Langsung ke konten utama

PERDA WARNET MENDESAK

PERDA WARNET MENDESAK

DPRD Minta Pengaturan Jam Warnet
KEBUMEN-Banyaknya penyalahgunaan warung internet (warnet) oleh kalangan remaja, terutama anak sekolah, mengundang keprihatinan para anggota legislatif Kebumen. Apalagi belakangan jumlah warnet di Kebumen semakin menjamur. Karena itulah, para wakil rakyat ini berharap agar segera disusun Peraturan Daerah (Perda) tentang warnet. Dengan adanya Perda tersebut nantinya diharapkan dapat mengatur jam operasional warnet. Termasuk di dalamnya menyangkut tata ruang warnet itu sendiri.
”Sudah waktunya keberadaan warnet diatur dengan jelas. Misalnya dengan Perda. Hal ini penting untuk meminimalkan sisi negative dari penggunaan warnet bagi generasi muda,” tegas Wakil Ketua Komisi B DPRD Kebumen Ahmad Baedowi SAg, Selasa (22/2) kemarin.
Baedowi tidak membantah jika saat ini kebutuhan informasi semakin pesat seiring perkembangan teknologi internet. Sehingga warnet seakan menjadi kebutuhan public seiring semakin pesatnya kemajuan dan kebutuhan informasi. Hanya saja, perlu ada proteksi agar kemudahan informasi ini tidak disalahgunakan kepada hal-hal yang negative.
Terkait hal tersebut, Baedowi mengaku prihatin karena selama ini belum ada pengawasan khusus dari pemerintah daerah setempat. Akibatnya banyak warnet yang kemudian disalahgunakan. Misalnya untuk membuka situs-situs porno yang di sebagian besar warnet masih sangat mudah untuk diakses oleh pengguna. Celakanya, ini kerap dilakukan oleh anak-anak sekolah. Warnet dan arena ketangkasan juga acapkali menjadi tempat membolos anak-anak sekolah.
Selain itu, pengaruh negatif yang belakangan ini berkembang adalah warnet dijadikan ajang para remaja untuk pacaran. Apalagi ada sebagian warnet yang lokasi maupun penataan bilik warnetnya memang mendukung kearah sana. Misalnya dengan dibikin sekat-sekat, bahkan ada yang diberi pintu.
”Kita khawatir warnet malah dijadikan ajang mesum. Kaerna itu sebelum jadi masalah, perlu ada payung hukum berupa Perda untuk mengatur warnet,” tandas politisi dari PKNU ini.
Namun Baedowi menegaskan bahwa keberadaan Perda itu sama sekali bukan untuk menghalangi iklim usaha warnet di Kebumen. Dia berharap perda itu bisa menjadi win-win solution. Artinya, bisnis warnet tetap jalan, namun moral tetap ditegakkan.
Di sisi lain, Baedowi juga meminta agar Satpol PP Kebumen lebih mengintensifkan razia di warnet, terutama pada jam-jam sekolah

Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...