Langsung ke konten utama

Catatan tentang Uji Kompetensi Guru Tahap 2

Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Oleh karenanya guru selalu dituntut untuk selalu mengembangkan diri selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Uji Kompetensi Guru (UKG) adalah salah satu cara untuk  memetakan penguasaan kompetensi guru sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan profesi guru. Dalam kegiatan UKG tersebut kompetensi yang diujikan adalah kompetensi Pedagogik dan Profesional secara online. 

Pada awalnya kegiatan UKG tersebut banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak, terlebih pada UKG Tahap I yang telah dilaksanakan bulan Agustus lalu, berbagai macam hambatan sangat banyak ditemukan. Saat ini kala UKG Tahap II mulai dilaksanakan, khususnya untuk wilayah Kebumen tanggal 10 sampai dengan 15 Oktober 2012 juga ada beberapa hal yang menghambat kelancaran peserta dalam UKG. 
Peserta UKG di Kebumen
Rombongan saya yang berjumlah 20 orang, termasuk dalam gelombang ke-2 untuk hari pertama yaitu tanggal 10 Oktober 2012,  telah melakukan UKG mulai jam 10.30 sampai dengan 13.00.  Beberapa catatan tentang pelaksanaan UKG yang dapat saya uraikan adalah :
Pertama :
Dari jumlah 20 peserta, yang tidak hadir sebanyak 3 peserta. Satu peserta karena sedang menjalankan ibadah haji, satu peserta lagi karena tinggal 2 bulan pensiun sehingga memutuskan tidak mengikuti UKG. Peserta yang terakhir adalah sudah pensiun semenjak 4 tahun yang lalu namun masih mendapat undangan untuk mengikuti UKG.

Kedua :
Pada saat pelaksanaan, setelah melakukan persiapan untuk login ternyata ada 3 (tiga) orang guru yang terkaget-kaget karena soal yang muncul sangat berbeda jauh dengan mata pelajaran yang di ampu. Salah seorang teman yang mengampu dan bersertifikasi IPS ternyata harus mengerjakan soal Gambar Teknik Mesin. Demikian juga dengan dua orang teman lainnya yaitu guru yang bersertifikasi ekonomi harus mengerjakan soal sejarah dan yang terakhir guru yang bersertifikasi Tata Boga namun harus menghadapi soal Patiseri. Namun demikian setelah dikoordinasikan dengan pengawas, ketiga teman guru tersebut dapat meninggalkan ruangan sambil menunggu informasi lebih lanjut untuk mengikuti susulan.

Ketiga :
Dua orang lagi juga harus keluar, termasuk saya karena masih dalam kategori yellow list, yang berarti nomor peserta yang belum terdapat pada server pusat. Namun karena saya mendapat undangan untuk mengikuti UKG, maka saya hadir untuk melakukan presensi, mengisi nomor peserta dan NUPTK dan setelah itu meninggalkan ruangan UKG. 

Walaupun banyak hambatan yang ada,  namun pada prinsipnya kegiatan UKG pada tahap 2 ini cenderung lebih bagus dibanding UKG tahap 1. Selamat berjuang untuk teman-teman semua, semoga sukses mengikuti UKG dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. 

Terimakasih dan salam ...

Komentar

Unknown mengatakan…
wah, nggak jauh beda sama kulonprogo mas. kemarin pas UKG juga banyak hambatan, yg paling menghambat itu malah koneksi internetnya, shingga UKG harus terpaksa ditunda berjam-jam (saya anaknya guru nih, jd tau)
Rasimun Way mengatakan…
Mayoritas hambatan karena faktor data yang tidak sesuai, kalau masalah koneksi kebetulan di tempat kami lancar-lancar saja. Trims

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...