Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Desember 2014

Belajar Kewirausahaan dari Irma Suryati

Senin, 15 Desember 2014 menjadi kebahagiaan bagi kami beserta ratusan siswa SMK Negeri 1 Ambal. OSIS SMK Negeri 1 Ambal mengadakan kegiatan Motivasi Berwirasausaha dengan nara sumber Irma Suryati. Sambutan hangat anak-anak kami kepada beliau terasa sekali. Seolah ingin segera mendengarkan dan menyaksikan beliau untuk segera memberikan dorongan dan rangsangan kepada anak-anak kami tentang dunia wirausaha.

(suryatiirma.blogspot.com)
Barangkali kita tidak asing lagi dengan sosok Irma Suryati. Beliau sudah dikenal di dunia wirausaha karena produknya berupa keset yang terbuat dari kain perca. Di beberapa stasiun televisi beliau juga sering muncul untuk mengisi acara tertentu. Berbagai model bentuk keset dari bentuk elips, binatang dan bunga juga tersedia. Hebatnya lagi beliau adalah seorang difabel yang mampu membuktikan kepada dunia bahwa keterbatasan yang dimilikinya bukanlah sebuah alasan untuk tidak berprestasi.

Totalitas dalam mengelola usaha yang digelutinya menorehkan prestasi yang luar biasa. Pada tahun 2007 beliau mendapat penghargaan Wirausaha Muda Teladan  dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Pada tahun 2008 beliau juga mendapat penghargaan sebagai Perempuan Berprestasi dari Bupati Kebumen. Setahun berikutnya 2009, beliau mendapat penghargaan sebagai Pemuda Andalan Nusantara dari Kementrian Pemuda dan Olahraga dan masih banyak jenis penghargaan lainnya.

Ada satu penekanan saat beliau memberikan motivasi kepada anak-anak kami di SMK Negeri 1 Ambal, bahwa apa yang diperoleh saat ini adalah buah perjuangan yang sangat keras dan tidak pantang menyerah. Tidak sedikit cobaan menghadang usaha yang dijalankannya, hingga cobaan terbesar berupa kebakaran yang menimpa usahanya. Namun dengan ketabahan dan kegigihannya beliau berhasil bangkit kembali mengelola usahanya, bahkan hingga saat ini sudah melebarkan sayap pemasarannya ke manca negara.

Pemberian buku oleh Irma Suryati
Usai memberikan percikan semangat berwirausaha kepada siswa, sesi acara berikutnya dilanjutkan dengan diskusi. Peserta dibagi dalam beberapa kelompok untuk membahas idea tau peluang baru dalam wirausaha. Presentasi kelompok diambil secara sampel mengingat waktu yang semakin siang. Memasuki akhir acara Irma Suryati tidak lupa mengajak siswa untuk tetap bersemangat belajar dan jangan sampai mengesampingkan semangat berwirausaha. Beberapa buku hasil karya Irma Suryati yang berjudul “ Tegak di Atas Tongkat ” diberikan secara gratis kepada peserta.

Terimakasih Irma Suryati atas ilmu dan pengalamannya…

Jumat, 01 Maret 2013

'Mengintip' Pembuatan Sate Ambal Pak Solikhin

Postingan kali ini terasa sangat berbeda, karena sumber utama postingan ini adalah salah seorang siswa yang secara khusus melakukan survey tentang proses pembuatan Sate Ambal yang merupakan salah satu makanan khas dari Kebumen.
Sate Ambal siap untuk dibakar

Sate Ambal berbeda sekali dengan sate-sate ayam lainnya, misalnya sate ayam Madura dengan ciri khasnya yaitu bumbu kacangnya. Sate Ambal memiliki kekhasan dalam hal bumbu sambal tempenya, terasa enak nikmat. Kekhasan lain adalah faktor pengolahan  Sate Ambal. Pengolahan Sate Ambal tidak dilakukan langsung dengan proses pembakaran daging, namun ada proses awal yaitu daging terlebih dahulu dimasak dengan bumbu-bumbunya. Inilah proses yang menyebabkan daging Sate Ambal terasa lebih lembut dan gurih, sekalipun belum dibakar pun sudah terasa enaknya. Dijamin sangat  cocok bagi  anda semua pecinta kuliner.
Pulang dari tempat pembubutan

Untuk lebih jauh  mengenal tentang Sate Ambal termasuk mengetahui cara pembuatannya seorang siswa saya yaitu Imam Kolilur Rohman  telah melakukan survey di warung Sate Ambal Pak Solikhin untuk memenuhi tugas mata pelajaran Kewirausahaan. Berikut beberapa hal yang tertuang dalam laporan hasil survey tersebut.

Pemisahan daging, kulit dan jeroan
Usaha yang dikunjunginya adalah warung Sate Ambal Pak Solikhin. Jenis sate yang tersedia adalah sate ayam, baik ayam potong maupun ayam kampung, tersedia juga sate kambing. Dari sisi permodalan yang digunakan dalam proses produksi, Pak Solikhin mengeluarkan rata-rata dalam setiap harinya adalah Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah). Tenaga kerja yang ikut terlibat dalam usaha tersebut adalah lima orang untuk hari-hari biasa, sedangkan pada hari liburan dapat mencapai tujuh orang. Tenaga kerja akan bertambah sampai delapan belas orang pada saat menjelang dan usai Idul Fitri.


Potongan daging siap diolah
Terkait dengan bahan baku sesuai dengan nama usahanya, maka bahan baku berupa daging ayam potong dan ayam kampung setiap hari harus tersedia untuk diproses lebih lanjut. Demikian pula dengan daging kambing yang masih segar juga tersedia. Bahan pembantu lain yang bersifat melengkapi adalah bumbu sate berupa bumbu dapur (rempah-rempah) dan gula jawa. Sedangkan alat-alat secara umum yang digunakan adalah pisau, talenan, ember, tempat pembuatan bumbu (lumpang), tempat pembakaran, kipas dan arang.



Pemisahan daging dengan tulang
Proses pembuatan dimulai dari kegiatan di tempat pembubutan ayam untuk disembelih dan dihilangkan bulu-bulunya. Ayam yang telah bersih kemudian dibelah, dipisahkan antara  daging dengan tulangnya, kulit dan jeroan, seterusnya daging dipotong-potong sesuai ukuran. Pemasakan menjadi proses selanjutnya sampai betul-betul air masak. Perendaman dengan bumbu sate sekitar satu sampai dengan tiga jam, semakin lama direndam semakin terasa bumbu-bumbunya. Selanjutnya sate siap dibakar dan masuk tahap penyajian.

