Kamis, 25 Agustus 2011

Wisata Murah di Pantai Bocor Kebumen

Masih ingat dengan peristiwa bentrok TNI dengan warga Setrojenar di Kebumen ? Harapan saya memori anda masih encer. Peristiwa tersebut terjadi karena adanya konflik antara kedua belah pihak yang saling mengklaim tentang status kepemilikan tanah. Konflik berkepanjangan pada akhirnya memunculkan bentrok diantara kedua belah pihak. Bagi yang ingin me-reset lagi tentang peristiwa itu buka saja catatan tanggal 16 April 2011 di hari Sabtu.

Rekreasi murah di Pantai Bocor*)
Bukan tanpa dasar saya memberikan intro sebagaimana tertera pada paragraf awal untuk memberikan narasi tentang keelokan Pantai Bocor ini. Pantai Bocor ini memang berjarak hanya 200 meter, tepatnya di sebelah selatan dari lokasi yang biasanya digunakan TNI untuk mengasah diri dengan latihan perang. Sedangkan jarak tempuh yang digunakan dari kota Kebumen sampai dengan Pantai Bocor sekitar 20 menit dengan jarak kurang lebih sekitar 12 Km. Bagi anda yang ingin menikmati makanan khas Kebumen : Sate Ayam Ambal, jangan khawatir lokasi pantai ini tak jauh dari desa Ambalresmi,  yaitu desa khusus asal muasal sate ayam Ambal muncul dan pusatnya sate ayam Ambal. Putar haluan ambil jalan lurus ke timur sekitar 6 Km saja sudah sampai di Ambal. Tapi stop, ini bulan puasa sebaiknya saya sarankan kunjungan ke Pantai Bocor untuk menikmati sun set dan selanjutnya dapat berbuka puasa dengan sate ayam Ambal di daerah Ambalresmi.


Menikmati indahnya pagi di Pantai Bocor*)
Pantai Bocor sampai saat ini memang belum banyak dikenal oleh masyarakat umum, khususnya oleh masyarakat yang berasal dari diluar Kabupaten Kebumen. Pantai Bocor terisolasi oleh ketenaran lokasi wisata pantai-pantai lain di Kabupaten Kebumen semisal Pantai Petanahan, Pantai Suwuk Puring, Pantai Karangbolong, Pantai Menganti dan Pantai Ayah atau Logending. 

Sebagai usaha untuk mempromosikan kepada masyarakat luar, Pantai Bocor kini sudah mulai berbenah diri dengan penyediaan beberapa wahana untuk bermain anak-anak semisal kolam renang kecil, jasa atau sewa kuda untuk menyusuri indahnya Pantai Bocor, areal parkir mobil dan motor yang luas dan tak lupa warung-warung makan dengan menu yang khas pula semisal nasi pecel dan peyek undur-undurnya. Semua harga terjangkau dan boleh dikatakan wisata di Pantai Bocor ini tergolong wisata yang murah meriah. 

Tetap waspada menjaga anak-anak*)
Namun saat datang bulan ramadan seperti ini maka  keramaian dari beberapa warung makan tradisional yang biasanya ada, tak tampak sama sekali. Hanya keramaian pengunjung dari unsur keluarga, sekelompok anak-anak muda, tak tertinggalkan semacam komunitas sepeda onthel dari  beberapa daerah yang ingin menikmati  indahnya sun rise maupun sun set di Pantai Bocor. Namun pasca bulan ramadan atau bulan syawal datang maka dijamin keramaian tak akan terbantahkan. Berjubel orang akan memenuhi pantai, terlebih masyarakat di pantai seluruh pantai Selatan Kebumen masih melakukan tradisi syawalan di sekitar pantai.
Tampilan Samudera Indonesia dari sudut Pantai Bocor*)

Keelokan dan keindahan Pantai Bocor dijamin tidak akan kalah dengan pantai-pantai lain di Kebumen yang lebih dahulu mengorbit dalam dunia pariwisata. Karakteristik Pantai Bocor ini sebagaimana pantai-pantai lain di pantai selatan yang berada diperairan Samudera Indonesia  maka ombak atau gelombang besar sering terjadi. Sehingga bagi pengunjung yang membawa keluarga beserta anggota keluarga yang masih tergolong anak-anak harus tetap waspada menjaganya.


