Langsung ke konten utama

Soto Tamanwinangun, Soto khas Kebumen

Jika kita membicarakan dunia kuliner di negeri tercinta ini, rasanya tak pernah ada habisnya. Ini sebuah bukti betapa sangat beragamnya makanan dan jajanan yang ada di seluruh nusantara ini. Setiap daerah memiliki kekhasan dan ciri tersendiri dalam hal pengolahan dan penyajian aneka makanan yang ada.

Di Kebumen sendiri banyak makanan khas yang dapat ditemukan. Nasi penggel, sate ambal, dan ada juga soto petanahan.Satu lagi yang akan saya share adalah makanan khas berupa Soto Tamanwinangun. Sesuai namanya, soto tamanwinangun mayoritas penjualnya berasal atau berdomisili di kelurahan Tamanwinangun, Kebumen, maka pada akhirnya di kenal dengan soto tamanwinangun.
Soto Tamanwinangun, porsi jumbo
Soto tamanwinangun pada prinsipnya sama dengan soto-soto lainnya, di dalamnya terdapat tauge, kol/kubis, bihun atau soun dengan tambahan potongan daging ayam atau daging enthok. Aroma kuahnya, hmmmm... sangat menggoda selera kita untuk segera menikmatinya. Untuk menu makan malam alangkah baiknya ditambahkan lontong atau kupat, karena soto tamanwinangun memang tidak menggunakan pelengkap nasi.

Penjual soto tamanwinangun umumnya membuka usahanya mulai sore hari jelang petang hingga tengah malam. Hampir di seluruh penjuru jalan dalam kota, gerobak-gerobak soto tamanwinangun dapat dijumpai di pinggir jalan Kusuma, jalan Kejayan, jalan Pahlawan sekitas tugu lawet dan jalan Pemuda kota Kebumen. 

Sebagai referensi dari sekian banyak soto tamanwinangun yang ada, syukur anda dapat mencobanya sendiri. Ini saran gratis dari saya. Soto tamanwinangun Pak Darsum yang mangkal di jalan Pemuda dekat Apotik Lukulo Kebumen,  sejauh ini masih menjadi klangenan  dan menjadi tujuan bagi para penikmat soto tamanwinangun.

Salam ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...