Sate yang siap untuk dibakar
Untuk memperluas daerah pemasaran, pak Solikhin selain menggunakan rumah yang berada di jalan Daendels Ambalresmi sebagai tempat usaha juga membuka usahanya di Kutowinangun. Membuka usaha di Kutowinangun adalah pilihan yang bagus karena secara lokasi sangat dekat dengan keramaian dan jalan raya. Namun demikian tidaklah afdol rasanya jika menikmati Sate Ambal tidak langsung ke lokasi asal muasal sate tersebut yaitu desa Ambalresmi, kecamatan Ambal, kabupaten Kebumen ini. Hampir di sepanjang jalan Daendels terlihat banyak sekali warung Sate Ambal, termasuk salah satunya adalah warung Sate Ambal Pak Solikhin.  Warung Sate Ambal Pak Solikhin buka setiap hari mulai pukul 05.30 sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Proses pembakaran
Sate Ambal siap disajikan
Demikian postingan kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih dan salam ...
 

Senin, 03 Desember 2012

Penerbitan Surat Ijin Usaha Perdagangan

SIUP (panelmaker.co.id)
VIVAnews –  Untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif guna mendorong peningkatan investasi, perlu didukung dengan penyelenggaraan pelayanan penerbitan SIUP yang prima kepada dunia usaha.

Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) sebagai legalitas usaha di bidang perdagangan, perlu diberikan kemudahan, keseragaman dan ketertiban sehingga dapat meningkatkan kelancaran pelayanan publik.

Yang dimaksud dengan perusahaan perdagangan adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan kegiatan usaha di sektor perdagangan yang bersifat tetap, berkelanjutan, didirikan, bekerja dan berkedudukan dalam wilayah negara Republik Indonesia, untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.

Sementara Surat Izin Usaha Perdagangan yang selanjutnya disebut SIUP adalah Surat Izin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan, yang selanjutnya disebut SIUP. Yang diterbitkan kemudian oleh Pejabat Penerbit SIUP, yaitu Kepala Dinas yang bertanggungjawab di bidang perdagangan di wilayah kerjanya atau pejabat yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau pejabat lain yang ditetapkan berdasarkan peraturan ini.

Setiap Perusahaan yang melakukan usaha perdagangan wajib memiliki SIUP. SIUP sebagaimana dimaksud terdiri atas :
1.    SIUP Kecil, wajib dimiliki oleh Perusahaan Perdagangan dengan modal dan kekayaan bersih (netto) seluruhnya sampai dengan Rp200 juta, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
2.    SIUP Menengah, wajib dimiliki oleh Perusahaan Perdagangan dengan modal dan kekayaan bersih (netto) seluruhnya di atas Rp200 juta sampai dengan Rp500 juta, tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usaha.
3.    SIUP Besar, wajib dimiliki oleh Perusahaan Perdagangan dengan modal dan kekayaan bersih (netto) seluruhnya di atas Rp500 juta tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
SIUP berlaku selama Perusahaan Perdagangan menjalankan kegiatan usaha. Perusahaan Perdagangan sebagaimana dimaksud wajib melakukan pendaftaran ulang setiap 5 (lima) tahun di tempat penerbitan SIUP.
Menteri memiliki kewenangan pengaturan SIUP. Menteri menyerahkan kewenangan penerbitan SIUP kepada Gubernur DKI Jakarta dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia kecuali provinsi DKI Jakarta. Bupati/Walikota melimpahkan kewenangan penerbitan SIUP kepada Kepala Dinas yang bertanggungjawab di bidang perdagangan atau pejabat yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu setempat.
Gubernur DKI Jakarta melimpahkan kewenangan penerbitan SIUP kepada Kepala Dinas yang bertanggungjawab di bidang perdagangan atau pejabat yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu setempat.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 36 Tahun 2007, setiap perusahaan perdagangan wajib memenuhi beberapa dokumen persyaratan penerbitan SIUP.
Berikut adalah beberapa dokumen persyaratan untuk menerbitkan SIUP ;
Permohonan SIUP Baru
a. Perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas
1.    Fotokopi Akta Notaris Pendirian Perusahaan
2.    Fotokopi Akte Perubahan Perusahaan (apabila ada)
3.    Fotokopi Surat Keputusan Pengesahan Badan Hukum Perseroan Terbatas dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia
4.    Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Penanggungjawab/Direktur Utama Perusahaan
5.    Surat Pernyataan dari Pemohon SIUP tentang lokasi usaha perusahaan
6.    Foto Penanggungjawab atau Direktur Utama Perusahaan ukuran 3x4 cm (2 lembar).
b. Perusahaan berbadan hukum Koperasi
1.    Fotokopi Akta Notaris Pendirian Koperasi yang telah mendapatkan
2.    Pengesahan dari instansi yang berwenang
3.    Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Penanggungjawab atau Pengurus Koperasi
4.    Surat Pernyataan dari Pemohon SIUP tentang lokasi usaha Koperasi
5.    Foto Penanggungjawab atau Pengurus Koperasi ukuran 3x 4 cm (2 lembar).
c. Perusahaan yang berbentuk CV dan Firma :
1.    Fotokopi Akta Notaris Pendirian Perusahaan/Akta Notaris yang telah didaftarkan pada Pengadilan Negeri
2.    Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemilik atau Pengurus atau Penanggungjawab Perusahaan
3.    Surat Pernyataan dari Pemohon SIUP tentang lokasi usaha Perusahaan
4.    Foto Pemilik atau Pengurus atau Penanggungjawab Perusahaan ukuran 3x4 cm (2 lembar).
d. Perusahaan yang berbentuk Perorangan :
1.    Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemilik atau Penanggungjawab Perusahaan
2.    Surat Pernyataan dari Pemohon SIUP tentang lokasi usaha Perusahaan
3.    Foto Pemilik atau Penanggungjawab Perusahaan ukuran 3x4 cm (2 lembar).
Permohonan Pendaftaran Ulang SIUP
1.    SIUP Asli
2.    Neraca Perusahaan (tahun terakhir khusus untuk Perseroan Terbatas)
3.    Surat Pernyataan dari Pemohon tentang lokasi usaha Perusahaan.