Ingin mencobanya. Silakan nikmati sendiri eloknya perairan Samudera Indonesia di Pantai Bocor. Salam ..

*) Gambar  diambil setahun yang lalu.

Rabu, 24 Agustus 2011

Prakerin : Konsep Link and Match

Munculnya  kesenjangan  dan ketidaksesuaian kualitas  output dari lembaga pendidikan tertentu dengan  kualifikasi yang diharapkan oleh Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) menjadi isu sentral tentang tidak adanya kesinambungan  antara dunia pendidikan dengan dunia usaha atau dunia industri. Sebagai  bukti konkrit yang menunjukkan hal tersebut adalah tidak sesuainya ketrampilan yang dimiliki oleh lulusan dengan jenis ketrampilan yang dipersyaratkan untuk menangani jenis pekerjaan atau untuk memegang suatu jabatan tertentu.

Siswi SMKN 1 Ambal Prakerin di Pringsewu Baturaden
Solusi dari permasalahan di atas sebagaimana telah ditekankan oleh pemerintah adalah perlunya konsep pendidikan yang mengacu pada konsep "link dan match".  Konsep "keterkaitan dan kesepadanan " ini sebenarnya telah muncul mulai tahun 1990-an saat Mendiknas kita masih Prof. Dr. Wardiman dan tentunya relevansinya hingga saat ini masih terasa kuat dan perlu dikembangkan lagi. Konsep ini menghendaki adanya suatu hubungan diantara dunia pendidikan yang diistilahkan sebagai pemasok dan dunia usaha atau dunia industri sebagai pengguna. Konsep ini pula dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk pengembangan kurikulum  yang dirancang bersama antara pihak pendidikan dan duniausaha/dunia industri. Hubungan timbal balik ini mutlak adanya.



Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah salah satu bentuk contoh dari pelaksanaan konsep link dan match. Istilah pendidikan sistem ganda sering disebut pula Praktek Kerja Lapangan (PKL), ada pula yang menyebut dengan On the Job Trainning (OJT), dan istilah sekarang banyak menyebutnya dengan Praktek Kerja Industri (Prakerin).  Prakerin merupakan bagian dari program bersama antara SMK dan Industri yang dilaksanakan di dunia usaha/industri. Program tersebut diharapkan mampu untuk menjembatani sekaligus menutup kesenjangan yang terjadi antara dunia pendidikan dan dunia usaha selama ini.  

Kegiatan prakerin  diharapkan mampu meningkatkan penguasaan kompetensi produktif sekaligus memberikan peluang kepada para siswa untuk mendapatkan pengakuan atas kompetensi yang dimiliki dari Industri. Berikut ini merupakan tujuan dari Praktek Kerja Industri :
  • Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional ( dengan tingkat pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja ).
  • memperkokoh ” link and macth ” antara sekolah dengan dunia kerja.
  • Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas profesional.
  • Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.

