Langsung ke konten utama

Pawai Budaya Kebumen

Serangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-76 Kabupaten Kebumen yang diperingati setiap tanggal 1 Januari bertepatan dengan tahun baru akhirnya selesai juga. Kegiatan tersebut dimulai pada tanggal 18 Desember 2011 yaitu berupa jalan sehat bersama Bupati, kemudian tanggal 27 Desember 2011 hingga 2 Januari 2012 yaitu adanya kegiatan Kebumen Expo 2011 serta pesta kembang api yang menutup pergantian tahun 2011 tepat pukul 00.00. Sebagai penutup agenda kegiatan dalam rangka hari jadi Kebumen tersebut yaitu Pawai Budaya Kebumen.

Pawai Budaya Kebumen yang dilaksanakan hari Senin, 2 Januari 2012 siang, dimulai pukul 13.30 dengan mengambil start/finish di alun-alun Kebumen. Ribuan orang berdesak-desakan di sepanjang jalan yang menjadi rute pawai budaya tersebut. Cuaca yang sangat tidak bersahabat,  tidak menyurutkan masyarakat untuk menyaksikan pelaksanaan pawai tersebut. Hampir semua jalan di pusat Kebumen ditutup, hal ini untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Kebumen secara umum lebih menikmati pawai. 

Penutupan berbagai jalan inilah yang membuat saya terjebak, tidak dapat pulang dengan leluasa dari aktivitas rutin di sekolah pinggiran pesisir selatan. Beberapa ruas jalan macet dan hal ini tentunya membutuhkan kesabaran untuk dapat bertahan di tengah kemacetan. Jalur alternatif  melalui gang, akhirnya menjadi solusi yang sedikit membantu. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama, karena di berbagai gang pun ternyata tertutup oleh ribuan masyarakat yang sedang menikmati pawai tersebut.
Bupati Kebumen dan istri
Akhirnya keputusan untuk ikut menikmati suasana hujan yang mulai reda dengan ikut serta menyaksikan Pawai Budaya Kebumen menjadi pilihan bijak. Menerobos kerumunan orang, berdiri di posisi terdepan,  siap-siap mengambil gambar. Tampak dibarisan terdepan adalah pembawa bendera merah putih di ikuti pasukan drum band salah satu sekolah kejuruan kelautan, yaitu SMK Negeri 1 Puring. Pada barisan berikut terlihat Bupati Kebumen Buyar Winarso, SE dengan istri naik kereta menggunakan pakaian adat. Beberapa prajurit berkuda dan prajurit bersenjata tombak ikut mengawal beliau. Kereta berikut adalah kereta yang dinaiki wakil bupati Kebumen, Ibu Djuwarni dan seterusnya kereta yang dinaiki ketua DPRD Kebumen dan jajaran pejabat teras lainnya ada di belakangnya.

Sejauh mata memandang terlihat beberapa mobil yang dimodifikasi dengan berbagai bentuk ikut menyemarakan kegiatan pawai. Pawai masih terus berjalan dengan iring-iringan berbagai mobil dari lembaga pendidikan, perbankan, dunia usaha dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintah daerah Kebumen. Ketika hujan muncul mulai deras segera saya menarik kaki mundur dan balik haluan mencari sesuatu pengganjal perut di warung terdekat. 

Salam


Komentar

Unknown mengatakan…
wah,meriah bget tuh...

Blogwalking , kunjungi N Follow yah gegesiksite.blogspot.com
Asaz mengatakan…
pawai budaya adalah salah satu jurus ampuh untuk mendatangkan wisatawan dan investor
Danny Sihombing mengatakan…
kebumennya di sebelah mananya tuh?
dari Desa Candi dekat kah?

Blogwalking ya dari cantikalayanti.blogspot.com , follow balik ya gan, thanks
Rasimun Way mengatakan…
@Rio : Ok trimakasih. Nanti segera meluncur.
Rasimun Way mengatakan…
@Asaz : pawai ini dapat jadi hiburan gratis bagi masyarakat syukur dapat mendatangkan para wisatawan. Salam ..
Rasimun Way mengatakan…
@Danny : saya deket alun-alun Kebumen mas bro .. Salam
pirly_ae.dot.com mengatakan…
indonesia memang kaya akan budaya. nice share gan. mampir ya mohon dukungannya http://pirlyyyy-dot-com.blogspot.com/2012/01/sewa-ruang-kantor-jakarta-murah.html

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...