Langsung ke konten utama

Lomba Kompetensi Siswa SMK di Kebumen

LKS Prodi Tata Niaga di Kebumen
Lomba Kompetensi Siswa atau sering disingkat LKS adalah kegiatan rutin setiap tahun yang berbentuk kompetisi antar siswa pada jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK). Kegiatan lomba ini adalah serangkaian kegiatan seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari tingkat sekolah, tingkat kabupaten, propinsi, hingga tingkat nasional.

Lomba kompetensi siswa ini pelaksanaannya disesuaikan dengan bidang keahliannya masing-masing. Salah satu kegiatan lomba kompetensi siswa yang saya intip adalah LKS tingkat kabupaten Kebumen untuk program studi keahlian Tata Niaga dengan bidang keahlian Bisnis dan Manajemen.

Lomba ini diikuti oleh wakil siswa-siswi terbaik sesuai bidangnya dari seluruh sekolah yang ada di kabupaten Kebumen, baik yang berasal dari sekolah negeri ataupun swasta. Kegiatan lomba kompetensi siswa ini dilaksanakan pada hari Rabu sampai dengan Kamis, 6 - 7 September seminggu yang lalu bertempat di SMK Negeri 1 Kebumen, Jalan Cemara, Kebumen.

Beberapa kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta lomba adalah pembuatan lay out, membungkus kado, parcel dan display. Kompetensi lain yang harus dapat ditunjukkan kepada para juri oleh peserta lomba adalah dalam hal presentasi bisnis, direct selling dan laporan penjualan. Selama kegiatan lomba, peserta didampingi oleh guru pembimbing masing-masing. 

Penonton yang rata-rata masih berseragam sekolah tampak antuasias menyaksikan sekaligus memberikan support untuk peserta  lomba kompetensi siswa ini. Lomba berakhir sore hari dan untuk pengumuman pemenang akan ditentukan kemudian setelah para juri mengkalkulasi semua skor perolehan dari masing-masing peserta. Pemenang LKS ini pada saatnya nanti akan mewakili kabupaten untuk berlomba pada tataran yang lebih tinggi yaitu di tingat propinsi.

Terimakasih dan salam ..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...