Langsung ke konten utama

Bentrok TNI vs Warga Setrojenar, Buluspesantren, Kebumen

Warga Mengamuk, TNI Terpaksa Represif

Sengketa lahan untuk latihan senjata di Pantai Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, berujung bentrok antara warga Urut Sewu dan TNI, kemarin. Bentrokan terjadi setelah warga mengamuk dan merobohkan gapura pintu masuk menuju lokasi tersebut. Aparat TNI terpaksa mengambil tindakan represif.



Gapura di samping kantor Kecamatan Buluspesantren itu dirobohkan saat pasukan Artileri Medan (Armed) Magelang mengikuti latihan uji coba senjata di Pantai Ambal, Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal. Uji coba meriam dengan 60 amunisi itu ditinjau Danrem 072 Pamungkas Kolonel Kav Sumedy dan Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Windiyatno. Kegiatan tersebut dikawal ketat aparat kepolisian yang dipimpin Kapolres Kebumen AKBP Andik Setiyono.

Selain anggota polres, personel sejumlah polsek dan pasukan Brimob Kutoarjo, Purworejo ikut terjun mengawal latihan itu.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Langgeng Sulistiyono, usai menghadiri pelantikan siswa Secata Gombong, meluncur ke Urut Sewu. Pada saat hampir bersamaan, warga Desa Setrojenar mengamuk dan merobohkan gapura.
“Lihat ini, mereka seperti preman. Padahal, TNI sudah menempuh dialog,” tegas Danrem Kolonel Sumedy saat mengetahui gapura yang dirobohkan itu menutup jalan.

Tidak hanya itu, warga juga membobol gudang senjata di kantor Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AD, sekitar 1 km dari gapura tersebut. Lantaran warga tak bisa diajak mengikuti cara-cara damai, pasukan TNI akhirnya bergerak ke Pantai Setrojenar di kompleks Dislitbang. Warga berlarian menghindar. Sebagian melawan. Seorang anggota TNI terkena lemparan parang pada dadanya.

Aparat TNI lantas memberondong peluru ke arah warga yang lari tunggang langgang tersebut. TNI berhasil melumpuhkan beberapa di antara mereka tanpa menimbulkan korban jiwa. Sedikitnya 10 warga dilaporkan luka-luka. Tujuh orang dirawat di RSUD Kebumen, dua orang di RS PKU Muhammadiyah Gombong, dan satu orang di RS PKU Muhammadiyah Petanahan.
Tokoh Ditangkap Tak lama setelah bentrok pecah, aparat menangkap tiga tokoh warga, yakni Aris Panji, Iwan, dan Kiai Imam Zuhdi. Mereka dimasukkan ke kantor Dislitbang. Tiga lainnya dibawa ke Mapolres Kebumen, yakni Nur Hidayat, Paryono, dan Urip Supangat. Puluhan warga lainnya kabur ke arah barat menuju Pantai Petanahan.

Sementara itu anggota TNI yang bergerak ke Pantai Setrojenar bertambah banyak. Kali ini, mereka hanya bersenjatakan pentungan. Jalan yang diblokade menggunakan kayu gelondongan disingkirkan. Warga yang tidak terlibat aksi tersebut tidak berani keluar rumah. Hingga kemarin petang pasukan TNI masih menyisir Pantai Urut Sewu.

Konflik itu merupakan buntut penolakan warga Urut Sewu terhadap uji coba senjata pada Senin (11/4) hingga Rabu (13/4). Latihan untuk menguji tujuh meriam dari Korea dan Amerika itu batal dilaksanakan. Senjata tersebut lantas dikembalikan ke Direktorat Peralatan TNI Angkatan Darat (Ditpalad).

Kemarin, latihan uji coba senjata berlangsung di Pantai Ambal, sekitar tiga kilometer sebelah timur Pantai Setrojenar. Berbeda dari latihan di Pantai Setrojenar, warga Desa Ambalresmi menerima latihan tersebut. “Suasana di Ambal kondusif. Kami menerima latihan TNI untuk kepentingan nasional,” kata Kepala Desa Ambalresmi, Wagino.

Rupanya latihan TNI di Ambal itu memicu amarah warga Setrojenar, sehingga mereka beramai-ramai mengamuk dan bertindak anarkis. Amukan mereka sempat dikhawatirkan merembet ke Ambal. Namun, aparat kepolisian mengadang di perbatasan Desa Entak, Kecamatan Ambal.

Warga Ambal juga sudah bersiap-siap menghadapi warga Setrojenar, jika bergerak masuk ke wilayah mereka.
Suasana menegangkan tersebut dipicu aksi pemukulan terhadap salah seorang warga Desa Ambalresmi yang mengantarkan logistik ke kantor Dislitbang saat pengepungan oleh warga Setrojenar pada Senin (11/4). 

Sumber : suaramerdeka.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...