Langsung ke konten utama

Pemberian Izin Eksploitasi Mirit Disoal

Pemberian Izin Eksploitasi Mirit Disoal


Pemberian izin oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen terhadap penambangan pasir besi di Kecamatan Mirit mengundang pertanyaan sejumlah elemen masyarakat. Utamanya pada janji pemulihan kerusakan lingkungan pasca penambangan pasir besi dengan sistem CSR (Corporate Social Responsibility) seperti yang dijanjikan Pemkab dan investor.
    Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bumi Roma Institute (Brain) Kebumen, Borni Kurniawan mengatakan, Pemkab seharusnya lebih transparan. Konsep CSR yang diterjemahkan sebagai dana tanggung jawab perusahaan pada masyarakat karena terkena dampak eksplorasi tersebut, kata Borni, mengundang pertanyaan."Sistem CSR  rawan akan terjadinya pembohongan kepada masyarakat."
    “Dana CSR seharusnya berada diluar cost recovery  dan dana bagi hasil dengan pemerintah daerah. Akan tetapi selama ini masyarakat dan termasuk pemerintah dibohongi dengan konsep CSR sebagai dana tanggung jawab perusahaan pada masyarakat karena terkena dampak eksplorasi,” katanya dalam rilis yang diterima Radarmas, kemarin.
    Hal itu menyikapi pernyataan Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Kebumen, Drs H Sabar Irianto, yang menyitir pernyataan bupati Kebumen yang mengatakan bahwa warga akan mendapatkan CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT Mitra Niaga Tama selaku investor yang sudah mengantongi izin eksploitasi penambangan pasir besi di kawasan pantai meliputi 6 desa di Kecamatan Mirit. Yakni Desa Wiromartan, Lembupurwo, Tlogodepok, Tlogopragoto, Desa Mirit, dan Miritpetikusan.
    Kata Borni, pemerintah seharusnya mengajukan kesepakatan dengan perusahaan dengan model sharehoder bukan CSR. Dalam konsep Share Holder pemerintah memiliki posisi lebih kuat dari perusahaan perusahaan penambang, karena negara dalam hal ini pemerintah Kebumen adalah pemilik aset yaitu lahan dan kawasan pasir besi dan salah satu pemegang saham perusahaan. Dengan konsep ini pemerintah berhak meminta lebih atas keuntungan hasil eksplorasi.
    Selain itu, sambung dia, pemerintah dan perusahaan selama ini dinilai tidak transparan pada masyarakat Kebumen tentang berapa pajak, bagi hasil, dana recovery perusahaan. "Seharusnya pemerintah secara jujur mau mengatakan secara transparan kepada masyarakat tentang estimasi penerimaan PAD non pajak dari perusahaan ini kepada masyarakat" tandas Borni.

Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...