Langsung ke konten utama

Pembelajaran Model Proyek

Pengembangan pembelajaran model proyek (tugas) pada dasarnya tetap mengarah pada asas belajar aktif, yaitu wujud keaktifan siswa atau peserta didik. Dalam hal ini peserta didik diharapkan mampu untuk berperan serta secara aktif dalam pembelajaran. Peserta didik bukan sekedar obyek dalam pembelajaran yang "diam dan duduk" saja, akan tetapi dapat menjadi subjek yang ikut berinteraksi langsung dalam pembelajaran. Jika peserta didik sekedar " diam dan duduk " saja, apa yang akan diperoleh adalah waktu yang terbuang sia-sia.

Pepatah bijak yang perlu diperhatikan :
Saya dengar, saya lupa;
Saya lihat, saya tahu;
Saya kerjakan, saya mengerti;

Venon a Magnesen juga telah memberikan kita pengetahuan akan adanya pengalaman belajar. Bahwa siswa akan mencapai hasil belajar 10% dari apa yang dibaca, 20% dari apa yang didengar, 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan didengar, 70% dari apa yang dikatakan, dan 90% dari apa yang dikatakan dan dilakukan.

Beberapa penguatan di atas menunjukkan bahwa model-model pembelajaran yang konvensional harus step by step digeser dengan model pembelajaran yang mengarah pada keaktifan siswa (student centered).

Pembelajaran dengan model proyek (tugas) adalah salah satu bentuk model atau metode yang bercirikan pada aktifnya peserta didik. Proyek yang ditugaskan ini sebagai tindak lanjut dari pengetahuan yang telah dipelajarinya. Beberapa jenis proyek yang dapat dijadikan tugas bagi peserta didik misalnya tentang penggalian informasi dan pencarian data dari narasumber dengan interview, angket atau langsung datang ke lokasi tujuan.

Model pembelajaran ini dapat diterapkan pada pembelajaran yang bersifat mempraktikan dan menerapkan hasil belajar, pemecahan masalah, pembuatan laporan dan sampai tahapan terakhir dengan melakukan presentasi di depan kelas. Sehinggan dengan model pembelajaran ini dapat diperoleh keuntungan yaitu :
- semua peserta didik akatif terlibat dalam pembelajaran;
-melatih peserta didik untuk bertanggung jawab;
-melatih peserta didik untuk mandiri;
-melatih peserta didik untuk berinteraksi dengan lingkungan;
-pendidik berperan sebagai fasilitator;
-pembelajaran dapat dilakukan di luar jam pembelajaran rutin;

Pembelajaran model proyek ini juga selaras dengan rumusan Empat Pilar Pendidikan menurut UNESCO, yaitu :
a. Learning to know, sesuai dengan hakekat penerapan ilmu pengetahuan ( transfer of learning ).
b. Learning to do, membahas, belajar aktif, penugasan, meringkas buku dan sebagainya untuk mengembangkan manusia seutuhnya (acrive learning).
c. Learning to be, menciptakan manusia terdidik yang mandiri. Biar percaya diri, pemahaman
dan pengenalan dirinya secara tepat dengan penuh kebahagiaan setelah mengenal dirinya. Belajar tidak dengan melakukan menghafa tetapi belajar aktif, belajar tuntas. Dengan belajar akan menemukan kebahagiaan dan menemukan dirinya ( Joy Learning ).
d. Learning to live together, perlunya pendidikan nilai kemanusiaan, moral, agama yang melandasi hubungan antara manusia. Budaya damai, culture of peace.

Resume Karya Tulis " pembelajaran model proyek " dalam rangka seleksi guru SMK berprestasi tahun 2009.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Karakter Perlu Keteladanan

Istilah pendidikan karakter sudah sangat familiar bagi kita semua. Pendidikan karakter dalam beberapa tahun terakhir ini menggema menjadi sebuah perbincangan yang hangat di kalangan akademisi. Lagi-lagi era globalisasi menjadi kambing hitam. Hal ini karena globalisasi memang telah mampu menembus segala aspek kehidupan di belahan bumi ini. Dampak globalisasi begitu dahsyat. Banyak hal yang positif yang dapat kita terima, namun sisi lain yaitu dampak negatif tidak dapat kita pungkiri. Salah satu dampak negatif dari globalisasi adalah munculnya generasi instan , yaitu generasi hedonis , generasi yang menekankan pada aspek kesenangan dan kenikmatan tanpa melalui sebuah usaha kerja keras dan pengorbanan. Generasi instan terlalu banyak dimanjakan oleh berbagai fasilitas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya, manakala ia tidak dapat memenuhi keinginannya maka muncullah karakter negatif berupa jalan pintas, menghalalkan segala cara untuk meraihnya. Jika generasi sekarang sudah berte...

Ziddu Hentikan Layanan Pembayaran

Sudah beberapa bulan saya tidak login ke Ziddu.com. Ziddu.com menjadi alternatif yang dapat diandalkan untuk menyimpan berbagai macam file dan tentunya tambahan penghasilan bagi para pengguna Ziddu.com menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran jika penggun a Ziddu.com pun membengkak. Ziddu.com dimulai pada tahun 2007 dan semua fitur yang unik dan inovatif membuatnya menjadi pemimpin di pasar dalam waktu singkat .    Awal Januari 2012 ini, ternyata ada informasi yang penting dari layanan Ziddu.com yang cukup mengagetkan. "From January 2012, Ziddu will not pay to users. However the Ziddu service is 100% Free for downloading files". Thanks & Regards Ziddu Team Informasi tersebut pada dasarnya memberitahukan bahwa mulai Januari 2012, Ziddu.com tidak akan membayar kepada para penggunanya. Namun demikian masih memberikan layanan donwload secara gratis. Respon pun bermunculan sebagai efek dari penghapusan salah satu bentuk layanan yang selama ini menjad...

Iklan Mie Instan 'Menghina' Guru

mie instant (indocampus.com) Beberapa minggu terakhir ini di dunia maya ramai diperbincangkan tentang sebuah iklan mie instan yang  menurut sebagian besar kalangan terkesan ada unsur penghinaan terhadap profesi guru. Setelah membaca beberapa opini tentang iklan mie instan yang menghina guru tersebut timbullah rasa keingintahuan saya untuk segera melihat iklan tersebut. Rasa penasaran kian menjadi, namun setelah beberapa jam memelototi televisi akhirnya muncul juga iklan yang dimaksud. Pada awalnya iklan ini memang menceritakan hal yang wajar-wajar saja, seorang anak yang hobi memelihara ayam sangat kaget ketika pulang sekolah ayam peliharaannya tidak ada sama sekali. Kemudian anak tersebut makan mie instan yang dihidangkan neneknya dengan nikmat. Semua berjalan wajar dan seadanya. Hal yang sangat tidak wajar adalah pada bagian akhir dari iklan tersebut. Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru melihat seekor ayam yang nangkring di kepala seorang guru dalam iklan tersebu...