Permohonan Pembukaan Kantor Cabang/Perwakilan
1.    Fotokopi SIUP Kantor Pusat Perusahaan yang telah dilegalisir oleh Pejabat Penerbit SIUP
2.    Fotokopi dokumen pembukaan Kantor Cabang/Perwakilan Perusahaan
3.    Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Penunjukkan sebagai Penanggungjawab Kantor Cabang/Perwakilan Perusahaan
4.    Surat Pernyataan dari Pemohon tentang lokasi usaha Kantor Cabang/Perwakilan Perusahaan.
Permohonan Perubahan
1.    Surat Permohonan SIUP
2.    SIUP Asli
3.    Neraca Perusahaan (tahun terakhir khusus untuk Perseroan Terbatas)
4.    Data pendukung perubahan
5.    Foto Pemilik atau Penanggungjawab Perusahaan ukuran 3x4 cm (2 lembar).

Permohonan Penggantian
a. SIUP yang hilang
1.    Surat Permohonan
2.    Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian
3.    Fotokopi SIUP yang lama (apabila ada)
4.    Foto Pemilik atau Penanggungjawab Perusahaan ukuran 3x4 cm (2 lembar).
b. SIUP yang rusak
1.    Surat Permohonan
2.    SIUP Asli
3.    Foto Pemilik atau Penanggungjawab Perusahaan ukuran 3x4 cm (2 lembar).
SP-SIUP baru atau perubahan harus ditandatangani oleh Pemilik atau Pengurus atau Penanggungjawab Perusahaan Perdagangan di atas meterai cukup.
Pihak ketiga yang mengurus SIUP baru atau perubahan, wajib melampirkan surat kuasa yang bermeterai cukup dan ditandatangani oleh Pemilik atau Pengurus atau Penanggungjawab Perusahaan Perdagangan.
Paling lambat 3 (tiga) hari kerja terhitung sejak diterimanya SP-SIUP dan dokumen persyaratan secara lengkap dan benar, Pejabat Penerbit SIUP menerbitkan SIUP dengan menggunakan Formulir sebagaimana dalam Lampiran III Peraturan ini, dengan ketentuan sebagai berikut :
1.    warna putih untuk SIUP Kecil
2.    warna biru untuk SIUP Menengah
3.    warna kuning untuk SIUP Besar

Sumber :  

Jumat, 05 Oktober 2012

Program Tahunan Kewirausahaan

Pada dasaranya Program Tahunan yang biasa dikenal dengan istilah PROTA adalah rencana umum tentang pembelajaran mata diklat tertentu. Dalam penyusunan PROTA ini harus didasarkan pada tahapan sebelumnya yaitu hasil dari Pemetaan Kompetensi Dasar dan harus memperhatikan pula tentang alokasi waktu yang ada.

Hasil dari penyusunan PROTA ini akan dijadikan dasar dalam tahapan berikutnya yaitu Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Untuk selengkapnya mengenai Program Tahunan Kewirausahaan dapat anda lihat DISINI

Selasa, 02 Oktober 2012

Pemetaan Kewirausahaan

Setelah tersusun silabus pada tahapan selanjutnya yang harus dilakukan bagi para guru adalah merencanakan atau menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikenal dengan RPP. Untuk menghasilkan RPP yang baik maka salah satu kegiatan yang harus dilakukan yaitu berupa Pemetaan Komptensi Dasar dalam hal ini adalah Pemetaan Kewirausahaan.

Untuk membantu anda berikut Pemetaan Kewirausahaan yang dapat anda unduh DISINI

Silabus Kewirausahaan

Silabus dapat diartikan sebagai garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi, atau materi pembelajaran

Dalam pengembangan silabus pihak yang terkait adalah :
1. guru kelas/mapel
2. kelompok guru kelas/mapel
3. KKG/MGMP
4. dinas pendidikan

Berikut saya serta silabus Kewirausahaan yang dapat anda download DISINI

Senin, 01 Oktober 2012

SK KD Kewirausahaan

Dalam glosarium yang ada dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Stardar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah  tertulis bahwa : 
 
Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan  keterampilan yangdiharapkan dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester; standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapaidan berlaku secara nasional.

Sedangkan Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator kompetensi.

Untuk SKKD Kewirausahaan selengkapnya dapat dilihat DI SINI 

Sabtu, 08 September 2012

Peran Wirausaha Muda Atasi Pengangguran

Seminar kewirausahaan (Vivanews)
 VIVAnews - BPS mencatat terjadi lonjakan jumlah pengangguran di Aceh mencapai 15.400 orang, dari sebelumnya 149.000 orang pada Agustus 2011 menjadi 164.400 orang pada triwulan I 2012. Jika dipersentasekan, total pengangguran tersebut mencapai 7,87 persen dari jumlah angkatan kerja di Aceh yakni sebanyak 2.087.700 orang. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding rata-rata tingkat pengangguran nasional yang sekitar 6 persen.

Meski kekayaan alam di Aceh sangatlah besar, namun hal itu belum tergarap secara maksimal. Oleh karena itu perlu peran serta semua pihak baik pemerintah dan partai politik untuk ikut memajukan perekonomian Aceh.

Melihat fenomena tersebut, PAN mengajak generasi muda Aceh untuk bangkit dan meraih kembali predikat aceh yang makmu hingga pernah tersohor ke luar negeri dimasa lampau. Untuk itu, Melalui program “60 hari bisa menjadi wirausahawan,” PAN mengajak generasi muda aceh bisa hidup mandiri tidak tergantung dengan orang lain.

Ketua DPP PAN yang juga menteri Kehutanan Zulkfli Hasan berharap program ini bisa mengurangi angka pengangguran yang ada di bumi Serambi Mekah. Sehingga, jumlah penganguran sebanyak 2 juta lebih tersebut bisa berkurang secara drastis.

"Jika tercipta banyak pengusaha muda yang bisa menggerakkan roda perekonomian maka akan menimbulkan efek domino yang cukup tinggi. Dan pada akhirnya pengangguran dipropinsi ini bisa berkurang secara signifikan,” tegasnya.

Melalui program pembinaan dan penjaringan generasi muda Aceh untuk dapat berwirausaha ini,Dijelaskan Zulkifli Hasan  disetiap pelosok aceh akan tercipta industri kecil dan menengah yang mampu menggerakan roda ekonomi setempat.

