau miskin adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf rendah atau kurang.

Melalui pesan singkat di hp, saya mendapatkan uraian menarik tentang korelasi suatu negara dengan jenis-jenis hantunya . Simak uraian dibawah ini :

Drakula (Eropa dan Amerika), ciri2 :
Jas hitam dan setelannya, berdasi, berpenampilan rapi dan elegan;
Tempat tinggal kastil megah atau rumah mewah;
Bermobil mewah; dan
Berpendidikan tinggi


 

 

Vampir (China), cirinya :

Berpakaian adat bangsawan China lengkap dengan songkok hitam;
Tinggal di kuil atau kastil mewah; dan
Memakai perhiasan berupa kalung atau cincin giok

 

 

 

 

Jin (Timur Tengah / Arab), cirinya :

Berbaju bangsawan arab, lengkap dengan sepatu khas timur tengahnya
Memakai anting dan perhiasan dari emas
Tinggal didalam lampu minyak yang terbuat dari emas dan berhias permata

 

Kuntilanak (Indonesia), cirinya :

Daster putih polos sederhana
Rambut panjang tdk terurus, kantung mata hitam legam dan wajah pucat pasi
Tinggal di pohon2, kadang digudang tidak terpakai
Profesi penjual jamu gendong, terkadang sampai menjadi PSK.

 

 

 

Pocong (Indonesia), cirinya :

Muka jelek, tidak terawat;
Pakaian kain kafan kumel karena tidak pernah dicuci; dan
Tempat tinggal kuburan atau lorong-lorong gelap

 

Jelangkung (Indonesia), dengan ciri :

Saking mirisnya, kemana2 kudu jalan kaki, tak sanggup bayar ojek;
Datang tak dijemput, pulang tak diantar

 

 

 

 

Tuyul (Indonesia), dengan ciri khusus :

Boro2 baju, cuma punya CD doank…

** Ternyata hantu di Indonesia jenisnya banyak banget, dan paling semrawut tak karuan lagi ...**








Sabtu, 14 Mei 2011

Info Sesat : TOMBO STRESS

Entahlah ternyata sms dari orang tak dikenal banyak masuk ke hp saya. Tapi tak apalah ternyata dari mereka banyak memberikan lelucon yang bagus-bagus dan menggelikan. Contoh salah satu SMS di bawah ini (semula SMS banyak menggunakan singkatan, dan yang tersaji dalan postingan ini sudah lengkap tak menggunakan singkatan-singkatan yang bisa membuat banyak orang bimbang). Silakan di simak :

Opick dalam waktu dekat akan meluncurkan album terbarunya dengan Single Hits-nya yg berjudul "TOMBO STRESS"...
Berikut liriknya (mengacu dengan lagu sebelumnya "TOMBO ATI")



Tombo stres iku pitu perkarane...
Kaping pisan, ngombe bensin sak jerigenne...
Kaping pindo nyruput baygon sak kalenge...
Kaping telu njegur sumur sak jerone...
Kaping papat nguntal pacul sak gagange...
Kaping limo nggantung awak sak modare...
Kaping enem nguntal watu sak gedene....
Kaping pitu nguntal duren sak kulite...

Salah sawijine, sopo biso ngelakoni...
Insyaallah bakal mati sak lawase....

**Hadooh ...aya aya wae !, so terima kasih kepada pengirim SMS yang baik dan yang terpenting  bahwa postingan ini untuk sekedar humor saja. Info ini adalah info sesat, maka jauhilah. Oleh karenanya jangan lakukan INFO SESAT ini.**



Terima kasih ....

Selasa, 10 Mei 2011

Ciri Wirausaha Yang Berhasil

Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir, 27 – 28)
  • Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut
  • Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
  • Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya.
  • Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
  • Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
  • Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
  • Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan.
  • Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada : para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.

Dari analisis pengalaman di lapangan, ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat berhasil dapat dirangkum dalam tiga sikap, yaitu :
  • Jujur, dalam arti berani untuk mengemukakan kondisi sebenarnya dari usaha yang dijalankan, dan mau melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini diperlukan karena dengan sikap tersebut cenderung akan membuat pembeli mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pengusaha sehingga mau dengan rela untuk menjadi pelanggan dalam jangka waktu panjang ke depan
  • Mempunyai tujuan jangka panjang, dalam arti mempunyai gambaran yang jelas mengenai perkembangan akhir dari usaha yang dilaksanakan. Hal ini untuk dapat memberikan motivasi yang besar kepada pelaku wirausaha untuk dapat melakukan kerja walaupun pada saat yang bersamaan hasil yang diharapkan masih juga belum dapat diperoleh.
  • Selalu taat berdoa, yang merupakan penyerahan diri kepada Tuhan untuk meminta apa yang diinginkan dan menerima apapun hasil yang diperoleh. Dalam bahasa lain, dapat dikemukakan bahwa ”manusia yang berusaha, tetapi Tuhan-lah yang menentukan !” dengan demikian berdoa merupakan salah satu terapi bagi pemeliharaan usaha untuk mencapai cita-cita.

Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan, kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki, yaitu :
  1. knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
  2. knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.
  3. having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
  4. having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
  5. managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya secara akurat.
  6. managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
  7. managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan / memotivasi, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
  8. statisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
  9. knowing Hozu to Compete, yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.
  10. copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat. (Triton, 2007 :137 – 139)

Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma, 106 – 109), terdiri atas :
  1. mau kerja keras (capacity for hard work)
  2. bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people)
  3. penampilan yang baik (good appearance)
  4. yakin (self confidence)
  5. pandai membuat keputusan (making sound decision)
  6. mau menambah ilmu pengetahuan (college education)
  7. ambisi untuk maju (ambition drive)
  8. pandai berkomunikasi (ability to communicate)

Tahapan Dalam Kewirausahaan

Tahap-tahap Kewirausahaan

Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha :
  1. Tahap memulai, tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri / manufaktur / produksi atau jasa.
  2. Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap "jalan", tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
  3. Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
  4. Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3), proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan, organisasi dan keluarga (Suryana, 2001 : 34).

Secara ringkas, model proses kewirausahaan mencakup tahap-tahap berikut (Alma, 2007 : 10 – 12) :
  1. proses inovasi
  2. proses pemicu
  3. proses pelaksanaan
  4. proses pertumbuhan

Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan, diketahui bahwa aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah :
  • mencari peluang usaha baru : lama usaha dilakukan, dan jenis usaha yang pernah dilakukan
  • pembiayaan : pendanaan – jumlah dan sumber-sumber dana
  • SDM : tenaga kerja yang dipergunakan
  • kepemilikan : peran-peran dalam pelaksanaan usaha
  • organisasi : pembagian kerja diantara tenaga kerja yang dimiliki
  • kepemimpinan : kejujuran, agama, tujuan jangka panjang, proses manajerial (POAC)
  • Pemasaran : lokasi dan tempat usaha
source : adesyam blog

Panorama Pantai Menganti

Dalam sebuah kesempatan saya menemani dua orang tamu dari Malang, dalam rangka melakukan pendampingan sebuah program di sekolah. Usai kegiat...