Langsung ke konten utama

Kunjungan ke Sentra Gerabah Kasongan


Gerbang Desa Wisata Kasongan (foto:ariesaksono)
Pendidikan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, pemerintah dan juga masyarakat. Keluarga, pemerintah dan masyarakat mempunyai kewajiban untuk membantu terciptanya situasi dan kondisi yang menunjang dalam dunia pendidikan. Kerjasama yang baik antara berbagai pihak sangat diperlukan guna mewujudkan kemajuan dalam bidang pendidikan.


Salah satu wujud kepedulian dunia  usaha terhadap pendidikan adalah terbukanya dunia usaha untuk berbagi tentang aktivitas kesehariannya dengan warga sekolah.  Hari Selasa, 26 Juli 2011 bulan lalu, siswa-siswi Program Keahlian Tata Niaga SMK Negeri 1 Ambal yang duduk di kelas XI mengadakan kegiatan Kunjungan Industri di Desa Wisata Kasongan dengan unggulan produk-produk gerabah.

Kasongan adalah nama sebuah desa yang terletak di daerah dataran rendah bertanah gamping di Pedukuhan Kajen, Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, sekitar 8 km ke arah barat daya dari pusat Kota Yogyakarta atau sekitar 15-20 menit berkendara dari pusat kota Yogyakarta. Desa Kasongan merupakan sentra industri kerajinan gerabah. Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat atau tanah lempung. Kawasan ini merupakan wilayah pemukiman para pembuat barang-barang kerajinan berupa perabotan dapur dan juga beraneka macam barang-barang sejenisnya yang sebagian besar menggunakan tanah liat sebagai bahan baku (ariesaksono.wordpress.com)

Seluruh siswa tampak terkesima melihat Pak Surat (pengrajin) membuat sebuah fas bunga. Waktu yang sangat singkat untuk dapat membuat produk berupa fas bunga tersebut. Ketika Pak Surat mempersilakan kami untuk mempraktikan membuat beberapa produk gerabah, kesempatan itu tak dilewatkan begitu saja. Seluruh siswa menyerbu, mengambil tanah liat dan latihan mempraktikan beberapa produk gerabah. Hasilnya lumayan juga.
Aksi Pak Surat membuat fas bunga


anak-anak serius belajar membuat gerabah

Pak Surat menjelaskan, usai produk terbentuk maka tahapan berikutnya adalah pengeringan langsung dengan sinar matahari, kira-kira selama 4 (empat) hari. Pada tahapan selanjutnya adalah masuk ke tobong untuk proses pembakaran. Sampai akhirnya proses finishing dengan beberapa variasi hiasan.
Proses pengeringan
Pak Surat serius menjawab pertanyaan anak-anak

Tak terasa waktu 3 (tiga) jam berlalu dengan kegembiraan, beberapa hasil praktik diijinkan oleh Pak Surat untuk dibawa pulang. Kemudian Pak Surat membawa kami semua melihat proses pembakaran di tempat warga dan kegiatan terakhir adalah jalan-jalan disekitar  tempat industri gerabah Kasongan untuk mengetahui tentang proses pemasrannya. Sungguh pembelajaran yang sangat berharga dari Pak Surat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...