Senin, 22 Agustus 2011

Disfungsi Guru di Sekolah Pinggiran


Dalam Pasal 1 Undang-undang  Repbulik Indonesia No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen diterangkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Bukan sesuatu hal yang mudah untuk menjalankan fungsi dan tugas dengan baik dan benar. Kualifikasi akademik, kompetensi dan sertifikat pendidik ditunjang dengan kemampuan untuk mewujudkan apa yang menjadi tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab menjadi prasarat untuk melaksanakan tugas tersebut.
Hal lain yang perlu dipersiapkan oleh seorang guru untuk melaksanakan tugas tersebut tidak sesederhana yang ada dibenak kebanyakan orang. Suara-suara nyaring seperti “Enaknya jadi guru. Anak sekolah libur semester, guru ikut menikmati libur”.  Itu adalah hal biasa yang sering kita dengar. Namun essensi dari libur semester adalah memberikan waktu khusus bagi guru untuk mempersiapkan tugasnya pada   semester depan. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menjalankan tugas guru yang biasanya dikenal dengan perangkat pembelajaran. Mulai dari silabus, pemetaan standar kompetensi dasar, analisis laokasi waktu,  membuat program semester atau tahunan, menyiapkan rencana kegiatan pembelajaran dan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Pada tahapan selanjutnya yaitu melaksanakan rencana-rencana yang telah dipersiapkan, dan disusul evaluasi.                                                                                                   
Tugas tersebut dalam realitanya masih harus dibebani dengan tugas tambahan lain atau tugas yang seolah sangat dipaksakan. Seorang guru harus merangkap menjadi bendahara rutin, bendahara sekolah dan kadang sering berprofesi sebagai kurir atau caraka. Kondisi semacam ini biasanya terjadi pada sekolah-sekolah yang ada dipedesaan atau di sekolah pinggiran. Hal yang sangat dipaksakan adalah ketika seorang guru harus mengajar mata pelajaran yang tidak sesuai kualifikasinya. Bukan karena tidak mampu namun secara psikis, mengajar bukan merupakan mata pelajaran yang sesuai dengan  kualifikasinya adalah sebuah beban yang tidak kecil.
Kondisi disfungsi guru di atas dapat  terjadi dikarena beberapa hal. Pertama, masih minimnya tenaga administrasi atau staff tata usaha pada sekolah tersebut, atau sudah ada tenaga administrasi namun kurang mumpuni, kurang respek terhadap pekerjaan, kurang memiliki skill  sehingga mau tidak mau dengan kondisi seadanya memaksimalkan guru untuk merangkap tugas tersebut. Bagimana mungkin seorang guru harus menyiapkan tugas penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) sampai pembuatan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA-SKPD) dan lain-lain sampai proses pertanggungjawabannya. Walaupun mampu untuk melaksanakannya, namun tugas dan fungsi utama sebagai guru untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi jelas akan terabaikan.
Hal lebih prihatin sekali bagi sekolah-sekolah yang ada dipedesaan adalah sering kurangnya informasi secara formal dari instansi-instansi di pusat kota, baik dari instansi pemerintah daerah berupa badan, kantor atau dinas tertentu. Perkembangan teknologi informasi memang luar biasa, namun dari sisi kedinasan, surat dalam bentuk tertulis masih menjadi bukti otentik yang relevan hingga saat ini. Surat-surat yang semestinya segera sampai disekolah-sekolah namun kadang-kadang “mandeg” ditempat, karena mengharapkan pihak sekolah untuk aktif. Hal ini menjadi sesuatu yang lucu, bukankah surat dibuat untuk menyampaikan informasi tertentu kepada pihak-pihak yang menjadi tujuan dalam surat. Disinilah guru harus berperan lagi menjadi seorang kurir untuk mengambil surat pada institusi berbentuk badan atau kedinasan lainnya. Namun dalam hal tertentu karena kondisi yang mendesak perlu kita pahami bersama.
Kedua, penempatan guru pada sekolah tertentu yang tidak sesuai dengan kualifikasi, akan menjadi beban bagi guru yang bersangkutan dan sekaligus menjadi tugas berat bagi personil dibidang kurikulum dalam membuat platform pembagian tugas. Asas the right man in the right place hanya sekedar pepesan kosong dan tak bermakna. Selain itu sebagaimana tertulis diatas dengan penempatan guru yang tidak sesuai dengan kualifikasinya akan menjadi beban psikis bagi yang bersangkutan, walau memiliki keyakinan untuk melaksanakan namun tidaklah optimal.
Optimalisasi
Sekolah adalah sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai unsur yaitu  kepala sekolah, guru, siswa, karyawan/karyawati, lingkungan, sarana, media dan unsur lainya, maka manakala ada salah satu unsur yang tidak beres berarti terjadi keganjilan dalam sistem tersebut. Sama halnya seperti kasus diatas dimana ada unsur dalam hal ini adalah minimnya atau kurang optimal kerja tenaga administrasi sehingga berdampak pada unsur lain (baca : guru khususnya) dan unsur lain pada umumnya.
Inti dari permasalahan di atas adalah munculnya fungsi-fungsi tambahan bagi guru yang sangat jelas tidak ada relevansinya sebagaimana tugas guru sesuai dengan pasal 1 Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.  Fungsi baru dengan model rangkap jabatan hanya akan memberikan beban bagi guru sehingga justru apa yang menjadi tugas utama akan terabaikan. Beberapa arternatif cara untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut diantaranya adalah penempatan tenaga administrasi yang betul-betul memiliki skill (ketrampilan) bagi seluruh sekolah dipinggiran dengan cara rekruitmen, sehingga kebutuhan tenaga administrasi tercukupi. Model lain adalah dengan cara mengoptimalkan tenaga administrasi yang sudah ada (tanpa mengurangi rasa hormat bagi yang sudah sangat ahli dalam bidang administrasi) dengan beberapa jenis pelatihan   atau bimbingan teknis baik ditingkat kabupaten, propinsi atau pun ditingkat pusat.
Tersedianya tenaga administrasi yang cukup, mumpuni dan berketrampilan baik (khususnya di sekolah pinggiran) akan menjadi sebuah momen yang bijak untuk mengembalikan fungsi dan tugas guru sebagaimana mestinya yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi para peserta didik. 

