Langsung ke konten utama

Detik-Detik Ledakan Bom Utan Kayu

Tangan kiri Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Komisaris Polisi Dodi (sebelumnya ditulis Dudi) Rahmawan putus akibat bom yang meledak di Komunitas Utan Kayu di  Jakarta Timur.

Sesaat sebelum meledak, sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa 15 Maret 2011, Dodi berusaha membuka paket buku berjudul "Mereka Harus Dibunuh" yang tebalnya sekitar 5 cm.  Lembaran dalam buku tersebut sangat lengket.

Sebelum Dudi membuka buku yang lengket itu dengan silet, sejumlah petugas tampak menyiramkan buku itu dengan air.  Setelah itu sampul buku dibuka,  terlihat ceruk persegi empat yang didalamnya berisi kabel dan baterai. Selapis demi selapis buku dibuka, namun begitu sebuah kotak yang lengket di lembaran kertas dicabut, blarrrr! bom langsung meledak.

Paket buku yang ditujukan kepada Koordinator Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdalla, itu dikirimkan pukul 10.00 WIB oleh seseorang bernama Dr Sulaiman  yang beralamat di Jalan Bahagia, Gg Panser No 29, Ciomas Bogor, Jawa Barat. Komunitas Utan Kayu terletak di Jalan Utan Kayu Nomor 68H, Jakarta Timur. Di kawasan itu ada beberapa kantor seperti Kantor Berita Radio 68 H dan Green Radio, kantor Jaringan Islam Liberal (JIL), Cafe Tempo, galeri dan teater tempat pementasan kesenian.  Komunitas itu berdiri tahun 1996 dan sering menjadi tempat diskusi banyak aktivis.

Lihat videonya :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...