Langsung ke konten utama

Lepas Sambut Kepala SMK Negeri 1 Ambal

Dalam sepuluh tahun terakhir tercatat SMK Negeri 1 Ambal memiliki tiga orang kepala sekolah. Pada tahun pertama berdirinya yaitu tahun 2004 sekolah ini Drs. Saiman yang saat itu menjadi kepala SMP Negeri 1 Ambal merangkap kepala sekolah di SMK Kecil Ambal yang beberapa tahun kemudian berubah menjadi SMK Negeri 1 Ambal. Tahun 2006 Drs. Widi Suseno menggantikan posisi Drs. Saiman selaku kepala SMK Negeri 1 Ambal.

Berselang sekitar tiga tahun lebih tepatnya tahun 2009 hadir kepala sekolah yang baru yaitu Suyono, S.Pd. Beliau memimpin SMK Negeri 1 Ambal dari tahun 2009 hingga akhir 2014, untuk selanjutnya menempati posisi kepala SMK Negeri 1 Karanganyar. Sedangkan untuk SMK Negeri 1 Ambal dipimpin oleh kepala sekolah yang baru yaitu Nurul Aini, S.Pd., M.Pd.

Berkaitan dengan pergantian kepala sekolah tersebut pada hari Jumat, 9 Januari 2014 serah terima jabatan antara kepala sekolah atau pejabat lama kepada pejabat baru. Serah terima jabatan dari Suyono, S.Pd.,M.Pd kepada Nurul Aini, S.Pd.,M.Pd dilakukan di Dinas Kabupaten Kebumen pada pagi hari. Kesempatan siang harinya dilanjutkan kegiatan lepas sambut pejabat lama kepada pejabat baru di SMK Negeri 1 Ambal.

Kegiatan lepas sambut dihadiri oleh pejabat lama dan baru, unsur Muspika kecamatan Ambal, kepala SMK Negeri 1 Kebumen berserta rombongan, ketua Komite sekolah beserta pengurus, seluruh guru karyawan dan seluruh pengurus OSIS SMK Negeri 1 Ambal. Dalam momen tersebut untuk pertama kalinya mars SMK Negeri 1 Ambal yang diciptakan oleh Drs. H. Moh. Asnawi seorang guru SMK Negeri 1 Ambal diperdengarkan kepada khalayak ramai. 

Beberapa sambutan mulai dari ketua penyelenggara, camat Ambal, unsur  komiter dan pejabat lama serta pejabat baru mengisi acara tersebut. Kegiatan berakhir pukul 16.30 disertai dengan pemberian kenangan dari sekolah untuk pejabat lama Suyono, S.Pd.,M.Pd yang akan bertugas di SMK Negeri 1 Ambal.

Selamat bertugas di tempat yang baru untuk bapak Suyono, S.Pd., M.Pd dan selamat datang bapak Nurul Aini, S.Pd.,M.Pd di SMK Negeri 1 Ambal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...