“Melimpahnya sumberdaya Alam di seluruh pelosok Aceh harus bisa dimanfaatkan penduduk setempat jika mereka jeli. Namun untuk dapat melihat hal itu sebagai peluang usaha maka generasi muda perlu bimbingan baik dari pemerintah dan partai politik seperti PAN,” tambahnya.

Program pemberdayaan ekonomi PAN ini tidak sekedar bagi-bagi duit sebagai moda usaha melainkan juga ada pembinaan sehingga generasi muda bisa menjalankan roda bisnisnya dan membentuk jaringan yang kuat untuk memajukan perkonomian Nangro Aceh Darussalam.

“Dalam program ini generasi muda tidak hanya diberikan modal awal untuk usaha tetapi juga mendapatkan pelatihan yang cukup dari kalangan dunia usaha hingga mereka mampu mengenbangkan usahanya,” jelas Zulkifli Hasan.

Menurut Menhut adalah dalam program ini terkandung unsur kompetisi yang dilakukan di 11 kota di Indonesia. “Tujuan kompetisi ini adalah untuk mencari entrepreneur muda yang benar-benar mau berusaha dan gigih untuk merubah nasibnya dan menciptakan lapangan kerja baru. Ke 11 kota yang akan dijadikan ajang kompetisi kewira usahaan tersebut antara lain Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Banjarmasin, Aceh dan Jayapura,” imbuhnya.

Rabu, 05 September 2012

8 Kendala dan Solusi Memulai Usaha

 
Ilustrasi pengusaha
 VIVAnews - Wirausaha pemula biasanya menemui beberapa kendala dalam mengembangkan bisnisnya. Beberapa kendala itu mulai dari urusan sumber daya manusia, pengembangan produk, perencanaan modal, hingga eksekusi.

Kepala Peneliti Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero, menjelaskan, dengan mengetahui kendala, diharapkan wirausaha dapat mengatasi berbagai kendala itu. Poltak membeberkan delapan kendala yang biasa dialami wirausaha.

Berikut daftarnya:

1. Sumber Daya Manusia
Seorang enterpreneur membutuhkan tim kerja dan spesialisasi untuk mengembangkan perusahaannya. Untuk itu, seorang enterpreneur harus terus berinvestasi pada manusia untuk membesarkan perusahaan.

Ia mencontohkan PT Astra International Tbk. Astra fokus dalam manajerial sumber daya manusia, sehingga apa pun bisnis Astra, dapat berkembang. "Awalnya, Astra hanya bisnis perakitan mobil. Tapi, sekarang bisnisnya di mana-mana, dari sawit hingga air bersih," kata Poltak dalam Enterpreneur Festival di Jakarta, Jumat 22 Juni 2012.

2. Pengembangan Produk
Poltak menjelaskan, banyak pebisnis pemula salah dalam menentukan bisnis yang akan diterjuni. Kebanyakan kegagalan pengusaha adalah membuat produk yang tidak dibutuhkan masyarakat. Ia memberi saran agar membuat produk "demand driven", yaitu produk-produk yang dibutuhkan masyarakat.
Poltak mencontohkan bagaimana Hewlett-Packard terus meluncurkan produk-produk yang dibutuhkan masyarakat, karena adanya masukan dan saran dari masyarakat. Pengembangan produk penting untuk keberlangsungan perusahaan.

3. Memetakan Kompetisi
Poltak menyarankan agar setiap calon pengusaha untuk melakukan riset SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dan terus mengawasi para pesaing. Penyusunan rencana sangat penting bila kompetisi terus terjadi.
Salah satu contoh perusahaan yang tidak melakukan perencanaan yang baik adalah Kodak. "Kodak penemu foto digital pertama dan kuat di fotografi. Namun, karena mereka kuat menjadi tidak waspada disalip kompetitor, sehingga Kodak bangkrut tahun lalu," kata analis pasar modal ini.

4. Permintaan
Pelanggan adalah raja. Untuk itu, seorang enterpreneur harus menentukan siapa yang menjadi prioritas atas produk yang dijual. Penentuan segmentasi ini untuk mengetahui karakteristik pelanggan.
Poltak mencontohkan Wal-Mart yang memposisikan untuk pelanggan kelas bawah dengan menyediakan barang-barang generik dan dengan harga paling murah. Positioning ini membuat demand Wal-Mart menjadi elastis. Saat
ekonomi bagus, masyarakat kelas bawah belanja di Wal-Mart, dan saat ekonomi sulit, masyarakat kelas atas juga ikut belanja di Wal-Mart.

5. PricingPenentuan harga merupakan hal yang paling sulit ditentukan oleh seorang yang baru terjun dalam dunia bisnis. Menurut dia, harga yang telah ditentukan harus dapat berubah menyesuaikan situasi perekonomian, atau berinovasi dengan menciptakan produk baru yang terjangkau.
Unilever, lanjutnya, merupakan contoh yang bagus. Produk Unilever sangat kuat di konsumen kelas atas. Namun, dengan strategi brilian, Unilever juga dapat menjangkau kelas bawah dengan membuat kemasan sachet.
"Ketika produk dikecilkan, ternyata margin lebih besar produk normal," katanya.

6. Siklus Penjualan
Seorang pengusaha pemula harus memperhatikan siklus penjualan produknya, apakah tahan lama atau tidak. Enterpreneur juga harus memperhatikan lamanya suatu produk di pasaran dengan terus berinovasi mengeluarkan produk-produk baru.
Sebagai contoh, Nokia terus mengeluarkan produk baru setiap tujuh bulan, sehingga para pesaing tidak dapat mengejar inovasi yang dilakukan Nokia.

"Sayangnya, masalah Nokia cuma operating system yang tetap bertahan dengan Symbian yang tidak terbuka seperti Android," katanya.

7. Perencanaan modal
Seorang yang berjiwa enterpreneur selalu membuat perencanaan modal dan target. Dengan perencanaan modal yang kuat, para pengusaha terus memutarkan modalnya untuk mengembangkan usaha. "Yang terpenting bagi orang yang berjiwa enterpreneur adalah sukses, berfoya-foya itu nomor sekian, yang penting besar dulu," katanya.

Contohnya adalah General Electric yang terus memutarkan modalnya untuk ekspansi di bisnis yang baru. GE selalu menargetkan bisnis yang baru dimasukinya harus sukses menjadi tiga besar dalam lima tahun.

8. Eksekusi
Ia menjelaskan, eksekusi suatu produk merupakan hal tersulit. Seorang wirausaha harus taat pada jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, produk yang akan dieksekusi sudah terbukti dibutuhkan dan orang yang menjadi sasaran produknya dapat menggunakan.

