Langsung ke konten utama

Nasi Penggel, Kuliner Khas Kebumen

Nasi penggel (Kuliner Kebumen)
Kebumen selain banyak memiliki lokasi wisata yang tersebar dari ujung timur sampai barat, juga memiliki kekayaan berupa aneka ragam makanan khas yang sangat enak. Sate ambal sudah tidak asing lagi, soto petanahan, soto tamanwinangun dan juga ada nasi penggel. Lalu seperti apakah nasi penggel itu ?

Nasi penggel merupakan salah satu dari sekian banyak makanan khas yang ada di kota Kebumen. Berbeda dengan makanan khas lainnya yang ada di kota Kebumen semisal soto tamanwinangun yang dapat kita temui saat sore dan malam hari saja, maka nasi penggel hanya dijajakan oleh para pedagang saat pagi hari saja. Sasarannya jelas, yaitu konsumen atau pelanggan yang membutuhkan sarapan pagi. Pedagang mulai membuka usahanya sekitar pukul 05.30 sampai pukul 09.00. Bahkan terkadang belum sampai pukul 09.00, pedagang nasi penggel sudah tidak dapat kita temui lagi.

Kekhasan nasi penggel yang lain adalah dari aspek penyajiannya. Nasi penggel disajikan dalam bentuk nasi yang dibuat bulatan-bulatan kecil (sebesar bola pingpong) di atas piring yang diberi alas daun pisang.  Bulatan-bulatan nasi yang ada dipiring  tersebut kemudian dituang sayur nangka muda (gori) dan kikil. Untuk lauknya dapat memilih sesuai dengan selera, semisal tempe mendo, tahu ataupun telur dan lauk lain yang tersedia tinggal pilih saja. Kerupuk dan peyek alias rempeyek juga dapat menambah nikmatnya nasi penggel.

Dimana kita dapat menjumpai nasi penggel ? Di kawasan alun-alun Kebumen, tepatnya di depan masjid agung Kebumen, di situ ada penjual nasi penggel yang setiap paginya buka dan laris manis. Anda berminat, silakan joging pagi di alun-alun Kebumen, nikmati nasi penggelnya setelah joging. Jangan lupa yaa .. hanya buka pagi hari.

Salam ..

Komentar

karim mengatakan…
wah sip ini gan,, kapan2 bisa di coba kalau berkunjung kebumen...

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...