Sabtu, 20 Agustus 2011

Makanan Khas Kebumen : Sate Ayam Ambal

Membahas dunia kuliner di negeri kita ini tak pernah ada habisnya. Setiap daerah memiliki kekhasan dan ciri tersendiri dalam pola pengolahan dan penyajian aneka makanan. Salah satu yang akan saya sampaikan kepada teman-teman semua adalah tentang sebuah desa di kecamatan Ambal, kabupaten Kebumen yaitu desa Ambalresmi yang lebih dikenal dengan makanan khasnya Sate Ayam Ambal.

Sate Ayam Ambal bisa kita dapatkan di seluruh wilayah Kebumen, mulai dari bagian barat yaitu Gombong hingga ujung timur wilayah Kebumen yaitu Kutowinangun dan Prembun. Di pusat kota Kebumen sendiri banyak kita temui Sate Ayam Ambal seperti di sebelah timur kantor Kejaksaan Kebumen, di depan Rita Pasaraya Kebumen dan di Jalan Ahmad Yani, Kebumen. Namun jika ingin mengetahui persis dan mengenal lebih jauh tentang Sate Ayam Ambal kita harus berburu hingga ke desa Ambalresmi tempat asal usulnya Sate Ayam Ambal. 

Sate Ambal dengan latar Tugu Lawet (kreasi siswa Tata Boga)

Tampilan lain Sate Ayam Ambal (kreasi siswa Tata Boga)

Bagi anda semua yang dalam perjalanan menuju Yogyakarta atau Solo dari arah Bandung, Cilacap atau Purwokerto tidak ada salahnya mencoba langsung jalur selatan, yaitu melalui jalan Daendels. Jalur selatan ini merupakan jalur alternatif dan dapat menghemat jarak tempuh beberapa menit dibanding dengan jalur jalan raya. Memasuki desa Ambalresmi anda akan dapat melihat  warung Sate Ayam Ambal disekitar jalan raya dalam jumlah yang sangat banyak. Jangan takut akan harganya dan tidak usah khawatir anda akan salah memilih warung sate, karena paguyuban warung Sate Ayam Ambal telah menetapkan harga yang sama bagi per 10 tusuk sate. Pada hari-hari biasa umumnya harga per 10 tusuk sate adalah Rp.8.000,-, namun menjelang lebaran ini biasanya ada kenaikan hingga harga Rp. 9.000,- sampai dengan Rp. 10.000,- per 10 tusuk sate.
Sate Ayam Ambal di Warung-warung

Sate Ayam Ambal akan terasa berbeda sekali dengan sate-sate ayam lainnya, seperti sate ayam Madura yang mengandalkan bumbu kacangnya. Faktor pengolahan dan bumbu inilah yang menjadi ciri khas Sate Ayam Ambal. Pengolahan Sate Ayam Ambal tidak dilakukan langsung dengan proses pembakaran daging, namun ada proses awal yaitu daging terlebih dahulu dimasak dengan bumbu-bumbunya. Inilah proses yang menyebabkan daging Sate Ayam Ambal terasa lebih lembut dan gurih, sekalipun belum dibakar pun sudah terasa enaknya. Pada tahapan terakhir sebelum penyajian sebagaimana sate-sate ayam lainnya adalah proses pembakaran daging sate ayam.

