Langsung ke konten utama

Cara Terpuji Rayakan Kelulusan

Gelar Seni atau Pentas Seni
Menyelenggarakan pentas seni dilingkungan sekolah akan menjadi daya tarik bagi siswa yang telah lulus dan menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan kebahagian usai lulus.







Pengumpulan Seragam Bekas
 
Aksi pengumpulan seragam bekas bagi siswa yang telah lulus mengajarkan kita untuk bisa berbagi dengan orang lain yang sekiranya lebih membutuhkan, daripada harus dicorat coret bahkan disobek-sobek.






Berwisata Bersama

Sarana untuk melepas kebahagiaan akan lebih indah manakala siswa yang telah lulus dapat mengadakan wisata bersama, melepas segala beban yang dimulai dari kegiatan try out, pelaksanaan  Ujian Nasional hingga jeda waktu menunggu pengumuman Ujian Nasional.






Ceramah Keagamaan
Mengundang  Ustadz untuk memberi bekal tentang pentingnya bersyukur kepada Allah SWT  kepada siswa yang telah lulus dapat menjadi alternatif bagi siswa dalam menghadapi masa depannya.










Bagi-bagi Nasi Bungkus/Dus

Kegiatan membagi-bagi nasi bungkus atau nasi dus bagi pihak-pihak yang lebih membutuhkan, mohon maaf semisal kepada abang becak, andong dan lain-lainya mengajarkan kepada kita semua tentang peran kita sebagai makhluk sosial harus saling membantu.



Aksi Donor Darah

Melakukan donor darah juga merupakan kegiatan yang sangat terpuji, secara prinsip siswa diajarkan untuk saling berbagi dengan orang lain yang sangat membutuhkannya. 








Mengadakan Bazar/Pasar Murah

Kegiatan ini perlu direncanakan jauh-jauh sebelumnya, karena kegiatan ini harapannya dapat menggaet sponsor yang dapat membantu pelaksanaan kegiatan bazar atau pasar murah ini. Membantu pihak-pihak yang lebih membutuhkan akan kebutuhan-kebutuhan pokok dengan memberikan harga miring produk tertentu akan lebih berarti bagi masyarakat sekitar.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...