"Bill Gates setiap mau meluncurkan produk berprinsip harus bisa digunakan oleh neneknya. Kalau neneknya tidak bisa menggunakan alat tersebut, harus disempurnakan lagi hingga bisa," katanya. (art)

Penyebab Indonesia Tak Punyak Banyak Wirausahawan

Rhenald Kasali
VIVAnews - Pakar bisnis Rhenald Kasali menilai metode pendidikan di Indonesia saat ini tidak membangun pola pikir berjiwa wirausaha. Pemerintah harus bisa mematahkan mitos bahwa orang Indonesia tak bisa berbisnis.

Dia menjelaskan sekolah sebenarnya tempat memperbaiki cara berpikir, namun sayangnya sekolah di Indonesia masih mengajar dengan cara menghafal. Seharusnya sekolah mengajarkan bagaimana cara berpikir kreatif dan kritis.

"Siswa harusnya diajarkan berargumentasi, sayangnya di sini saat belajar tangannya dilipat dan percaya apa yang dikatakan guru itu benar," katanya dalam acara Talkshow dan Launching Buku "Cracking Entrepreneurship" karya Rhenald di Jakarta, Kamis 5 Juli 2012.

Dengan sistem pendidikan seperti sekarang ini membuat masyarakat tidak mempunyai kemandirian yang akhirnya timbul mitos orang Indonesia tak bisa berbisnis. Padahal seorang yang berjiwa entreprenuership harus memiliki jiwa yang kritis dan kreatif.

Sayangnya pendidikan karakter di Indonesia masih belum menemukan kejelasan dan masih sekadar pendidikan kognitif, belum mendidik orang menjadi kreatif.

Ia menjelaskan kenapa kebanyakan pengusaha di Indonesia merupakan warga pendatang, seperti Arab, China, maupun yang lainnya. Hal ini karena mereka semua merantau ke negeri orang, dengan merantau timbul rasa kemandirian.

"Kita ini menggunakan sistem keluarga besar, usia 25 bahkan 40 masih tinggal sama orangtua dengan jaminan sosial keluarga besar," katanya. (umi)

Senin, 03 September 2012

RI Kekurangan Wirausahawan

Ilustrasi
VIVAnews - Bank Indonesia mengungkapkan bahwa indikator tingkat kewirausahaan di Indonesia masih rendah. Untuk itu, diperlukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah wirausahawan di dalam negeri.
Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah, menjelaskan bahwa saat ini, tingkat kewirausahaan Indonesia relatif rendah yakni sekitar 1,56 persen dari jumlah penduduk. Angka ini lebih rendah dari negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura yang memiliki tingkat kewirausahaan di atas empat persen dari jumlah penduduk negara-negara itu.
"Negara-negara tersebut maju dan memiliki tingkat kewirausahaan yang tinggi, sehingga pertumbuhan ekonominya relatif lebih berkualitas," kata Halim di Gedung BI Jakarta, Senin 3 September 2012.
Menurut Halim, salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kewirausahaan di Indonesia, karena rendahnya tingkat entrepreneurship. Kondisi itu bisa digambarkan melalui antrean panjang pelamar lowongan kerja pegawai negeri sipil (PNS), meski jumlah lowongannya relatif terbatas.
"Hal yang sama juga terjadi di BI pada tahun ini. Untuk penerimaan pegawai level asisten manajer dengan jumlah lowongan sebanyak 150 orang, namun pelamarnya mencapai lebih dari 100 ribu orang," ujarnya.
Halim melanjutkan, kondisi ini mengindikasikan bahwa lulusan perguruan tinggi cenderung memilih sebagai pencari kerja daripada pencipta lapangan pekerjaan. Hal tersebut mungkin disebabkan sistem pendidikan yang diterapkan di perguruan tinggi saat ini berfokus pada penyiapan mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan.
Sementara itu, pengusaha Ciputra juga mengatakan bahwa Indonesia memerlukan sedikitnya empat juta pengusaha untuk bisa mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan di Tanah Air.
"Kemunculan para pengusaha otomatis membuka peluang adanya lapangan pekerjaan. Semakin banyak lapangan kerja, semakin mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan di Indonesia," kata Ciputra. (art)



source

Jumat, 13 Januari 2012

Mencermati Harga Ganjil di Ritel Modern

Jika anda berjalan-jalan ke ritel modern dan melihat berbagai macam produk yang dijual, seperti di supermarket, toserba, hypermart, departement store dan yang sejenisnya, maka seringkali kita melihat model harga dengan harga yang aneh. Mengapa aneh ? Karena harga yang ditawarkan oleh ritel modern menggunakan harga ganjil yang secara umum angka-angka tersebut sering kita abaikan. Misalnya harga sebuah sabun mandi Rp. 2.999 atau harga sebuah sebuah ballpoint Rp 1.995 dan sebagainya.
ilustrasi ritel modern (belajar.kemdiknas.go.id)
Penetapan harga yang berakhiran ganjil seperti model di atas dalam dunia pemasaran diistilahkan dengan odd prices atau magic prices. Dari berbagai sumber yang pernah saya baca, bahwa odd price pada awalnya digunakan oleh ritel di Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengurangi ketidakjujuran para kasir. Penetapan odd prices ini membawa sebuah konsekuensi bagi para kasir untuk mengembalikan uang kembalian kepada pembeli. Di samping itu dengan odd prices diharapkan pembeli akan tertarik, kesan harga lebih murah menjadi daya tarik sendiri bagi si pembeli.

Penetapan harga suatu produk dari sebuah perusahaan adalah suatu hal yang sangat mendasar karena secara langsung berpengaruh terhadap permintaan konsumen dan keuntungan perusahan. Odd price adalah salah satu cara perusahaan untuk meningkatkan volume penjualan produknya. Maka tak heran jika odd prices ini  telah diaplikasikan di ritel-ritel yang ada di negara kita baik badan usaha yang merupakan kepemilikan asing atau kepemilikan badan swasta nasional. Bahkan ritel-ritel kecil seperti minimarket-minimarket pun telah menggunakan pola penetapan harga tersebut. Pertanyaan yang muncul sekarang adalah apakah betul-betul odd prices itu menguntungkan bagi konsumen ?