Ciri khas lain dari Sate Ayam Ambal adalah dalam hal penyajian, sate yang telah matang disajikan dalam piring terpisah dari bumbunya. Bumbunya pun berbeda karena bumbu sate ini menggunakan bumbu/sambal tempe kedelai. Irisan-irisan kupat /lontong akan menjadi pendamping anda dalam menikmati Sate Ayam Ambal yang merupakan makanan khas Kebumen ini. 

Anda tertarik. Silakan mencobanya. Salam ..


Jumat, 19 Agustus 2011

GM Utut Adianto ke SMK Negeri 1 Ambal

Utut Adiyanto (Foto suara merdeka)
Tidak pernah diduga sebelumnya dan tanpa pemberitahuan apapun segenap dewan guru, karyawan termasuk kepala sekolah dikagetkan dengan kunjungan dari anggota DPR RI yang juga Grand Master dibidang catur yaitu Utut Adianto. Kabarnya dalam  masa reses beliau ini mengunjungi wilayah asal daerah pemilihannya  diantaranya adalah Kabupaten Kebumen. 

Kedatangan beliau langsung disambut oleh Kepala Sekolah dan segenap jajaran sekolah. Tak lama ucap sambut beliau langsung meninjau beberapa ruang kelas dan ke lab-lab yang ada di SMK Negeri 1 Ambal. Lama berbincang dengan kepala sekolah terutama di bengkel Otomotif dan Lab Tata Niaga. Kesempatan itu pula digunakan untuk memberi masukan kepada sang GM Utut oleh kepala sekolah, Suyono, S.Pd. Beliau menyampaikan bahwa potensi SMK Negeri 1 Ambal ini besar sekali namun kendala minimnya areal atau lahan sekolah menjadi permasalahan yang sulit dipecahkan untuk pengembangannya. Sarana dan prasarana pendukung praktek juga menjadi penekanan dari kepala sekolah untuk mendapat perhatian dari sang GM Utut Adianto. 

Melihat langsung kondisi bengkel dan lab yang ada di SMK Negeri 1 Ambal,  GM Utut Adianto menyatakan rasa keprihatinannya atas minimnya sarana praktek di SMK. Beberapa solusi disampaikan kepada pihak sekolah agar segera membuat proposal pengajuan sarana prasana sekolah langsung ke pusat dan beliau menyatakan siap membantu. 

Saat bertandang ke lab boga beliau tak lupa memborong beberapa aneka kue kering produksi anak-anak boga. Kebetulan pada saat itu unit produksi tata boga memang sedang menyiapkan beberapa pesanan aneka kue kering untuk masyarakat sekitar dan juga pesanan bapak ibu guru menjelang lebaran. Kegiatan kunjungan berakhir dan beliau pamitan karena harus menuju lokasi lain di wilayah asal daerah pemilihannya. Terima kasih GM Utut Adianto atas kunjungan bapak.

Memaknai Tradisi Mudik

Ilustrasi Mudik
Tanpa terasa saat ini kita sudah melewati puasa ramadan hingga hari yang ke-19, dan kita semua berharap dapat melampauinya hingga hari terakhir di bulan ramadan sampai saat datang hari kemenangan 1 Syawal 1432 H. Postingan kali ini saya khususkan bagi anda semua yang akan mempersiapkan diri dalam rangkaian ekspedisi bertajuk " Mudik alias Pulang Kampung " bersilaturahmi dengan keluarga. Tidak lama lagi lho ?

Saya pikir telah banyak orang yang memahami kata mudik yang konon  berasal dari kata "udik "yang berarti kampung atau desa. Jika diartikan istilah mudik berarti pulang kampung atau pulang ke desa asal. Teman-teman semua yang berbahagia, bukan tips atau trik mudik yang akan saya sampaikan kali ini, namun lebih mengarah kepada bagaimana cara kita untuk memaknai tentang istilah mudik. Mohon maaf ini versi saya, dan saya rasa orang lain dapat memaknai dengan cara yang berbeda-beda.

Mudik adalah tradisi, tradisi untuk saling bersilaturahmi sesama anggota keluarga, mendekatkan anggota keluarga yang terpencar jauh sehingga persaudaraan tetap terjaga dengan baik. Segala aktivitas kita tanggalkan sementara waktu, segala cara dan daya upaya kita keluarkan untuk dapat berjabat tangan erat dengan orang orang terdekat. Aspek finansial tak terhiraukan berapa yang dikeluarkan, tenaga dan waktu tak akan tergantikan. Itulah mahalnya nilai sebuah tradisi mudik.

