Langsung ke konten utama

PELUANG USAHA


PELUANG USAHA
•         Setiap wirausaha sebenarnya mempunyai peluang (opportunity) untuk maju.
•         Ada kalanya peluang usaha tidak dapat membuahkan hasil yang memuaskan.
•         Sebaliknya banyak pula yang mendapatkan hasil yang memuaskan








Untuk menggali dan memanfaatkan peluang usaha wirausahawan harus berpikir positif dan kreatif, diantaranya :
*      Harus percaya dan yakin usaha dapat dilaksanakan
*      Menerima gagasan2 baru di dunia usaha
*      Harus percaya pada diri sendiri
*      Harus mendengarkan saran orang lain
*      Harus mempunyai etos kerja tinggi
*      Pandai berkomunikasi

ANALISIS SWOT
Dengan mempelajari kondisi masyarakat wirausaha dapat mengetahui :

FAKTOR INTERNAL :
      STRENGHT ( Kekuatan yang mendukung usaha)
      WEEKNESS (Kelemahan yang menghambat usaha)

FAKTOR EKSTERNAL :
      OPPORTUNITY (peluang/kesempatan)
      THREAT (Ancaman apa saja)

Dr. D.J. Schwartz berpendapat untuk memanfaatkan peluang bisnis sbb :
1. Percaya dan yakin bahwa usaha bisa dilaksanakan
2. Janganlah hadiri lingkungan yang statis yang akan   
    melumpuhkan pikiran wirausahawan
3. Setiap hari bertanya pada diri sendiri “bagaimana 
    saya dapat melakukan usaha lebih baik”
4. Bertanya dan dengarkan
5. Perluas pikiran Anda

PAUL CHARLAP mengemukakan 4 unsur yang harus dimiliki seorang wirausaha agar mencapai sukses :
      1. WORK HARD (Kerja Keras)

      2.WORK SMART (Kerja Cerdas)

      3. ENTHUSIASM (Kegairahan)

      4. SERVICE (Pelayanan)


RESIKO USAHA :

Beberapa resiko yang mungkin terjadi :

  1. Perubahan permintaan, karena perubahan mode, selera konsumen
  2. Perubahan konjungtur, kondisi ekonomi yang tidak menentu
  3. Persaingan
  4. Perubahan karena teknologi, peraturan, bencana alam

TINJAUAN ANALISIS PELUANG USAHA

Berdasarkan jenis/produk/jasa
1.Minat seseorang (bidang jasa/perdagangan.)
2.Modal  (tersedia/belum, bentuk uang/barang)
3.Relasi (keluarga/teman yang terlebih dahulu
   menekuni usaha yang sama

Disamping itu perlu dipertimbangkan :
  1. Pengaruh lingkungan sekitar
  2. Banyak sedikitnya permintaan masyarakat
  3. Kecocokan antara kebutuhan masy dengan jenis usaha tertentu
  4. Banyak sedikitnya pesaing
  5. Adanya kemampuan untuk bertahan dan menenangkan persaingan
   
Contoh peluang usaha  dibidang jasa :
1.Jasa Service
2.Jasa hiburan
3.Jasa transportasi
4.Jasa perantara
5.Jasa kesehatan

Pemilihan produk berupa barang yang dapat menciptakan peluang usaha adalah :
1.Mudah dalam pemakaian
2.Efisien dalam penggunaan
3.Kualitas produk terjamin
4.Hemat dalam pemakaian
5.Ada jaminan keamanan dalam pemakaian

Pengelompokan produk yang dibutuhkan masyarakat :
a.      Produk yang mampu mempermudah pekerjaan dirumah
contoh:magic jar, oven, mesin cuci
b.     Produk yang mampu mempermudah pekerjaan di luar rumah
            contoh : tas multifungsi, handpone
c. Produk lain yang dibutuhkan tanpa mengenal tempat
contoh : air dalam kemasan, mie instan, dll

Berdasarkan Minat dan daya beli konsumen

MINAT :
Untuk mengetahui minat, dilakukan dengan observasi, yaitu :
  1. mengadakan pengamatan langsung  ke  pasar
      2.   melakukan wawancara/interview
      3.   memberikan angket, diisi oleh  konsumen (quesioner )

Untuk mengetahui besar kekuatan daya beli masyarakat :

# Apakah mereka kalangan atas,  menengah atau bawah
# Apakah mereka berpenghasilan  tinggi, sedang atau rendah
# Apakah mereka anak-anak, remaja atau dewasa
# Apakah mereka tinggal dikota, desa atau pesisir

Hubungan antara minat, daya beli dan kelangsungan usaha

Minat besar, daya beli kuat 
= kelangsungan usaha terjamin

Minat besar, daya beli rendah
= kelangsungan usaha terhambat

Minat rendah, daya beli rendah
= usaha tidak dapat berlangsung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...