Jika kita cermati dengan seksama, maka ada hal yang dapat kita pertimbangkan. Misalnya  kita membeli sebuah produk berharga Rp. 1.995, uang yang kita serahkan kepada kasir  adalah Rp. 2.000,-. Apakah kita akan menerima kembalian dari kasir ? Jika itu berlaku di Amerika dengan dollarnya, jelas pengembalian dapat dilakukan. Namun di negara kita, mungkinkah kita akan meminta kembalian sebesar Rp. 5,-.Jangankan Rp. 5, terkadang Rp.100,- pun kasir enggan memberikan kembalian atau kita sendiri berlagak tak mau menerima pengembalian uang. Jadi apakah konsumen diuntungkan dengan model odd price semacam itu, anda sudah dapat menyimpulkan sendiri bukan ?

Senin, 05 Desember 2011

Daftar Nilai UUS Kewirausahaan

Bagi siswa-siswi SMK Negeri 1 Ambal, khususnya kelas XI untuk program keahlian Teknik Otomotif dan Tata Boga nilai Ulangan Umum Semester Gasal Tahun Pelajaran 2011/2012 dapat dilihat di SINI atau juga di SINI


Untuk kelas XII Teknik Otomotif dan Tata Boga klik SINI


Terima kasih

Senin, 03 Oktober 2011

Tanggungjawab Sosial Dunia Usaha

Gambar dari Google
Sering kali kita mendengar istilah CSR, namun kadang masih banyak yang belum memahaminya. Kesempatan yang baik ini saya posting tentang CSR dengan harapan dapat berbagi dengan teman semunya.  Coorporate Social Responbility merupakan tanggung jawab sosial perusahaan atau dunia usaha yang lebih populer disebut dengan CSR. Dari beberapa sumber yang saya pahami bahwa CSR sebenarnya hanya sebuah konsep dari perusahaan untuk ikut bertanggungjawab terhadap lingkungan sosial yang ada di sekitar perusahaan. Hal ini tentunya mengacu bahwa terwujudnya kesejahteraan sosial bukanlah semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah.

Tanggung jawab perusahaan atau dunia usaha tersebut dapat berbentuk kegiatan yang bersifat pembinaan dan pengembangan dalam berbagai bidang. Sektor usaha kecil misalnya berupa bantuan modal kerja untuk melakukan usaha dan  bantuan  alat dan mesin untuk usaha kecil. Dalam sektor pendidikan CSR dapat berupa  pemberiaan beasiswa untuk anak-anak yang kurang mampu, pelaksanaan pendidikan dan latihan serta  bantuan sarana prasarana untuk lembaga pendidikan. 

Dalam sektor kesehatan CSR dapat berupa pemeriksaan kesehatan gratis, sosialisasi tentang kesehatan pencegahan beberapa penyakit dan pembangunan fisik saluran air dan masalah lainya. Contoh lain CSR adalah saat mudik jelang lebaran kemarin. Beberapa perusahaan ternama banyak yang mengadakan program "mudik gratis" untuk khalayak umum. Hehehe ..dan yang menarik adalah beberapa parpol gendhut pun seolah tak ketinggalan mengadakan acara mudik bareng dan gratis, tetapi jelas ini tidak ada hubungannya dengan CSR , yang ada hanya jurus tebar pesona. Persoalan yang terakhir tak perlu dibahas, ini bukan ranah saya. 


Seberapa pentingkah CSR itu bagi perusahaan sehingga harus mengalokasi dana yang tidak kecil untuk meng-handle beberapa kegiatan yang nyata-nyata tidak memiliki keterkaitan secara  langsung dengan proses produksi suatu perusahaan. Tidak ada keuntungan secara langsung yang diperoleh dari CSR ini. Namun konsepnya sangat jelas, bahwa semua perusahaan memiliki ketergantungan kepada masyarakat khususnya adalah konsumen. CSR adalah salah satu upaya untuk membangun citra  dan kepercayaan masyarakat agar tetap memiliki pandangan yang positif terhadap perusahaan. Oleh karenanya CSR harus dilaksanakan secara berkesinambungan atau berkelanjutan agar nilai-nilai positif tetap terjaga. 


Jangan lupa Vlog alias VIVAlog juga CSR-nya VIVAnews lho ..





Rabu, 21 September 2011

Belanja Berhadiah Kambing

Belanja Berhadiah Kambing
Perjuangan di Semarang untuk mengikuti lomba akhirnya usai.  Tidak ada kekecewaan walau tak mampu berprestasi, yang penting adalah dapat sharing dengan teman-teman baru dari berbagai kabupaten di wilayah Jawa Tengah. Lama juga rasanya tak posting dan baru kali ini sempat untuk posting dan  artikel kali ini saya mengupas tentang promosi unik yang ada di daerah saya.

Banyak cara yang dilakukan oleh badan usaha baik yang berskala kecil maupun usaha yang berskala besar untuk dapat menarik perhatian calon pembeli. Salah satu cara untuk menarik perhatian calon pembeli adalah dengan promosi. Promosi merupakan cara mengkomunikasikan barang dan jasa yang akan ditawarkan supaya konsumen mengenal atau mengetahui dan membeli produk yang ditawarkan.

Promosi adalah bagian dari kegiatan pemasaran yang secara umum bertujuan untuk menarik perhatian dan mendorong konsumen untuk menggunakan produk tertentu. Bentuk promosi sendiri banyak sekali jenisnya, iklan, reklame, personal selling, promosi penjualan dan masih banyak yang lainnya. Cara bolehlah berbeda namun pada hakekatnya dapat meningkatkan omzet penjualan itu adalah tujuan utama promosi.


Beberapa ritel modern semisal swalayan, pasaraya, toserba dan sejenisnya umumnya menggunakan beberapa cara untuk menarik perhatian dari calon pembeli dengan menggunakan sistem potongan harga atau diskon, ada pula yang menggunakan model cuci gudang, paket harga dan model undiah berhadiah. 

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah model undian belanja berhadiah kambing yang dilakukan oleh salah satu ritel modern di daerah saya. Tidak ada yang salah memang, konsep pendekatan belanja dan beribadah itulah yang menurut saya  telah dicoba untuk dikembangkan. Lebaran haji atau Idul Adha yang tidak lama lagi akan datang, menjadi sebuah momen yang tepat untuk mengembangkan konsep ini.

Bagi saya ini adalah sesuatu yang baru. Sebuah kreatifitas yang patut kita hargai, terlepas dari motif-motif untuk mencari keuntungan di balik kreatifitas yang ada, karena memang itulah tujuan utama. Salam .. 



