Langsung ke konten utama

Artikel-artikel Rasimun Way di Vivanews

Saya meyakini jika anda seorang blogger pasti sudah mengenal Vlog atau VIVAlog. Masih ada yang belum mengenal Vlog. Jangan khawatir, saat ini pula saya coba sampaikan kepada anda semua. Vlog atau VIVAlog adalah platform untuk berbagi, mempromosikan, dan meningkatkan traffic blog-blog terbaik dan paling menarik di Indonesia.Vlog ini adalah salah satu bagian yang ada dalam laman Vivanews, salah satu situs berita nasional online yang terbesar dan tergolong selalu up to date di negeri ini.

Saya termasuk pengguna setia Vlog Vivanews, setiap menulis artikel saya berusaha untuk mengirimkannya ke Vlog. Harapannya adalah sesuai dengan semboyan Vlog, maka saya dapat berbagi segala macam artikel dengan para blogger lain, mempromosikan blog yang saya kelola, dan tak lupa saya berusaha untuk meningkatkan traffic blog yang saya miliki. Vlog kreasi vivanews layak saya jadikan acuan, karena siapapun tak bisa memungkiri secara kuantitas visitor Vivanews memang sangat besar. Jadi anda tidak akan keliru jika mulai saat  ini juga segera memutuskan untuk bergabung dengan Vlog di Vivanews.

Tidak semua artikel yang dikirim akan dapat dipublikasikan dengan Vlog Vivanews. Hal ini karena VIVAnews berhak mengatur dan menyunting isi dari pembaca atau pengguna atau pengirim artikel  agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menjauhi isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras. Selain itu artikel copy paste alias COPAS, tidak berlaku disini.

Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya manakala artikel yang saya kirim ke Vlog Vivanews dapat dipublikasikan. Rasa kepuasan yang tiada terkira dan pada akhirnya melecut, memotivasi diri pribadi untuk lebih aktif membuat artikel. Jika anda berkenan membaca artikel saya yang pernah terpublikasi di Vlog Vivanews silakan buka link dibawah ini :

Jembangan, Pesona Baru dari Kebumen
Tradisi Sekolah Jelang Ujian Nasional

Misteri Angka Sembilan di Pelat Nopol Kendaraan
Iklan Memenuhi Memori Kita
Wamendag RI Resmikan Pasar Rakyat
Penerapan SMM ISO 9001:2008 di SMKN 1 Ambal
Insiden Monyet Lepas dari Kandang

Pramuka, Model Pendidikan Budi Pekerti
Reuni di Dunia Maya
Mengharukan, Anak 13 Tahun Jadi Wali Nikah
Eloknya Pantai Suwuk Kebumen
Memaknai Upacara Bendera
Mencermati Harga-harga Gajil di Ritel Modern
Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran
Pawai Budaya Kebumen
Mengintip Kebumen Expo 2011
Pedagang Terompet Ramaikan Alun-alun Kebumen
Iklan Mie Isntan 'Menghina' Guru
Kebumen Kaya Lokasi Wisata
Acuan Pelaksanaan UN 2012
Menikmati Liburan di GOR Gembira Kebumen
Mengurus Tambah Daya Listrik Gratis
Kebumen Jelang 1 Januari 2012
Nikmatnya Durian Bocor
Sungai Luk Ulo, Riwayatmu Kini
Membentuk Karakter Anak Melalui Olahraga
Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan
Angin Kencang Kacaukan Invitasi Bulutangkis
Tentang 11.11.11
Budaya Antri dan Hilangnya Nilai-nilai Sosial
Hati-hati, Virus Hedonisme Menyerang Remaja
Berburu Hewan Kurban ke Magelang
Mengenal Fungsi Jari dalam Mengetik
Hindari Software Bajakan dengan FOSS
Tampilan Unik Penjual Kacamata
Berburu Buku Murah di Kebumen
Buang Kepenatan dengan Olahraga
Berkunjung ke Sentra Industri Gerabah Kasongan
Tanggungjawab Sosial Dunia Usaha
Belajar dari Semangat Anak Kecil
Sebuah Tanda Tanya [?]
Belanja Berhadiah Kambing
Sensasi Terapi Ikan di Baturaden
Beberapa Alasan Ritel Tradisional Terpinggirkan
Alangkah Ngerinya Negeriku
Kisah Penjual Es Krim yang Sakit Hati
Warung Makanan Roh Halus
Catatan Ringan Dari Rutinitas Perjalanan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...