Langsung ke konten utama

Lima Paket Soal UN Dibagi Acak

Lima Paket Soal UN Dibagi Acak

  • Tekan Kecurangan
Lima paket soal ujian nasional (UN) yang baru diterapkan tahun ini akan dibagi secara acak dalam satu ruang secara proporsional.

 Karena itu, siswa dimungkinkan mendapat jenis paket soal yang berbeda dalam tiap mata pelajaran yang diujikan.
Mekanisme ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya ada dua paket soal dan dibagikan secara terstruktur (selang-seling) berdasarkan nomor ganjil atau genap, sehingga tiap siswa selalu mendapat jenis soal yang sama tiap mata pelajaran.

”BSNP memang sengaja membagi secara acak demi menekan kecurangan pihak sekolah maupun siswa. Dengan cara begini, siswa yang saat mata ujian Matematika mendapat paket soal A, bisa jadi keesokan harinya saat mata ujian Bahasa Inggris, mendapat paket soal C. Kami optimistis ini bisa mempersulit upaya main mata antara sekolah dan siswa,” kata anggota Badan Standar Nasional Pendidikan Prof Dr Mungin Eddy Wibowo MKons,  kemarin.

Mekanisme itu juga diyakini mengurangi kebocoran soal. ”Misalkan ada pihak yang mendapat bocoran soal sebelum pelaksanaan ujian, belum tentu soal itu didapat siswa saat mengikuti ujian di kelas, karena paket soalnya bisa jadi berbeda dan memang belum bisa dipastikan sebelumnya,” tandasnya.
Biaya Tak Naik Mungin mengatakan, model paket soal UN yang lebih banyak bukan berarti menaikkan biaya pengadaan. ”Tidak ada kenaikan biaya sama sekali dari tahun sebelumnya, karena yang dihitung di percetakan adalah jumlah lembaran yang dicetak, bukan jumlah jenis soal. Karena itu, anggapan  penambahan jenis paket soal UN memboroskan anggaran negara adalah tidak benar,” lanjutnya.

BSNP nantinya akan mengevaluasi pelaksanaan UN dengan model baru tahun ini. ”Jika memang penambahan jenis paket soal berdampak signifikan terutama menepis kecurangan, mekanisme ini akan terus kami lakukan. Bahkan, bisa jadi pada tahun-tahun mendatang paket soal menjadi 20 jenis, artinya masing-masing siswa dalam satu ruang mendapat jenis soal berbeda,” tutur dia.

Di sisi lain, Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan Kota Semarang Sujono mengatakan, para pengawas UN perlu bekerja hati-hati, yakni dengan meyakinkan siswa dari apa yang dihadapi saat mengerjakan soal UN. ”Sebab, jika siswa tidak yakin dengan soal yang mereka kerjakan akan berimplikasi dengan skoring nanti,” katanya.

Kepala sekolah juga perlu diberi pemahaman untuk kemudian dilanjutkan atau dibekalkan kepada guru yang akan mengawasi di sekolah lain. Dia menjelaskan, pengawas perlu memperhatikan dan membantu peserta ujian secara teknis, misalnya sebelum melaksanakan tes perlu dijelaskan kepada mereka apa yang ditulis di lembar jawaban.

Lebih banyaknya jenis soal dimungkinkan akan menambah pekerjaan skoring, sebab harus mengoreksi lembar jawab yang lebih banyak.
Hingga kini Dinas Pendidikan terus melakukan sosialisasi terkait hal-hal yang baru pada pelaksanaan UN tahun ini, supaya pihak sekolah atau siswa nantinya tidak kaget dan benar-benar memahami sistem yang baru.

Sumber : Suaramerdeka.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...