Langsung ke konten utama

Catatan di Ruang 3

Tepat pukul 14.00 seluruh peserta tryout memasuki ruang yang telah ditentukan. Bapak ibu guru pengawas segera bergegas menuju ruangan yang telah ditentukan. Tak terkecuali saya, berjalan agak terburu-buru menuju ruang 3, disamping laboratorium Tata Boga. Kusapu seluruh isi ruangan dan kudapatkan hanya 19 peserta tryout di ruang 3 ini. Seorang siswa tak masuk tanpa keterangan yang jelas. Hmmm... begitu cerobohnya dia. Ajang untuk latihan Ujian Nasional 2011 dia abaikan begitu saja. Sungguh sungguh keterlaluan ...

Pelaksanaan tryout tersebut  dikandung maksud untuk melatih peserta didik terkait dengan persiapan menghadapi Ujian Nasional. Materi dan soal yang dipersiapkan berupa soal-soal Prediksi Ujian Nasional 2011 yang kebetulan tahun ini menggunakan produk LP2IP Yogyakarta.Tryout dilaksanakan setelah pembelajaran reguler berakhir, peserta diberikan waktu 30 menit untuk keperluan makan minum dan beribadah. Namun demikian masih saja terdapat 1 atau 2 orang yang  terlambat.


Sejatinya apa yang dilakukan pihak sekolah adalah dalam rangka mempersiapkan diri peserta didik masing-maisng dalam menghadapi Ujian Nasional 2011. Namun jika anak-anak sudah tidak mau, tidak respect  dan terkesan "semau gue" maka rasanya sekolah akan banyak menghadapi rintangan dalam menghadapi ujian. 
Oleh karenanya, menghargai diri sendiri dan menempatakan diri sendiri sebagai siswa adalah benar adanya. Siswa banyak memiliki hak sekaligus kewajibban. Profesi yang melekat pada siswa atau perserta didik akan berimbas kepada siswa. Harus menyadari iakan adanya ketentuan atau peraturan sekolah itu sudah sewajarnya.  Karena pada prinsipnya aturan dibuat agar memudahkan seluruh unsur-unsur yang ada di sekolah. 

Inilah harapanku... selayaknya anda segera menyadari dan memahami. Generasi sekarang yang ada akan tua dan siapa lagi kalau bukan kawula muda yang akan menggantinya ... 


Ooogghhum ... hohoho saya menguap. Maaf ..






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...