Jumat, 16 September 2011

Sensasi Terapi Ikan di Baturaden

Kakiku dikeroyok ikan
Usai melakukan kegiatan table manner di salah satu restoran ternama di Baturaden, saya dan rombongan berkesempatan menikmati keindahan alam dan segarnya udara di Lokawisata Baturaden. Baturaden terletak sekitar 14 kilometer dari pusat kota Purwokerto, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Suasana asri dan alami bisa kita nikmati di tempat wisata yang bernuasa pegunungan.

Lokasi wisata ini tidak asing lagi, karena saya sudah sering berkunjung ke tempat ini. Berbeda dengan anak-anak yang mungkin baru pertama kali berkunjung sehingga terlihat asyik berpetualang ke setiap sudut Baturaden, demikian pula dengan teman-teman guru yang lain. Semua asyik sendiri-sendiri menimati keindahan alam di Baturaden. Target saya hanya satu di tempat wisata ini, yaitu menikmati sensasi terapi ikan yang ada di Baturaden.

Awal tahun 2011 memang bisnis terapi ikan mengalami booming, maka kesempatan yang baik ini saya gunakan untuk mengetahui lebih jauh tentang bisnis terapi ikan sekaligus menikmatinya. Ketika sampai tempat tujuan, terlihat kolam kecil dengan ukuran 3 m x 1,5 m kedalaman sekitar 30 sampai dengan 40 cm. Kolam  yang tersedia ada dibeberapa tempat dan mayoritas sudah penuh dengan orang-orang yang sedang melakukan terapi. 

Setelah mencari informasi beberapa hal kepada pengelola, saatnya menikmati terapi ikan. Kolam yang lebih sedikit penggunanya saya tuju. Ingin tahu rasanya terapi ikan ? Duduk santai, kedua kaki dicelupkan ke dalam kolam dan seketika ikan-ikan kecil berjumlah ratusan mengerumuni dan menggigit bagian kaki yang dicelupkan. Awalnya rasa geli, tetapi lama-kelamaan keenakan juga. Sesekali kedua tangan bisa juga kita celupkan, dan ratusan ikan-ikan kecil pun akan menggigitnya. Jika dirasa perlu kita juga bisa berendam di kolam ini. Penak tenan rasane.. (enak sekali rasanya). Cukup Rp. 5.000 kita keluarkan untuk persetengah jam terapi ini.

Efek dari terapi ikan ini adalah saat kita selesai melakukan terapi adalah badan kita lebih terasa ringan. Konon dengan terapi ikan ini dapat memperlancar aliran darah dan membuka kembali sel-sel kulit kaki yang sudah mati.

Rabu, 14 September 2011

Beberapa Alasan Ritel Tradisional Terpinggirkan

pasar tradisional (indonetwork.co.id)
Dalam empat tahun terakhir ini berdasarkan pengamatan, pertumbuhan ritel modern sangat fantastis. Beberapa supermarket hadir menawarkan sensasi belanja yang nyaman dan aman dibanding dengan ritel yang bersifat tradisional.  Perkembangan yang luar biasa khususnya adalah munculnya minimarket-minimarket yang menyebar hampir diseluruh wilayah setingkat kecamatan. Ini bukanlah suatu tren, tetapi saya lebih cocok menyebutnya dengan istilah ekspansi usaha dengan cara memanfaatkan peluang yang ada.

Perkembangan ritel modern yang begitu pesat bukan tanpa suatu alasan yang mengada-ada. Hal ini didasarkan pada kondisi ritel tradisional yang umumnya berupa kios-kios di dalam pasar,  dan  semua orang sangat memahami karakteristik pasar tradisional yang ada di sekitar kita masing-masing. Kesan kotor dan jorok umumnya melekat pada pasar tradisional, ditunjang dengan ketiadaan tempat-tempat sampah yang memadai. Kesan lain adalah munculnya bau yang sangat menyengat, karena produk-produk di pasar tradisional memang beraneka ragam dan tak ada penataan yang baik.  Belum lagi ditambah dengan saluran air yang tidak lancar, tambah semakin parah. Tak terbayangkan lagi jika hujan datang, wah lengkap sudah citra negatif pasar tradisional. 

Disamping itu kondisi pasar tradisional umumnya berhimpitan-himpitan, sesak dan kurang beraturan sehingga faktor kenyamanan sangat sulit didapatkan. Panas, sirkulasi udara sangat kurang. Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah faktor keamanan, siapapun yang tidak hati-hati dan waspada maka dapat menjadi sasaran empuk dari si tangan-tangan jahil. Tak lupa pula perlu mendapat perhatian bagi kita adalah tentang apakah produk-produk yang diperjualbelikan higienis atau tidak.

Bandingkan dengan karakteristik ritel modern yang ada pada umumnya. Ritel modern menjanjikan berbagai layanan yang memanjakan calon pembelinya, tempat yang luas, produk sangat beraneka ragam, kenyamanan dalam berbelanja. Produk yang dipajang secara terbuka sangat membantu bagi calon pembeli untuk melihat, memilih dan sekaligus mencoba produk. Fixed price  atau harga jual tetap dan  pelayanan mandiri atau swalayan menjadi ciri khas model ritel modern. Belum lagi ditambah dengan beberapa layanan lain seperti undian, discount, voucher dan lain-lainya.

Keberadaan ritel modern jelas akan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ritel tradisional. Jika kondisi ritel  tradisonal tidak segera berbenah diri atau dengan melakukan revitalisasi, maka saya berkeyakinan keberadaannya akan semakin terpinggirkan oleh hadirnya ritel-ritel modern yang secara manajemen lebih terkelola dengan baik.

Sabtu, 10 September 2011

Warung Makanan Roh Halus

Jum'at pagi tanpa persiapan khusus, saya mengikuti perjalanan beberapa orang guru Tata Niaga yang diberi tugas oleh sekolah untuk suatu keperluan di wilayah Yogyakarta. Saya sengaja nebeng karena saya juga memiliki kepentingan sekolah untuk urusan lain, tepatnya mengurusi akomodasi yang akan dibutuhkan dalam rangka kegiatan Kunjungan Industri di Klaten dan Yogyakarta. Rencana kegiatan kunjungan anak-anak Teknik Otomotif dilaksanakan tanggal 19 Oktober 2011, namun segala sesuatunya akan lebih baik jika jauh-jauh hari sebelumnya semuanya sudah kelar. 



