Langsung ke konten utama

Kapolres Minta Siswa SMK Waspada

Kapolres Minta Siswa SMK Waspada


Target Perekrutan Teroris

Siswa maupun lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diminta waspada. Pasalnya meraka menjadi target perekrutan kelompok teroris. "Kelompok teroris cenderung mengincar lulusan SMK karena dinilai telah memiliki kemampuan dasar mengenai alat-alat elektronik maupun jaringan listrik," kata 
Kapolres Kebumen AKBP Andik Setiyono SIK SH MH.
“Memang terjadi pergeseran sasaran perekrutan. Ada indikasi kelompok teroris sekarang membidik remaja potensial yang mempunyai keahlian dasar bidang elektronika. Bisa alumnus atau yang masih bersekolah atau mahasiswa yang memiliki kemampuan elektronik,” kata Kapolres saat memberikan pengarahan pada acara sosialisasi kerukunan hidup antar umat beragama bagi guru agama, ketua dan sekretaris OSIS SMA/SMK di Kabupaten Kebumen, Selasa (8/3) di Gedung Pertemuan Setda Kebumen.
Ditambahkan Kapolres, perubahan strategi perekrutan dengan sasaran kalangan pelajar, bukanlah sebuah omong kosong atau mengada-ada. Setidaknya, pola ini sudah terbukti dari hasil penangkapan tujuh tersangka terorisme oleh tim Densus 88 Anti Teror di Klaten, akhir Januari 2011 lalu. Dari hasil penangkapan itu, seluruh tersangka teroris yang diamankan Densus adalah siswa atau alumni SMK. Mereka menjadi sasaran perekrutan karena sudah mempunyai kemampuan dasar untuk merangkai listrik atau menyambung kabel.
Terkait hal itu, Kapolres meminta kepada seluruh pihak agar ikut peduli. Termasuk para guru yang harus bisa menanamkan dasar nilai-nilai agama yang baik dan benar. Guru juga memiliki peran untuk melakukan pengawasan dan mewaspadai anak didiknya selama di sekolah.
”Kami juga menjalin kerjasama dengan instansi terkait seperti Dikpora maupun Kesbangpolinmas untuk selalu melakukan pembinaan terhadap siswa sekolah. Karena, sekarang masalah terorisme bukan sesuatu hal yang harus ditutup-tutupi. Artinya masyarakat, termasuk generasi muda, juga harus diberi pengertian tentang tindak terorisme sehingga diharapkan bisa dilakukan pencegahan sejak awal,” beber perwira polisi yang baru saja pulang menunaikan ibadah umroh ini.

sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...