Mudik adalah keindahan. Mudik telah menciptakan "kasta-kasta". Keindahan yang luar biasa tercipta di jalan raya. Ratusan bahkan dapat mencapai ribuan angkutan darat dari kasta mobil pribadi, bus umum, angkutan umum hingga bajaj dan sepeda motor menyatu berbaur dijalan. Sesuatu yang berbeda terasa indah dipandangnya. Perbedaan itu tiada artinya, cara dan kasta boleh berbeda namun kebahagiaan  bertemu dengan segenap anggota keluarga dengan mudik menjadi sesuatu yang sangat berharga.
 
Mudik adalah sebuah kerinduan. Kerinduan akan masa-masa kecil di kampung, kerinduan akan teman seperjuangan di kampung, kerinduan akan jenis makanan di kampung, dan segunung kerinduan lain yang tak  akan terukur nikmat dan nilainya. Mudik telah menjadi sarana bertemunya kembali keluarga yang terpisahkan oleh rutinitas aktivitas, jarak dan waktu tertentu. Mudik membawa kita kepada keluarga tercinta dan bertemunya seluruh anggota keluarga dan insyaallah akan menjadi pemanis di hari yang fitri.

Mudik adalah kasih sayang. Kasih sayang tercipta lewat sarana mudik, kasih sayang muncul saat kita "sembah sungkem" dan bakti kita terhadap orang tua, saling bersalam-salaman dengan orang-orang terdekat kita, dengan orang yang kita hormati dan para tetangga kita semua. Kebersamaan, saling menghormati dan menghargai akan memberikan nilai plus tentang arti sebuah kata mudik yang sangat familiar ditelinga kita.


Mudik adalah berputarnya roda perekonomian. Geliat pasar-pasar tradisional akan nampak, hiruk pikuk pedagang kecil serta lalu lalang orang dari berbagai lapisan masyarakat akan tumpah ruah untuk mempersiapkan diri menyambut lebaran, hari yang suci. Hal ini tentunya akan membawa angin segar bagi para pedagang di pasar-pasar tradisional dengan hadirnya para pemudik.


Selamat mempersiapkan mudik. Salam ..

Kamis, 18 Agustus 2011

Upacara Agustus-an di Lapangan Ambalresmi

Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66 tanggal 17 Agustus 2011 kali ini masih berbarengan dengan pelaksanaan bulan Ramadan, maka sebagian kegiatan-kegiatan siswa yang berkaitan dengan persiapan upacara bendera di lapangan Ambalresmi Kecamatan Ambal pun tidak selengkap tahun-tahun sebelumnya. 
 
SMK Negeri 1 Ambal memang menjadi satu-satunya sekolah ditingkat lanjutan di kecamatan Ambal, sehingga dituntut mau dan mampu menjadi barometer kelancaran pelaksanaan upacara di tingkat Kecamatan Ambal yang dipusatkan di Lapangan Ambalresmi. Setidaknya itu terlihat dari petugas-petugas inti upacaranya dominiasi  anak-anak SMK Negeri 1 Ambal  masih sangat jelas. Dalam hal ini tentunya tidak terlepas dari tim pembimbing dari Koramil Ambal yang menangani secara langsung persiapan upacara.


Upacara pagi hari dimulai sekitar pukul 09.00 langsung dipimpin Pembina upacara Camat Ambal, dan diikuti oleh segenap lapisan masyarakat. Baik masyarakat pendidikan dari SD hingga perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, unsur karang taruna, tak lupa dari unsur organisasi masyarakat yang lain. Upacara berakhir sekitar pukul 10.15 dan pada sore harinya dilanjutkan dengan upacara penurunan bendera yang dimulai pukul 16.00. Berikut gambar kegiatan beberapa gambar kegiatan upacara di lapangan Ambalresmi.










Alun-alun Kebumen: Ruang Publik Kita

Di tengah bisingnya kota, di sela kesibukan dan rutinitas yang sering terasa seperti drama tanpa akhir, masih ada ruang yang membuat kita ...