Satu hal yang menarik perhatian saya di Yogyakarta bukan karena keramaian Malioboro-nya dengan segala isi dan jenis usaha yang ada,  namun sebuah warung yang ada di daerah Wirobrajan menjadi sesuatu yang menggelitik bahkan sangat menarik perhatian saya. Ketika beberapa teman asyik berbelanja peralatan display, saya pun berusaha mendekat lokasi sasaran. Kesempatan tak terlewatkan, ambil gambar segera posting blog. Itulah hal yang ada dalam benak saya saat itu. Saat inilah baru sempat menulis untuk berbagi cerita dengan teman-teman semua. Namun masalah cerita model seperti ini jelas saya tidak mempunyai kompetensi yang layak. 
Warung Makanan Roh Halus


Masalah roh halus, sekali lagi saya tak mampu bercerita banyak, saya lebih memberi penekanan tentang  konsep pemberian nama warung yang sangat baik dan unik. Setidaknya dengan nama yang unik akan dapat menarik perhatian orang lain, sekaligus sebagai sarana promosi yang tokcer. Warung Makanan Roh Halus  ini merupakan warung tradisional dan terletak di Jalan RE. Martadinata, arah masuk ke kota Yogya dari barat. Sepintas saya lihat menu yang disediakan pun sangat beraneka ragam, yaitu bunga sripah, bunga macan kerah, leson, degan ijo dan segala macam perlengkapan yang digunakan sebagai syarat ritual lainnya.  Di warung ini pula menyajikan jamu tradisional dan berbagai macam minyak.

Keberadaan Warung Makanan Roh Halus setidaknya telah memberikan warna tersendiri dalam kehidupan kita ini. Dunia kita seperti itulah adanya. Salam ..


Rabu, 07 September 2011

Pelajaran dari Pemilik Warung Bakso

gambar dari kampungtki.com
Dalam suatu kegiatan pendidikan dan latihan di Malang, saya dan beberapa teman diberikan tugas untuk membuat laporan tentang usaha berskala kecil yang ada di sekitar lokasi diklat. Waktu yang diberikan sangat singkat berkisar satu jam, sehingga setelah berembug dengan teman akhirnya dipilihlah sebuah warung bakso. Selain lokasi yang dekat, faktor penghuni perut yang sering complain menjadi salah satu pertimbangan dan penentu untuk memasuki warung bakso. Tampaknya warung bakso tersebut sangat digemari masyarakat, karena benyak pengunjung yang datang untuk membelinya.

Duduk berhadapan, langsung membuat schedule dan pembagian tugas sambil menunggu pesanan datang. Mencoba untuk mendekati sang pemilik warung bakso, untuk sekedar meminta informasi tentang usahanya. Deal tercapai. Pemilik warung siap dan alhamdulillah tidak berkeberatan.  Mengingat warung ramai maka sang pemilik kemudian memanggil beberapa tenaga kerja yang ada didalam rumah untuk menggantikan posisi  sang pemilik warung bakso untuk melayani para pembeli. 

Interview dengan pemilik warung menjadi tugas saya. Sambil menikmati bakso obrolan santai saya ciptakan, agar betul-betul memperoleh informasi yang saya harapkan. Sangat sederhana pertanyaan yang saya ajukan untuk membuka pembicaraan. Pertanyaan berkisar tentang faktor yang mempengaruhi untuk mendirikan warung bakso ini. Sungguh diluar dugaan saya, pertanyaan ini ternyata membawa kenangan sang pemilik bakso ke tahun  1998, saat negeri kita ini terkena krismon. Sang pemilik bakso bercerita panjang lebar tentang usaha pertama yang dahulu digelutinya adalah sebuah warung makan yang besar dan sukses, namun krismon telah menghancurkan usahanya.

Beberapa tahun kemudian, tahun 1990-an beliau dengan segala daya upaya akhirnya dapat membuka usaha baru yaitu warung telekomunikasi alias wartel. Usaha wartel terus berkembang karena prospeknya sangat bagus, tetapi pada akhirnya usaha  wartel rontok juga dengan kehadiran handphone. Usaha wartel yang didirikan pun terbentur dan termakan oleh kemajuan tehnologi. Tehnologi memang bagai mata pisau yang sangat tajam, manakala kita tak mampu mengarahkannya maka kerugianlah yang akan kita dapat.

Kegagalan tak mampu membunuh jiwa bisnisnya. Sebuah spirit yang fantastis, ditunjukkan kepada kita yaitu sikap tanpa kenal lelah dan selalu membaca peluang yang muncul. Berawal dari kegagalan-kegagalan , akhirnya usaha warung bakso menjadi alternatif sebagai pengganti usaha wartel dan usaha warung baksonya masih tetap eksis sampai saat ini. Bahkan tergolong sukses karena banyak penikmat bakso yang datang.

Uraian dan jawaban dari satu buah pertanyaan rasanya sudah cukup dijadikan dasar menyusun laporan tentang usaha skala kecil. Waktu tersisa 20 menit, pertanyaan-pertanyaan mengenai permodalan, bahan baku, alat dan yang lain-lain tidak sempat saya tanyakan karena waktunya yang sangat terbatas. Pertanyaan yang kedua atau terakhir adalah tentang bagaimana caranya sehingga usaha warung bakso ini dapat berkembang dan dikenal oleh masyarakat. Luar biasa,  beliau menjelaskan dengan sangat perfect tentang konsep Attitude, Attention dan Action dalam pelayanan prima. Sikap, perhatian dan tindakan kita adalah kunci dalam memberikan layanan kepada konsumen, begitu penjelasannya.

Sangat asyik sebenarnya ngobrol, namun waktu rasanya berjalan cepat. Akhirnya disisa waktu yang ada laporan disusun secara sederhana. Setidaknya banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari sang pemilik warung bakso, diantaranya adalah karakter kerja keras, berani mengambil resiko, tahan banting, pandai  mengambil peluang, penguasaan tehnologi dan karakter positif lain yang dapat kita tauladani. Terima kasih untuk sang pemilik warung bakso di Malang sana. Terima kasih atas sharingnya. Salam ..

Alun-alun Kebumen: Ruang Publik Kita

Di tengah bisingnya kota, di sela kesibukan dan rutinitas yang sering terasa seperti drama tanpa akhir, masih ada ruang yang membuat kita ...