Langsung ke konten utama

Memaknai Tradisi Mudik

Ilustrasi Mudik
Tanpa terasa saat ini kita sudah melewati puasa ramadan hingga hari yang ke-19, dan kita semua berharap dapat melampauinya hingga hari terakhir di bulan ramadan sampai saat datang hari kemenangan 1 Syawal 1432 H. Postingan kali ini saya khususkan bagi anda semua yang akan mempersiapkan diri dalam rangkaian ekspedisi bertajuk " Mudik alias Pulang Kampung " bersilaturahmi dengan keluarga. Tidak lama lagi lho ?

Saya pikir telah banyak orang yang memahami kata mudik yang konon  berasal dari kata "udik "yang berarti kampung atau desa. Jika diartikan istilah mudik berarti pulang kampung atau pulang ke desa asal. Teman-teman semua yang berbahagia, bukan tips atau trik mudik yang akan saya sampaikan kali ini, namun lebih mengarah kepada bagaimana cara kita untuk memaknai tentang istilah mudik. Mohon maaf ini versi saya, dan saya rasa orang lain dapat memaknai dengan cara yang berbeda-beda.

Mudik adalah tradisi, tradisi untuk saling bersilaturahmi sesama anggota keluarga, mendekatkan anggota keluarga yang terpencar jauh sehingga persaudaraan tetap terjaga dengan baik. Segala aktivitas kita tanggalkan sementara waktu, segala cara dan daya upaya kita keluarkan untuk dapat berjabat tangan erat dengan orang orang terdekat. Aspek finansial tak terhiraukan berapa yang dikeluarkan, tenaga dan waktu tak akan tergantikan. Itulah mahalnya nilai sebuah tradisi mudik.

Mudik adalah keindahan. Mudik telah menciptakan "kasta-kasta". Keindahan yang luar biasa tercipta di jalan raya. Ratusan bahkan dapat mencapai ribuan angkutan darat dari kasta mobil pribadi, bus umum, angkutan umum hingga bajaj dan sepeda motor menyatu berbaur dijalan. Sesuatu yang berbeda terasa indah dipandangnya. Perbedaan itu tiada artinya, cara dan kasta boleh berbeda namun kebahagiaan  bertemu dengan segenap anggota keluarga dengan mudik menjadi sesuatu yang sangat berharga.
 
Mudik adalah sebuah kerinduan. Kerinduan akan masa-masa kecil di kampung, kerinduan akan teman seperjuangan di kampung, kerinduan akan jenis makanan di kampung, dan segunung kerinduan lain yang tak  akan terukur nikmat dan nilainya. Mudik telah menjadi sarana bertemunya kembali keluarga yang terpisahkan oleh rutinitas aktivitas, jarak dan waktu tertentu. Mudik membawa kita kepada keluarga tercinta dan bertemunya seluruh anggota keluarga dan insyaallah akan menjadi pemanis di hari yang fitri.

Mudik adalah kasih sayang. Kasih sayang tercipta lewat sarana mudik, kasih sayang muncul saat kita "sembah sungkem" dan bakti kita terhadap orang tua, saling bersalam-salaman dengan orang-orang terdekat kita, dengan orang yang kita hormati dan para tetangga kita semua. Kebersamaan, saling menghormati dan menghargai akan memberikan nilai plus tentang arti sebuah kata mudik yang sangat familiar ditelinga kita.


Mudik adalah berputarnya roda perekonomian. Geliat pasar-pasar tradisional akan nampak, hiruk pikuk pedagang kecil serta lalu lalang orang dari berbagai lapisan masyarakat akan tumpah ruah untuk mempersiapkan diri menyambut lebaran, hari yang suci. Hal ini tentunya akan membawa angin segar bagi para pedagang di pasar-pasar tradisional dengan hadirnya para pemudik.


Selamat mempersiapkan mudik. Salam ..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...