Langsung ke konten utama

KOMUNIKASI EFEKTIF


BERKOMUNIKASI SECARA EFEKTIF

Saling pengertian  atau kesamaan makna  merupakan kunci dalam komunikasi. Dengan kata lain suatu komunikasi dapat dikatakan efektif jika diantara orang-orang yang terlibat dalam komunikasi terjadi saling pengertian atau kesamaan  makna. Hal ini sejalan dengan asal kata komunikasi, yaitu communicatio (bahasa latin) yang bersumber dari perkataan communis yang mengandung arti sama atau membuat sama. Sama disini maksudnya sama makna atau sama arti.


HAMBATAN DALAN BERKOMUNIKASI

Dalam praktek berkomunikasi biasanya akan banyak menemui hambatan-hambatan. Beberapa hambatan yang muncul dalan komunikasi adalah sebagai berikut :
    1. Pengaruh perbedaan status (status effects), terjadi manakala salah seorang memiliki status sosial yang lebih tinggi dalam jenjang hierarki dibandingkan dengan yang lainnya.
    2. Permasalahan semantik (semantic problem), terjadi jika penggunaan kata-kata yang sama dengan cara berbeda, atau kata-kata yang berbeda dengan cara yang sama.
    3. Penyimpangan persepsi (perceptual distortions), terjadi oleh konsep atau pengenalan diri atau pemahaman yang buruk terhadap orang lain.
    4. Perbedaan budaya (cultural different), terjadi akibat pengalaman lingkungan sosial dan keagamaan yang berbeda.
    1. Gangguan yang bersifat fisik (physical distractions), terjadi akibat beberapa kondisi fisik , misal suara mesin tik, penerangan kurang, gerakan tubh.
    2. Pilihan saluran komunikasi yang buruk (poor choice of communicatiob channel), terjadi akibat kesalahan pemilihan media.
    3. Tidak ada umpan balik (no feedback), terjadi akibat komunikasi yang berjakan searah.

Secara teknis hambatan-hambatan komunikasi di atas, dapat dirinci sebagai berikut :
1.      Cara komunikasi tidak disesuaikan dengan tingakatan bahasa komunikan.
2.      Cara komunikasi tidak disesuaikan dengan keinginan arah prmbicaraan dari para pendengarnya.
3.      Cara berkomunikasi tidak disesuiakan dengan tingkatan kelas sosial pendengar.
4.      Tidak memahami latar bellakang serta nilai-nilai yang dianut pendengarnya.

Dengan demikian dalam komunikasi harus memperhatikan aspek komunikan atau siapa yang menjadi penerima komunikasi (komunikan).

Esensi utama dalam komunikasi seperti terurai dalam the 5 invitable Laws of  Effective Communication ( lima hukum komunikasi efektif)  yang dikenal dengan istilah REACH sebagai berikut :
  1. Respect (sikap menghargai), rasa hormatdan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam berkomunikasi dengan orang lain.
  2. Empathy, kemampuan untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain.  Mau mendengarkan dan mengerti orang lain sebelum didengarkan atau dimengerti orang lain.
  3. Audible, mengandung arti dapat didengar atau dimengerti dengan baik. Jika empatai kita harus mau mendengarkan atau mengerti lebih dahulu, maka audible berarti pesan yang kit sampaikan dapat diterima oleh penerima pean dengan baik.
  4. Clarity, adalah kejelasan dari pesan  itu sendiri sehinggan tidak menimbulkan berbgai penafsiran yang berlainan. Dapat diartikan sebagai keterbukaan dan transpransi. Dengan sikap terbuka akanmunculrasa percaya diri (trust) terhadap penerima pesan.
  5. Humble, sikap rendah hati (bukan rendah diri).

GAYA DALAM KOMUNIKASI
Gaya komunikasi komunikator dapat dibagi kedalam tiga gaya, yaitu :
  1. Gaya menginstruksi, gaya ini dikembangkan oleh komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapanya, yang cenderung lebih banyak memberikan penjelasan, pengarahan secara spesifik.
  2. Gaya partisipasi, gaya komunikasi yang dikembangkan  oleh komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapanya, yang cenderung memberikan  kesempatan kepada komunikan untuk iktu terlibat dalam proses komunikasi
  3. Gaya mendelegasi,  gaya komunikasi yang dikembangkan  oleh komunikator melalui sikap, perbuatan dan ucapannya, yang cenderung menempatkan dirinya pada posisi sebagai penerima pesan dan saat tertentu sebagai komunikator.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...