Langsung ke konten utama

Stadion Kebumen Beralih Fungsi menjadi Pasar

Stadion Candradimuka adalah satu-satunya stadion yang ada di Kebumen dan berdiri sejak tahun 1992. Berbagai kegiatan olahraga banyak dipusatkan disini, semisal olahraga cabang atletik dan sepakbola tentunya. Banyak sarana dan prasarana yang ada, namun demikian beberapa diantaranya ada yang sudah tidak dapat difungsikan. Kondisi lapangan yang gundul, juga menambah keprihatinan kita tentang kondisi stadion yang menjadi kebanggaan warga Kebumen. 
Kawasan Stadion Candradimuka Kebumen
Di awal bulan April hingga pertengahan ini, suasana keramaian yang tak lazim terjadi dari pagi hingga menjelang petang di sekitar Stadion Candradimuka Kebumen. Namun apa yang terjadi, ternyata keramaian yang ada di stadion tersebut bukan karena adanya even atau kegiatan olahraga, namun stadion ini akan difungsikan sementara secara khusus untuk ribuan pedagang yang akan berjualan di lokasi tersebut. Tidak bisa dibayangkan, bagaimana nasib stadion ? Stadion Candradimuka saat ini bukan lagi sebagai sarana untuk olahraga, tetapi kini menjadi sarana untuk jual beli. Dunia olahraga Kebumen sudah sepantasnya turut berduka. 

Memasuki jalan Arumbinang, mendekati stadion ratusan bangunan kios-kios baru bermunculan di pinggir kiri kanan jalan. Pedagang juga membangun kios yang mengelilingi stadion bagian luar, dan sebagian besar lapak-lapak dibangun di area lapangan sepak bola, termasuk area lintasan lari. Hampir seluruh bidang yang ada di stadion ini dimanfaatkan untuk penyediaan lapak-lapak bagi pedagang.
Pintu masuk stadion sebelah utara
Beralihfungsinya stadion menjadi lokasi pedagang Pasar Tumenggungan Kebumen untuk sementara waktu ini, sudah barang tentu ada beberapa alasan yang mendasar. Pemerintah daerah Kebumen memang sedang mempersiapkan program revitalisasi pasar Tumenggungan dengan konsep pasar yang modern. Anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan konsep tersebut berkisar 48 miliar. Banyak  kesulitan yang muncul terkait dengan relokasi para pedagang tersebut, sehingga alternatifnya adalah dengan "mengorbankan" dunia olahraga Kebumen sementara waktu.
Area lapangan sepakbola rusak, penuh lapak
Sampai saat ini, kios-kios dan ruko di Pasar Tumenggungan Kebumen, sudah banyak dikosongkan. Namun demikian, masih ada beberapa pedagang yang tetap berjualan di kawasan pasar Tumenggungan ini. Hal ini karena masih ada proses penyiapan dan pembuatan lapak atau beberapa kios yang belum siap untuk ditempati. Jarak antara pasar Tumenggungan dengan stadion sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya berkisar 1 kilometer saja, namun untuk mengatur ribuan pedagang bukanlah pekerjaan kecil yang dapat diabaikan begitu saja.
Ruko di pasar Tumenggungan  dikosongkan
Semoga cepat terealisasi pasar harapan warga Kebumen dan optimalkan lagi stadion warga Kebumen. Terimakasih ..

Komentar

Anonim mengatakan…
Musti beli tiket dulu gak ya pak??
He. . .
Unknown mengatakan…
Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

Tentang Indahnya INDONESIA

www.jelajah-nesia.blogspot.com
Rasimun Way mengatakan…
@anonim : lebih mahal kalee tiketnya broo ..wkwkwk
Rasimun Way mengatakan…
@Agunx : terimakasih sdh berkunjung, blog sampean keren ..Salam dari Kebumen
unikgaul mengatakan…
sayang banget ya pake di jadiin pasar segala.ckck
Setandan pisang mengatakan…
Wahh.. enyong wis suwe ora dolan menganah, tapi tesih sering nggo bal balan kan?
Anonim mengatakan…
lah bingng aku pak

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...