Langsung ke konten utama

Modul-modul Kewirausahaan

Selamat pagi, siang atau malam semuanya ..terkhusus bagi anda yang berprofesi sama seperti saya. Berbagi itu indah dan   untuk menunjang proses pembelajaran, khususnya mata diklat Kewirausahaan melalui Blog ini kita dapat membuka beberapa modul yang ada. Modul ini  merupakan terbitan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional 2004. Bagi anda yang berkenan untuk melihat isi modul dapat didownload di link dibawah. Besar harapan saya, semoga apa yang ada dapat bermanfaat bagi kita semua. Selamat beraktifitas dan Salam ...

Memahami Karakteristik Kewirausahaan
Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi
Mengembangkan Sikap Jujur dan Disiplin
Mengembangkan Sikap Kreatif dan Inovatif
Mengembangkan Sikap Mandiri
Mengambil Resiko dan Tanggung Jawab
Mengembangkan Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif
Mengambil Keputusan
Mengembangkan Ide dan Meraih Peluang
Menganalisis Potensi Pasar
Memilih Bentuk Usaha dan Perijinan
Permendag Penerbitan SIUP
Permendag Penerbitan SIUP Langsung
Kepmenperindag Biaya Ijin
Permendag Penerbitan Surat Ijin Usaha Jasa
Pengelolaan Proses Produsi dan Jasa
Membangun Kerjasama dalam berusaha
Mengelola alat dan bahan
Mengelola Tenaga Kerja
Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan
Membuat Rencana Usaha
Evaluasi dan Pengembangan Usaha

Saya sertakan juga modul-modul Know About Business (KAB) hasil dari Diklat di VEDC Malang.

Apa itu Usaha dan Kewirausahaan : MODUL #1
Siapa Wirausaha itu ? : MODUL #2
Bagaimana Menjadi Seorang Wirausaha : MODUL #4
Apakah Langkah Selanjutnya untuk menjadi Seorang Pengusaha : MODUL #8


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...